Minggu, 24 Agustus 2025
Jumat, 18 Juli 2025
Blended Learning dan Identitas Islami: Menjawab Tantangan Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe
Sabtu, 05 April 2025
Dari Swafoto ke Sitasi: Saatnya Mahasiswa Membangun Branding Akademik di Era Digital
"Dunia digital bukan hanya tempat untuk dilihat—tetapi untuk memberi dampak. Mahasiswa dan pelajar lainnya bukan hanya pengguna, tapi bisa menjadi pencipta arus. Kelak, bukan wajah kita yang dikenang publik, melainkan karya kita yang berbicara panjang setelah kita diam"
Di era digital yang semakin tak terelakkan, media sosial dan dunia maya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari para pembelajar. Namun sayangnya, ruang digital yang begitu luas itu justru lebih banyak dipenuhi oleh aktivitas personal dan ekspresi narsistik, seperti swafoto dan unggahan yang cenderung minim nilai edukatif. Tak sedikit mahasiswa yang menguasai algoritma media sosial, tetapi belum menguasai ruang-ruang sitasi akademik.
Pertanyaannya, mengapa ruang digital yang begitu besar tidak kita manfaatkan untuk membangun citra akademik kita sebagai pembelajar? Sudah saatnya kita menggeser arah: dari sekadar eksis menjadi produktif, dari hanya membagikan aktivitas harian menjadi membagikan pencapaian ilmiah. Dari hanya memikat “likes”, menuju meraih pengakuan ilmiah dan kolaborasi intelektual.
Pembelajar dan Branding Akademik: Sebuah Keniscayaan
Era digital tidak hanya menuntut mahasiswa untuk cerdas, tetapi juga mampu membangun identitas dan eksistensi akademik secara daring. Dunia sedang berubah. Portofolio ilmiah digital kini lebih berbobot dibanding sekadar CV yang diketik rapi. Dunia akademik kini menilai bukan hanya dari ijazah, tapi dari jejak digital—termasuk publikasi, kolaborasi, dan keterlibatan dalam diskusi ilmiah daring.
Branding akademik bukan berarti pamer, melainkan memperlihatkan karya agar bermanfaat bagi orang lain. Ini adalah cara untuk menyebarkan ilmu, menunjukkan kompetensi, dan membuka peluang kolaborasi lintas kampus bahkan negara.
Platform Akademik: Panggung Baru Pembelajar
Beruntung, dunia digital menyediakan banyak ruang dan alat untuk membangun jejak akademik. Beberapa platform yang bisa digunakan antara lain:
1. Google Scholar; Platform ini memungkinkan mahasiswa mempublikasikan makalah, skripsi, hingga jurnal yang dapat diakses secara luas dan gratis. Tak hanya itu, Google Scholar menyediakan data sitasi dan indeks pengaruh dari karya yang dipublikasikan.
2. ResearchGate; Dengan nuansa mirip jejaring sosial, ResearchGate cocok untuk mahasiswa yang ingin aktif dalam diskusi dan interaksi dengan akademisi global. Fitur unggah karya, statistik pembaca, serta forum tanya-jawab membuat platform ini sangat hidup.
3. Academia.edu; Platform ini cocok untuk menjangkau khalayak luas. Mudah digunakan, sering muncul di hasil pencarian Google, serta menyajikan statistik pembaca dan penyebaran karya.
Tampil Beda, Karena Ilmu Butuh Disuarakan
Dalam Islam, menyampaikan ilmu bukan hanya anjuran, tetapi kewajiban moral dan spiritual. Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi dasar penting bahwa setiap insan berilmu, tak terkecuali mahasiswa, memiliki kewajiban menyampaikan ilmu yang dimiliki, sekecil apapun. Di era digital, menyuarakan ilmu di platform daring menjadi cara paling efektif untuk menyebarkannya kepada khalayak luas.
Lebih dari itu, Islam memuliakan orang-orang yang berilmu. Dalam Al-Qur’an disebutkan: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Tampil beda dengan menyuarakan ilmu bukan hanya upaya membangun citra akademik, tapi juga bentuk ibadah dan kontribusi nyata kepada umat. Ini adalah bentuk dakwah intelektual, yang tak kalah penting dari dakwah lisan maupun perbuatan.
