Carousel

Selasa, 04 Juni 2024

Pengabdian Prodi PGMI IAIN Lhokseumawe dalam Workshop Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin


Rangkang Belajar | Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Workshop Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatal Lil 'Alamin (P5PPRA) hari ini, 04/06/2024 yang bertempat di MIN 26 Syamtalira Bayu, Aceh Utara. 

Workshop ini menghadirkan tim narasumber yang terdiri dari: Dr. Maya Safitri, M.A. - Ketua Jurusan PGMI Fauziana, M.Pd. - Sekretaris Jurusan PGMI, Elfiadi, M.Pd. dan Sarah Fazilla, M.Pd. - Dosen PGMI, serta Dua Mahasiswa PGMI yang terlibat aktif dalam penyampaian materi dan pendampingan. Sebanyak 25 guru dari MIN 26 Aceh Utara menjadi peserta dalam workshop ini. 


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kementerian Agama Aceh Utara, Bapak Ruslan, S.Ag., M.Pd., yang memberikan sambutan dan apresiasi terhadap inisiatif dan komitmen PGMI IAIN Lhokseumawe dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah. Kepala Sekolah MIN 26, Ibu Liliana, S.Pd., juga turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap terlaksananya kegiatan ini.
 
Workshop ini bertujuan untuk melatih para guru dalam merancang modul P5PPRA dan cara melakukan asesmen dari kegiatan tersebut. Untuk itu, para pemateri merasa perlu untuk menyampaikan materi-materi terkait: 1) Pengenalan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin, 2) langkah-langkah dan strategi dalam merancang modul pembelajaran yang sesuai dengan profil P5PPRA, 3) Metode dan alat yang dapat digunakan untuk menilai dan mengevaluasi hasil belajar siswa dalam kerangka P5PPRA. 

Dr. Maya Safitri, M.A., selaku Ketua Jurusan PGMI, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempersiapkan guru yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin. Fauziana, M.Pd. dan Elfiadi, M.Pd., menambahkan bahwa workshop ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. 


Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama workshop berlangsung. Mereka berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan praktik, menunjukkan keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh di sekolah masing-masing. Ibu Liliana, S.Pd, menyatakan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. 

Dengan terlaksananya workshop ini, Jurusan PGMI IAIN Lhokseumawe berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam. (Elfiadi)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 26 April 2024

Merekat Silaturahmi melalui Balai Pengajian Perum. Firya Lientas

Rangkang Belajar | Setiap malam Jumat, kaum Bapak warga perumahan Firya lientas Jl. Elak, Alue Awe, Muara Dua, Lhokseumawe berkumpul untuk mengadakan pengajian kitab rutin. Pengajian ini tidak hanya menjadi sarana untuk mencari berkah ilmu, tetapi juga menjadi wadah penting untuk merekat silaturahmi di antara warga kompleks.

Pengajian rutin dengan pendalaman permasalahan fikih dari Kitab "Sabīlul Muhtadīn" karangan Muhammad Rasyid Abdullah Al-Banjari dipandu oleh Tengku Dr. Munadi, M.A. Dosen IAIN Lhokseumawe yang juga merupakan warga Perum. Firya Lientas. Ini menunjukkan bahwa kegiatan pengajian benar-benar menjadi milik bersama bagi seluruh warga kompleks. 

Semangat kajian kitab menjadi semakin kuat karena mayoritas warga kompleks memiliki kesibukan sendiri-sendiri, sehingga momen pertemuan seminggu sekali ini menjadi sangat berarti untuk menjaga dan mempererat tali persaudaraan di antara warga komplek perumahan.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, selain berdiskusi terkait permasalahan fikih, kaum bapak peserta pengajian dapat saling bertukar informasi, berbagi cerita, dan saling memberikan dukungan moral. Dalam konteks yang lebih luas, pengajian kitab rutin ini juga memiliki dampak yang positif dalam memperkuat identitas keislaman warga kompleks. Mereka tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Pengajian ini juga menjadi ajang untuk menjaga tradisi dan budaya lokal yang kental dalam kehidupan masyarakat Aceh. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi media yang kuat untuk membangun hubungan sosial yang harmonis dan erat di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan modern. (Sam)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Cloud Hosting Indonesia

Kamis, 21 Maret 2024

Ramadan Bulan Ilmu

Oleh: Buya Mas Rahim Salaby


أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ(البقرة: ١٨٤)

Hanya dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu di hari-hari yang lain. Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka berpuasa) wajib membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu (dibanding dengan fidyah) jika kamu mengetahui (berilmu). (al-Baqarah: 184).

