Sabtu, 20 Juni 2026

Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Perkuat Kemitraan dengan Dinas Pendidikan Aceh Tenggara melalui MoU, Seminar Nasional, dan Sosialisasi Program Pascasarjana


Rangkang Belajar | Aceh Tenggara – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus memperluas jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional serta Sosialisasi Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 pada 18–19 Juni 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Agus Salim Salabi, M.A., didampingi Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Dr. Fauzan Ahmad Siregar, M.Pd., dan Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Dr. Harjoni, M.Si. Sebelum kegiatan utama, tim juga melaksanakan kunjungan akademik ke Dayah Perbatasan Darul Amin Tanoh Alas untuk berdialog dengan Rais 'Am Dayah, Drs. H. Muchlisin Desky, M.M., serta memperkenalkan berbagai program Magister dan Doktor kepada para pendidik dan tenaga kependidikan.

Puncak kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara dan dihadiri sekitar 255 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan, bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pengurus PGRI Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara, Zulkifli, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang tidak hanya memperkenalkan program Magister dan Doktor, tetapi juga menghadirkan Seminar Nasional yang dinilainya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan wawasan para pendidik terhadap tantangan pendidikan di masa depan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menilai tema seminar "Transformasi Pendidikan Aceh Menuju Indonesia Emas Tahun 2045" sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini karena mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan generasi yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan profesional melalui pendidikan lanjutan. Menurutnya, melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktor bukan sekadar memperoleh gelar akademik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kompetensi, memperkuat kepemimpinan pendidikan, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Aceh.


Seminar Nasional menghadirkan Dr. Harjoni, M.Si. sebagai narasumber utama yang memaparkan pentingnya transformasi pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, kepemimpinan pendidikan, pemanfaatan teknologi, dan tata kelola lembaga pendidikan yang adaptif dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Momentum penting kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara. Kerja sama tersebut menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan sumber daya manusia pendidikan.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Program Pascasarjana yang disampaikan oleh Dr. Fauzan Ahmad Siregar, M.Pd. dan Dr. Agus Salim Salabi, M.A. Para peserta memperoleh informasi mengenai berbagai program studi Magister dan Doktor, sistem perkuliahan yang fleksibel bagi guru dan aparatur yang masih aktif bekerja, mekanisme penerimaan mahasiswa baru, fasilitas akademik, serta berbagai kegiatan ilmiah yang menjadi bagian dari budaya akademik Pascasarjana, seperti seminar nasional dan internasasional, konferensi ilmiah, workshop metodologi penelitian, hingga pendampingan publikasi artikel pada jurnal bereputasi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai jadwal perkuliahan, sistem pembelajaran bagi guru yang masih aktif mengajar, biaya pendidikan, proses penerimaan mahasiswa baru, hingga peluang pengembangan karier melalui pendidikan Magister dan Doktor.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu memperkuat kompetensi guru dan tenaga kependidikan, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan studi pada jenjang Magister maupun Doktor di Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. (Gus_Aby)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Tags :

bm
Created by: Admin

Media berbagi informasi dan pembelajaran seputar Pendidikan Islam (PEDI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Lembaga Pendidikan Islam.

Posting Komentar

Ikuti Channel YouTube

Connect