Mengunggah pencapaian akademik bukan soal kesombongan, melainkan bentuk keberanian intelektual di tengah arus besar konten yang lebih sering menampilkan gaya hidup, hiburan, dan hiburan visual semata. Ketika media sosial didominasi oleh hal-hal yang kurang bernilai edukatif, justru di situlah ruang kosong yang bisa diisi oleh para pembelajar. Inilah saatnya mahasiswa dan pelajar hadir sebagai suara alternatif; suara yang menyampaikan pengetahuan, pengalaman riset, refleksi akademik, bahkan ide-ide segar yang lahir dari ruang-ruang diskusi ilmiah.
Mereka yang berani tampil beda dengan memperlihatkan proses belajar, kutipan buku yang mencerahkan, bahkan potongan hasil penelitian yang dikemas menarik, sedang menanam jejak kontribusi dalam ekosistem digital yang lebih sehat. Ingat, dunia digital bukan hanya tempat untuk dilihat—tetapi untuk memberi dampak. Mahasiswa bukan hanya pengguna, tapi bisa menjadi pencipta arus. Saat kita mem-posting karya akademik, kita sedang memutus rantai pasifisme digital dan mengajak audiens berpikir, berdiskusi, dan—pada akhirnya—berubah. Maka dari itu, tampilkan ilmu, bukan hanya karena itu milik kita, tapi karena ilmu butuh disuarakan.
Penutup: Dunia Butuh Pembelajar yang Berani Tampil
Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, dunia tidak lagi hanya membutuhkan lulusan yang cerdas secara akademik, tapi juga pembelajar yang berani menampilkan kecerdasannya ke ruang publik. Ini bukan tentang menjadi terkenal, melainkan tentang menjadi relevan. Ketika seorang mahasiswa mulai menunjukkan karya tulisnya, merekam refleksi belajarnya, atau membagikan pemikiran kritisnya di media sosial atau platform ilmiah, maka ia sedang menunaikan tugas moral sebagai insan akademik—menyebarkan cahaya ilmu.
Ketika seorang mahasiswa berani menunjukkan karya ilmiahnya ke ruang publik, sejatinya ia sedang menunaikan amanah keilmuan yang telah Allah titipkan padanya. Islam mengajarkan bahwa ilmu adalah amanah yang harus ditunaikan, bukan disimpan untuk kepentingan pribadi.
“Barang siapa yang ditanya tentang suatu ilmu, lalu ia menyembunyikannya, maka ia akan dikekang dengan kekangan dari api neraka pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi)
Hadis tersebut menegaskan bahwa menyampaikan ilmu adalah bagian dari tanggung jawab moral seorang pembelajar. Dunia digital menjadi salah satu wasilah (media) untuk menunaikan tanggung jawab ini dengan lebih luas dan berdampak.
Mahasiswa hebat bukan hanya yang mendapatkan nilai tinggi, tetapi juga yang berani membuka percakapan ilmiah, menanggapi isu dengan perspektif akademik, serta menginspirasi pembelajar lainnya untuk berkembang. Dunia digital adalah panggung besar, dan pembelajar harus tampil bukan sebagai pengikut tren, tetapi sebagai pemantik arah. Mari ubah cara kita tampil—bukan hanya untuk eksistensi, tapi untuk kontribusi. Karena kelak, bukan wajah kita yang dikenang publik, melainkan karya kita yang berbicara panjang setelah kita diam.
** Agus Salim Salabi, Dosen IAIN Lhokseumawe (Google Scholar - ResearchGate - SINTA)
Sabtu, 01 Maret 2025
Marhaban Ya Ramadan
- Aṣ-ṣiyāmu junnah (puasa adalah perisai) yang mampu membentengi kita dari setan. Jika puasa dilakukan dengan benar, maka akan berdampak pada terjauhnya ṣāim (orang yang berpuasa) dari godaan setan. Sehingga ia terdorong untuk melakukan amal yang saleh dan menahan diri dari amal yang salah. Kalau datang Ramadan, maka bagi “orang-orang yang berpuasa dengan benar” akan mendapatkan fadilahnya, yaitu: a) dibukakan pintu-pintu surga, b) pintu-pintu neraka ditutup, dan c) setan dibelenggu.
- Aṣ-ṣiyāmu lī, wa ana ajzī bihi (Allah langsung memberikan takaran pahalanya). Setiap kebaikan yang berpotensi mendatangkan pahala dilipatgandakan Allah dalam bulan Ramadan minimal sepuluh kali lipat.