Menggali Ilmu dengan Tadarrus Al-Qur’an 
Dalam Al-Qur'an banyak sekali ayat yang menceritakan tentang peran ilmu, maka Ramadan menjadi bulan studi Al-Qur'an. Ilmu sangat penting dalam kehidupan manusia, karenanya, Nabi berpesan: “Barang siapa yang mau kehidupan dunia harus berilmu, dan siapa yang mau bahagia di akhirat harus berilmu, dan siapa yang mau dua-duanya harus punya ilmu.”
Ada tiga macam bentuk ilmu yang akan diraih manusia: 1) pengetahuan yang diperoleh dari hasil nalar yang bisa disebut dengan ‘ilmul yaqīn (QS. 102: 5), 2) ilmu pengetahuan yang diperoleh dari hasil penglihatan, penelitian, observasi yang disebut dengan ‘ainul yaqīn (QS. 102: 7), dan 3) ilmu yang diperoleh dari pengalaman pribadi yang tumbuh dari intuisi disebut haqqul yaqīn (QS. 69: 51). Di sisi lain, ada juga kesalahan dalam berpikir yang dapat dikelompokkan menjadi tiga macam: 1) kesalahan mengambil dalil, 2) kesalahan pengamatan, dan 3) kesalahan intuisi.

Selanjutnya, ada tiga macam tingkatan ilmu pengetahuan: 
Pertama, pengetahuan yang kebenarannya merupakan dugaan awal yang dihasilkan cara berpikir deduksi (mengambil suatu kesimpulan dari hal-hal yang umum) atau berpikir secara induksi (mengambil kesimpulan umum dari beberapa kenyataan atau penjelasan-penjelasan).

Kedua, bentuk pengetahuan ilmiah yang didasarkan pada pengalaman (observasi dan eksperimen) maupun pengetahuan yang didasarkan laporan-laporan atau catatan dari pengalaman aktual. Dalam hal ini harus juga diperhitungkan siapa yang mencatat atau yag membuat laporan. Maka dalam ilmu hadis semua catatan hadis itu diperiksa siapa yang memberitakan dari mana ia dapat, apakah narasumber benar sahabat dan mendengar langsung dari Nabi. Setelah diteliti, dapatlah dibedakan mana yang sahih dan mana yang daif. 