- Hanya Ramadan yang siang dan malamnya penuh ampunan Allah. Kapan pun setiap muslim bisa meminta ampunan Allah, namun ada waktu-waktu yang strategis (seperti, 1/3 malam, di antara azan dan iqamah, dll.) dan tempat-tempat yang efektif (seperti: mihrab, masjid, dll.), yang mana setiap doa seorang muslim sangat cepat dikabulkan. Dan Ramadan menggabungkan kedua dimensi tersebut (siang dan malamnya).
- Widya Lisfianti. Arti Marhaban Ya Ramadhan. https://www.tribunnews.com/nasional/2022/03/29/arti-marhaban-ya-ramadhan-lebih-dari-sekedar-selamat-datang.
- Ahmad Kusyairi Suhail. Sambut Ramadhan dengan Suka Cita; Marhaban ya Ramadhan. https://news.detik.com/kolom/d-6013010/sambut-ramadhan-dengan-suka-cita-marhaban-ya-ramadhan.
- https://www.youtube.com/watch?v=GU59no0BBrw.
- http://smarturl.it/MaherZainChannel.
- https://www.youtube.com/watch?v=cgJTpIAzBt0.
- https://www.youtube.com/watch?v=pWn1lz4qvH0.
Jumat, 07 Februari 2025
Warkop Pinggir Kampus: Dari Tempat Nongkrong Jadi Ruang Diskusi Kreatif
Selasa, 01 Oktober 2024
MAN 1 Plus Keterampilan Langsa: Madrasah dengan Visi Besar untuk Mencetak Generasi Mandiri dan Terampil
"MAN 1 Plus Keterampilan Langsa adalah contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi di madrasah dapat membekali generasi muda dengan keahlian yang siap pakai, sambil tetap menanamkan nilai-nilai agama yang kuat."
Jumat, 20 September 2024
MAN 1 Samarinda: Melirik Madrasah dengan Keunggulan Keterampilan dan Riset di Kalimantan Timur
*Oleh: Agus Salim Salabi
"Integrasi antara agama dan keterampilan praktis menjadikan para siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata."
Ketika berbicara tentang lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk mencetak generasi berdaya saing tinggi, MAN 1 Samarinda layak mendapat sorotan khusus. Berlokasi di Jl. Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, madrasah ini bukan hanya sebuah institusi pendidikan agama, tetapi sebuah entitas yang memadukan nilai-nilai spiritual dengan keterampilan dan riset modern. Di bawah kepemimpinan Drs. H. Dede Rohimat, M.Pd., MAN 1 Samarinda telah mengukuhkan dirinya sebagai pionir pendidikan keterampilan di Kalimantan Timur.
Penting untuk disadari bahwa MAN 1 Samarinda lebih dari sekadar madrasah biasa. Madrasah ini adalah model keberhasilan dalam menggabungkan nilai-nilai agama dengan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui penetapan sebagai Madrasah Aliyah Plus Keterampilan pada tahun 2020, MAN 1 Samarinda tidak hanya membekali siswa dengan ilmu agama yang kokoh, tetapi juga membuka peluang luas bagi mereka untuk menguasai berbagai keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja. Lima program keterampilan unggulan seperti Tata Boga, Tata Busana, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik Pengelasan, dan Teknik Komputer dan Jaringan adalah contoh nyata bagaimana madrasah ini melampaui ekspektasi sebagai pusat pembelajaran agama.
Namun, keunggulan MAN 1 Samarinda tidak berhenti di sini. Sebagai Madrasah Penyelenggara Riset, madrasah ini memberikan wadah bagi para siswa untuk menggali dan mengembangkan potensi intelektual mereka. Program riset yang dikembangkan di sini telah menjadi katalisator bagi tumbuhnya inovasi dan prestasi akademik siswa. Ini bukan sekadar pencapaian akademis, tetapi juga bukti nyata bahwa pendidikan di madrasah bisa sejalan dengan kebutuhan zaman modern yang menuntut kreativitas dan daya saing tinggi.