Ketiga, pengetahuan ilmiah yang dihasilkan dari studi terhadap gejala-gejala alam; gejala-gejala alam ini adalah ayat Allah, simbol-simbol dari hakikat yang Maha Sempurna dan hukum-hukum alam adalah sunnatullāh sehingga dengan demikian cendakiawan Islam  dapat memahami sunnatullāh yang disebut “al-āyātul kauniyah“. Karenanya, jadikan Ramadan sebagai "bulan pendidikan" (syahru at-tarbiyah), sebagai "Pesantren Kilat' untuk (bilkhuṣūṣ) remaja-remaja Islam, agar mereka berkesempatan menimba ilmu-ilmu Al-Qur'an. Bacalah ayat-ayat Al-Qur'an yang penulis cantumkan untuk mendalami sendiri ayat-ayat Al-Qur’an:
  1. Kosmologi; tentang keajaiban ciptaan Allah. Pelajari QS. 2: 255, QS. 57: 4-5, QS. 4: 11, 12, QS. 65: 12, QS. 71: 15-16, QS. 23: 17, QS. 7: 54, QS. 13: 2, QS. 13: 15, QS. 50: 38, QS. 10: 5, QS. 6: 97, QS. 71: 15-16.
  2. Astronomi; ilmu pengetahuan mengenai benda-benda langit tentang gerak, pengembangan, dan sifat-sifatnya. pelajari: QS. 50: 6, QS. 13: 2, QS. 79: 28, QS. 31: 10, QS. 55: 7, QS. 6: 97, QS. 36: 38-40, QS. 10: 5-6, QS. 37: 6, QS. 82: 1-2.
  3. Fisika/Metafisika; ilmu pengetahuan tentang alam yang konkret atau pun yang abstrak. Tentang cahaya, pelajari: QS. 24: 35, QS. 25: 61, QS. 66: 8, QS. 2: 17, QS. 2: 20. Tentang keajaiban penglihatan, pelajari: QS. 33: 19, QS. 8: 44, QS. 5: 83, QS. 9: 92. Tentang jarak dengan perhitungn tahun cahaya, pelajari: QS. 32: 5, QS. 22: 47. Tentang periodesasi alam yang jutaan tahun disebut dengan hari, pelajari: QS. 32: 4-5, QS. 50: 38. tentang perubahan perasaan tentang ukuran waktu di akhirat, pelajari: QS. 2: 259, QS. 23: 112-114, QS. 18: 19. Tentang dimensi mikroskopis dalam waktu, pelajari: QS. 16: 77, QS. 54: 50, QS. 50: 16, QS. 56: 85, QS. 27: 38-40. Tentang bayang-bayang, pelajar: QS. 16: 48, QS. 25: 45, QS. 13: 15, 35. Tentang panas, pelajari: QS. 56: 71-73, QS. 20: 10, QS. 36: 80, QS. 27: 7, QS. 35: 21. Tentang listrik, pelajari: QS. 2: 19,20, QS. 13: 12,13. Tentang suara, pelajar: QS. 18: 26, QS. 34: 50. Tentang makhluk yang berasal dari api, pelajari: QS. 15: 27, QS. 55: 15.
  4. Ilmu Hitung/Matematika; QS. 18: 11, 12, 19, 22, QS. 19: 84, QS. 4: 7, 11, 12, 176.
  5. Sejarah/Anthropologi; QS. 7: 100-102, QS. 3: 137, QS. 6: 6, QS. 9: 70, QS. 14: 9, QS.  25: 37-38, QS. 4: 1, QS. 30: 22. 
  6. Geografi/Geologi; QS. 27: 61, QS. 16: 15, QS. 50: 7-11, QS. 27: 61, QS. 79: 30-33, QS. 16: 15, QS. 51: 48, QS. 71: 19, 20.
  7. Biologi;  QS. 27: 60, QS. 16: 10, QS. 6: 99, QS. 35: 28, QS. 36: 71-72.
  8. Embriologi;  QS. 23: 12-14, QS. 35: 11, QS. 56: 57-65, QS. 71: 14, QS. 86: 6-7.
  9. Zoologi; QS. 24: 45, QS. 53: 45-46, QS. 6: 142-144, QS. 16: 5-9, 66, QS. 67: 19.
  10. Kelautan/Pelayaran: QS. 16: 4, QS. 10: 22, QS. 22: 65, QS. 30: 46.
  11. Mineralogi; QS. 34: 11, QS. 57: 25, QS. 76: 15-16, QS. 55: 58-59, QS. 9: 34. 
  12. Pertanian; QS. 20: 53, QS. 6: 99, QS. 22: 5, QS. 6: 141, QS. 16: 10-11, QS. 13: 4, QS. 22: 5, QS. 26: 7-8.
  13. Ekonomi/Perdagangan; QS. 28: 77, QS. 2: 198, 261, 265, QS. 24: 37, QS. 62: 10, QS. 67: 15, QS. 71: 19-20.
  14. Arkeologi: QS. 7: 74, QS. 22: 45, QS. 26: 128-138, QS. 27: 51, 52, QS. 32: 26,  40: 82. 
  15. Sosiologi; QS.4: 1, QS. 7: 189, QS. 49: 13.
  16. Seksiologi/Perkawinan; QS. 2: 223, 231, QS. 5: 5, QS. 4: 3, 25, 34, 128, 129, QS. 30: 21.
  17. Kimia; QS. 15: 19, QS. 41: 11, QS. 51: 49, QS. 36: 36, 24: 43. 
Sebagai contoh, sebagaimana yang termaktub dalam surah ke-15/Al-Hijir ayat 19 yang tersebut di atas terdapat kalimat: وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ  yang bermakna: “Kami tumbuhkan di bumi itu sesuatu yang seimbang“. Hukum seimbang itu adalah: manusia dan hewan memerlukan zat asam atau O2 untuk bernafas dan membuang CO2, yaitu zat asam arang yang diperlukan tumbuh-tumbuhan, maka kehidupan di bumi menjadi seimbang.

Dari ayat-ayat yang tertera tentang berbagai macam ilmu pengetahuan yang dititipkan Allah melalui Al-Qur’an, mari kita mengisi waktu pada bulan Ramadan ini dengan banyak bertadarrus. Tadarrusul Qur’ān yang dimaksud bukan sekadar membacanya (qirā’ah atau tilāwah) saja sehingga ayat-ayat Allah tetap melangit (meskipun diketahui, bahwa setiap huruf yang dibaca akan diganjar sepuluh kebaikan). Sudah saatnya, kita memaknai tadarusul Qur’ān sebagai kegiatan belajar/mengkaji, menelaah, dan mendiskusikan ayat-ayat Allah yang agung sehingga ayat-ayat Allah dapat diimplementasikan dalam kehidupan (dibumikan). Karenanya, tidak seharusnya belajar formal di sekolah/madrasah dan perguruan tinggi harus diliburkan. Bukankah ṭalabul ‘ilmi farīḍah ‘alā kulli muslimin wa muslimah (menuntut ilmu itu wajib bagi muslim dan muslimat)? Dan bukankah setiap amal kebaikan di bulan Ramadan akan mendapat ganjaran berlipat ganda?