Ketika banyak orang masih terjebak dalam stereotip lama bahwa madrasah hanya mengajarkan ilmu agama, MAN 1 Samarinda membuktikan sebaliknya. Melalui keterampilan Tata Boga, siswa berhasil memproduksi makanan ringan yang selalu laris manis menjadi jajanan warga madrasah. Di bidang Tata Busana, kreativitas siswa terlihat dalam beberapa rancangan pakaian tradisional yang dipamerkan di galeri sekolah. Di bengkel madrasah, keterampilan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yang dikuasai siswa memungkinkan mereka memberikan layanan perbaikan dan service kendaraan bermotor. Ini semua tak terlepas dari intensitas dan keikhlasan para guru pembimbing yang bahkan mereka menjadi ahli dalam bidangnya berkat pembelajaran otodidak yang mereka lakukan. Produk inovatif yang dihasilkan dari Teknik Pengelasan memperlihatkan sejauh mana madrasah ini mampu membentuk generasi produktif dan mandiri.
Pencapaian ini tentu bukan sekadar angka di atas kertas. MAN 1 Samarinda telah berhasil menunjukkan bahwa lulusan mereka tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga siap berwirausaha atau langsung terjun ke dunia kerja dengan bekal keterampilan. Ini menjadi salah satu keunggulan nyata yang ditawarkan MAN 1 Samarinda: "Integrasi antara agama dan keterampilan praktis yang menjadikan para siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata."
Tidak bisa disangkal, citra madrasah ini sebagai lembaga yang beradaptasi dengan perubahan zaman semakin kuat dengan penerapan teknologi digital. Keberadaan platform website (https://www.man1samarinda.sch.id) interaktif yang memudahkan akses informasi menjadi bukti nyata bahwa MAN 1 Samarinda serius dalam mendukung pembelajaran di era teknologi. Ini adalah langkah penting dalam menjawab tantangan pendidikan di masa depan, di mana teknologi digital akan terus memainkan peran sentral.
Secara keseluruhan, MAN 1 Samarinda adalah contoh ideal bagaimana lembaga pendidikan agama dapat mengadopsi pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang dipegang teguh. Dengan visi yang kuat, kepemimpinan yang bijaksana, dan inovasi yang terus berkembang, madrasah ini tidak hanya berhasil mendidik siswa untuk menjadi pribadi yang berkarakter, tetapi juga memberikan mereka bekal keterampilan dan pengetahuan untuk sukses di berbagai bidang kehidupan.
**Nama Lengkap Penulis; Dr. Agus Salim Salabi, M.A. Dosen Pada Pascasarjana IAIN Lhokseumawe
Selasa, 17 September 2024
Supermoon: Menikmati Panorama Langit Sambil Mewaspadai Risiko Bencana
Supermoon adalah fenomena ketika bulan purnama tampak lebih besar dan lebih dekat dari biasanya. Ini terjadi ketika jarak antara Bumi dan bulan kurang dari 363.104 kilometer. Pada tanggal 18 September 2024, jarak Bumi dengan bulan diperkirakan mencapai 357.486 kilometer, membuat bulan tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan dengan purnama biasa.
Fenomena ini sering menarik perhatian banyak orang untuk
mengabadikan keindahan langit malam. Festival foto bulan dan observasi publik
sering diselenggarakan, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan
langsung keindahan astronomi. Supermoon bukan hanya pemandangan yang luar
biasa, tetapi juga mengingatkan kita akan hubungan kosmis yang erat antara Bumi
dan bulan.
Puncak purnama pada bulan Rabiul Awal 1446 Hijriah akan terjadi
pada hari Rabu, 18 September 2024, pukul 09.34 WIB. Saat itu, bulan akan
terlihat lebih besar dibandingkan mikromoon—sekitar 14% lebih besar dari
purnama ketika bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi. Cahaya bulan juga
akan terasa lebih terang, hingga 30% lebih terang dari mikromoon.
Meskipun supermoon adalah fenomena alam yang indah, ada baiknya
kita juga memikirkan dampak potensialnya terhadap lingkungan, terutama di
wilayah pesisir yang rentan terhadap banjir pasang. Beberapa ahli menyarankan
bahwa tarikan gravitasi bulan yang lebih kuat saat supermoon bisa memperburuk
dampak dari bencana alam, seperti banjir atau erosi pantai. Oleh karena itu,
langkah-langkah mitigasi bencana sangat penting dilakukan agar kita tetap aman
sembari menikmati keindahan alam ini.
Supermoon: Fenomena Alam yang Memikat
Sebagai satelit bumi, bulan selalu mengintari bumi dengan bentuk
orbit yang lonjong (elip) dengan waktu tempuh dalam satu kali orbit (sinodis)
29 hari 12 jam 44 menit 43 detik. Bentuk orbit bulan yang lonjong mengakibatkan
dalam perjalanan nya ada saat dimana posisi bulan jauh dengan bumi (apoge)
dengan jarak rata-rata 405.969 kilometer, bila posisi bulan saat purnama lebih jauh dari
405.969 kilometer disebut dengan mikromoon. Saat bulan dekat dengan bumi (perige)
dengan jarak rata-rata 363.104 kilometer, bila posisi bulan saat purnama lebih dekat dari
363.104 kilometer disebut dengan supermoon. Sedangkan jarak rata-rata bumi ke
bulan adalah 384.400 kilometer.
Supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan
perigee-nya, yaitu titik terdekat bulan dengan bumi. Akibatnya, bulan tampak
sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada saat berada di apogee,
titik terjauh dari bumi. Peningkatan visual ini memberikan tampilan yang
dramatis dan memikat bagi para pengamat langit di seluruh dunia.
Potensi Dampak Supermoon terhadap Bencana Alam
Walaupun fenomena supermoon pada dasarnya adalah fenomena visual, ada beberapa potensi dampak terhadap lingkungan, terutama dalam konteks bencana alam. Berikut adalah beberapa potensi dampak yang mungkin terjadi:
- Pasang Surut Air Laut yang Ekstrem: Supermoon dapat menyebabkan pasang surut air laut yang lebih ekstrem karena tarikan gravitasi bulan yang lebih kuat. Kenaikan dan penurunan air laut yang ekstrem ini dapat memperburuk dampak dari banjir atau erosi pantai. Wilayah pesisir, terutama yang sudah rentan terhadap kenaikan air laut, bisa menghadapi risiko lebih besar selama periode supermoon.
- Peningkatan Risiko Bencana Alam: Meskipun tidak ada bukti langsung bahwa supermoon menyebabkan bencana seperti gempa bumi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa fase bulan ekstrem dapat mempengaruhi tektonik bumi. Perubahan dalam tekanan gravitasi bisa memicu aktivitas seismik di beberapa wilayah yang sudah rawan gempa.
Langkah-Langkah untuk Mitigasi Bencana
Menghadapi dampak yang mungkin timbul dari supermoon memerlukan langkah mitigasi yang tepat. Rencana mitigasi bencana Rop (Resilience, Preparedness, and Response) dapat membantu masyarakat mengurangi risiko dan meminimalkan dampak dari potensi bencana. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:
- Pemantauan dan Peringatan Dini: Sistem pemantauan pasang surut dan perkiraan cuaca dari BMKG perlu ditingkatkan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat mengenai perubahan ekstrem yang mungkin terjadi selama supermoon. Dengan informasi yang cukup, masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi kemungkinan banjir atau erosi yang diakibatkan dari pasang yang tinggi.
- Perencanaan dan Infrastruktur: Pemerintah dan lembaga terkait harus memastikan bahwa infrastruktur pesisir, seperti tanggul dan sistem drainase, diperkuat untuk menangani kemungkinan pasang surut ekstrem. Perencanaan tata ruang yang baik juga penting untuk mengurangi risiko terhadap daerah yang rawan bencana.
- Edukasi dan Kesadaran Publik: Masyarakat harus diberi edukasi mengenai risiko dan cara mitigasi selama periode supermoon. Pelatihan dan simulasi bencana dapat membantu masyarakat memahami langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi diri dan properti mereka.
- Koordinasi dan Kerjasama: Koordinasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga bencana, dan masyarakat, sangat penting untuk respon yang efektif terhadap bencana. Kerjasama antara semua pihak dapat memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi diterapkan dengan baik dan respons bencana berjalan lancar.
Kesimpulan
Supermoon adalah fenomena yang menakjubkan dan mempesona, tetapi
penting untuk menyadari potensi dampaknya terhadap lingkungan dan bencana alam.
Dengan menerapkan langkah mitigasi yang tepat melalui pendekatan Rop,
masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan dampak dari fenomena ini dan
melindungi diri serta lingkungan mereka. Persiapan yang baik dan pengetahuan
yang memadai adalah kunci untuk mengurangi risiko dan memastikan keselamatan di
tengah pesona supermoon yang memukau.
Supermoon adalah contoh menakjubkan dari keindahan alam yang dapat
dinikmati oleh banyak orang di seluruh dunia. Namun, fenomena ini juga membawa
tantangan yang perlu diatasi untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap
lingkungan dan masyarakat. Dengan persiapan yang tepat dan pemahaman yang lebih
baik, kita dapat menghargai keindahan supermoon sambil memitigasi risiko yang
mungkin ditimbulkannya. Menggabungkan apresiasi terhadap panorama alam dengan
tindakan preventif adalah kunci untuk memastikan bahwa fenomena langit ini
dapat dinikmati dengan aman dan bertanggung jawab.
Kamis, 12 September 2024
Bullying: Mimpi Buruk Dunia Pendidikan Indonesia
- Lingkungan: Anak-anak yang tumbuh di lingkungan kemiskinan sering kali terpapar pada perilaku negatif. Konflik keluarga yang tidak sehat, terutama yang melibatkan kekerasan, dapat membentuk pribadi anak yang agresif atau tertutup.
- Kehidupan di kota besar: Anonimitas dan gaya hidup individualistis di kota besar membuat ikatan sosial semakin longgar. Kehilangan rasa kebersamaan ini membuat anak-anak tidak mendapatkan dukungan emosional yang mereka butuhkan.
- Disiplin yang salah: Penerapan disiplin yang keras sering kali justru menimbulkan efek sebaliknya. Anak bisa tumbuh menjadi penakut dan rentan dibully, atau malah menjadi pemberontak dan pelaku kekerasan.
Jumat, 30 Agustus 2024
Biaya Publikasi Jurnal: Beban yang Wajar atau Kezaliman terhadap Penulis?
- Pengajuan Naskah (Submission); Penulis mengirimkan artikel mereka melalui sistem manajemen jurnal, melampirkan semua file yang diperlukan, seperti naskah utama, tabel, gambar, dan surat pengantar (cover letter). Artikel tersebut kemudian diperiksa secara administratif untuk memastikan bahwa semua persyaratan pengajuan terpenuhi.
- Evaluasi Awal oleh Editor (Initial Screening); Editor in Chief atau Editor melakukan evaluasi awal untuk menentukan apakah naskah tersebut sesuai dengan cakupan dan standar jurnal. Pada tahap ini, editor juga memeriksa kesesuaian naskah dengan pedoman penulisan jurnal dan memverifikasi apakah ada plagiarisme. Jika naskah tidak memenuhi kriteria awal, naskah bisa langsung ditolak atau dikembalikan kepada penulis untuk revisi sebelum dilanjutkan ke proses review.
- Pemilihan Reviewer (Reviewer Selection); Editor atau Section Editor memilih reviewer yang ahli dalam bidang yang relevan dengan topik artikel. Biasanya, 2-3 reviewer diundang/ditunjuk untuk menilai naskah. Pemilihan reviewer didasarkan pada keahlian mereka, ketersediaan, dan rekam jejak sebagai reviewer.
- Proses Review (Peer Review); Reviewer menerima naskah dan melakukan penilaian kritis terhadap aspek-aspek seperti orisinalitas, metodologi, validitas data, analisis, dan relevansi hasil penelitian. Reviewer memberikan komentar rinci, saran perbaikan, dan rekomendasi kepada editor. Rekomendasi ini bisa berupa: Terima tanpa revisi, Terima dengan revisi minor, Terima dengan revisi mayor, Tolak. Reviewer biasanya diberi waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menyelesaikan review.
- Keputusan Editor (Editorial Decision); Berdasarkan umpan balik dari para reviewer, editor membuat keputusan tentang naskah tersebut. Editor mengomunikasikan keputusan ini kepada penulis, bersama dengan komentar dan saran dari reviewer. Jika revisi diperlukan, penulis diberi kesempatan untuk memperbaiki naskah dan mengirimkan kembali untuk evaluasi ulang.
- Revisi oleh Penulis (Author Revisions); Penulis merevisi naskah sesuai dengan komentar dan saran dari reviewer. Revisi tersebut kemudian dikirimkan kembali ke jurnal. Jika revisi dianggap memadai, artikel mungkin langsung diterima. Namun, jika revisi besar diperlukan, naskah bisa dikirim kembali ke reviewer untuk penilaian ulang.
- Evaluasi Ulang (Re-evaluation); Jika naskah mengalami revisi mayor, editor mungkin meminta reviewer yang sama (atau reviewer baru) untuk mengevaluasi versi yang telah direvisi. Reviewer menilai apakah penulis telah menangani semua masalah yang diidentifikasi dalam review awal.
- Keputusan Akhir (Final Decision); Setelah proses revisi selesai dan naskah dianggap memenuhi semua persyaratan, editor membuat keputusan akhir untuk menerima naskah untuk publikasi. Jika naskah ditolak, editor memberikan penjelasan yang jelas kepada penulis tentang alasan penolakan.
- Proofreading dan Copy Editing; Setelah naskah diterima, dilakukan proses proofreading dan copy editing untuk memastikan tidak ada kesalahan teknis atau bahasa dalam naskah. Penulis mungkin perlu memeriksa dan menyetujui proof sebelum publikasi final.
- Publikasi (Publication); Naskah yang telah disetujui dan disunting kemudian diterbitkan dalam edisi jurnal yang sesuai, baik dalam bentuk cetak maupun digital.
Rabu, 03 Juli 2024
Pendidikan Finansial: Kunci Mencegah Kecanduan Judi Online
- Program Edukasi Keuangan Terintegrasi: Perguruan tinggi perlu mengintegrasikan program edukasi keuangan dalam kurikulum mereka. Ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar tentang pengelolaan uang tetapi juga memberikan panduan praktis tentang cara menghindari risiko keuangan, termasuk judi online.
- Konseling dan Dukungan Psikologis: Mahasiswa yang mengalami stres atau masalah emosional mungkin lebih rentan terhadap kecanduan judi online. Layanan konseling dan dukungan psikologis di kampus dapat membantu mereka mengatasi masalah ini tanpa harus mencari pelarian melalui judi.
- Kegiatan Ekstrakurikuler yang Positif: Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler atau memiliki hobi cenderung memiliki waktu yang lebih sedikit untuk berjudi online. Keterlibatan dalam kegiatan positif dapat mengalihkan perhatian mereka dari perjudian.
- Peningkatan Kesadaran Melalui Seminar dan Workshop: Perguruan tinggi dapat mengadakan seminar atau workshop tentang bahaya judi online dan cara menghindarinya. Program-program ini dapat memberikan informasi penting dan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang risiko yang terkait dengan judi online.
- Pengawasan dan Bimbingan dari Dosen dan Orang Tua: Mahasiswa perlu mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari dosen dan orang tua agar mereka tetap berada pada jalur yang benar dalam mengelola keuangan dan menghindari perilaku berisiko.
- Akses ke Sumber Daya Edukasi Finansial: Perguruan tinggi dapat menyediakan akses ke sumber daya edukasi finansial, seperti buku, artikel, dan kursus online, yang dapat membantu mahasiswa memahami dan mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.
Senin, 09 Oktober 2023
Meningkatkan Pemahaman Dosen terhadap Platform Akademik Digital: Langkah Strategis dalam Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi
- Kurangnya Pelatihan dan Pendampingan: Banyak dosen tidak mendapatkan pelatihan yang memadai untuk memahami cara kerja dan manfaat platform digital.
- Keterbatasan Infrastruktur: Akses internet yang terbatas atau fasilitas teknologi yang belum memadai sering menjadi hambatan dalam optimalisasi platform.
- Kesenjangan Kompetensi Digital: Tidak semua dosen memiliki kemampuan yang sama dalam teknologi digital, terutama dosen senior yang mungkin kurang familiar dengan sistem ini.
- Keterbatasan Waktu: Beban kerja yang tinggi sering kali membuat dosen kesulitan untuk fokus belajar dan mengelola akun digital mereka.
- Kurangnya Kesadaran Akan Manfaat Jangka Panjang: Sebagian dosen belum memahami pentingnya platform ini untuk pengembangan karier akademik dan kontribusi terhadap institusi.
- Penyelenggaraan Workshop Rutin: Perguruan tinggi perlu secara berkala mengadakan pelatihan yang fokus pada pengelolaan platform akademik digital.
- Pendampingan Personal: Menyediakan mentor atau tim pendukung untuk membantu dosen secara personal dalam mengelola akun mereka.
- Investasi Infrastruktur: Institusi harus meningkatkan akses ke teknologi, seperti internet cepat dan perangkat pendukung lainnya.
- Peningkatan Kesadaran: Melalui diskusi atau seminar, penting untuk menjelaskan manfaat langsung dan tidak langsung dari pemanfaatan platform ini.
- Penghargaan dan Insentif: Memberikan apresiasi kepada dosen yang aktif mengelola platform digital sebagai motivasi tambahan.


















.png)