Wallahu a'lam
Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Selasa, 19 Maret 2024

Ramadan Bulan Sehat

Oleh: Buya Mas Rahim Salaby (Allah Yarham)

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa“. Atas dasar Firman ini, maka hukum puasa adalah wajib bagi setiap muslim, kecuali perempuan yang sedang berhalangan (haid) atau orang sakit, dan musafir (orang yang dalam perjalanan). 

Bagi mereka yang berhalangan berpuasa karena sakit atau musafir, maka wajib mengganti di hari yang lain di luar bulan Ramadan dan bagi yang tak sanggup berpuasa karena terlalu tua atau sakit berkepanjangan, Allah memberi keringanan dengan “membayar fidyah”. وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ, puasanya tak perlu diganti.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasul bersabda: “Berpuasalah kalian, kalian akan sehat” (hadis diriwayatkan Aṭ-Ṭabrani dalam Mu’jam al-Awsaṭ), begitulah setidaknya terjemahan bebas dari hadis Rasul berikut: 

قال رسول الله صلعم : صوموا تصحوا   
Secara zahir, puasa itu menahan diri dari makan dan minum dan dari segala yang membatalkan puasa. Memang tubuh kita butuh dengan makanan dan minuman. Kalau kita merujuk kepada Rasulullah tentang makan dan minum, beliau bersabda:

حسب ابن ادم لقيمات يقمن صلبه فان كان ولا بد فثلث للطعام وثلث للماء وثلث للتنفس

“Cukuplah untuk anak Adam (Manusia) beberapa suap makanan untuk mengkuatkan tulang sulbinya (mengkuatkan tubuhnya). Maka dari itu jangan congok (rakus). (Isilah perut) sepertiga untuk makanan, sepertiganya untuk minuman dan sepertiganya untuk bernafas”

Terkait makanan, menegaskan hadis di atas, Allah telah berfirman dalam QS. 16/An-Nahl: 114: ”Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." Pada surah lainnya (QS. 7/Al-A’raf: 31) Allah berfirman: ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Hadis dan ayat di atas mengandung amar yang menyuruh kita untuk mengkonsumsi makanan atau minuman sebagai berikut: 
  1. Makanan atau minuman yang halal dan baik (ṭayyib), karena tidak semua makanan yang halal itu pasti ṭayyib. Daging kambing adalah makanan halal tapi, pada bagian-bagian tertentu tidak ṭayyib bagi pengidap darah tinggi. Bumbu penyedap dan pengawet halal dimakan, tapi tidak ṭayyib bagi kebanyakan orang walaupun dia dalam keadaan sehat. 
  2. Tubuh memerlukan keseimbangan nutrisi, tapi kebanyakan kita malah mengutamakan selera, enak, sedap, nikmat, sehingga dapat merusak keseimbangan nutrisi tubuh yang menyebabkan munculnya penyakit. Karenanya, Nabi berpesan: “Berpuasalah supaya sehat.”
  3. Makan dan minum secukup kebutuhan tubuh, tidak boleh berlebihan. Karenanya, kita perlu memperhatikan bahwa tubuh kita membutuhkan nutrisi yang seimbang, yaitu:
  • air: 57% (mengatur panas dan suhu badan serta merupakan sumber makanan),
  • protein: 20% (materi penyusun organ tubuh, otot, darah dan rambut),
  • lemak: 15% (sumber energi tertinggi),
  • karbohidrat: 2% (tenaga, membantu pencernaan, mengasimilasi makanan),
  • vitamin: 1% (penting untuk metabolisme dan makanan secara normal), dan
  • mineral: 5% (mitra vitamin merupakan listrik tubuh).
Pada surah lainnya (QS.2/al-Baqarah: 60), Allah kembali menegaskan: ”... Makan dan minumlah kamu dengan rezeki (yang diberikan) Allah, dan  janganlah kamu berkeliaran di muka bumi untuk berbuat kerusakan.

Makan dan minumlah yang halal dan ṭayyib, jangan dimakan atau diminum makanan/minuman yang membuat orang menjadi fasad (rusak) seperti minuman keras, ganja, morfin, dan yang sejenis lainnya. Makanan yang mengandung kimia juga tidak ṭayyib dan semestinya harus dihindari juga.

Baca juga: "Ramadan Bulan Ilmu"

Adanya informasi tentang berkah Ramadan, salah satunya adalah berkah sehat tidak diragukan lagi oleh para ahli medis. Dengan berpuasa kadar gula di dalam darah menurun, itulah sebabnya kalau orang berpuasa merasa agak lemas, kurang bertenaga, dan setelah berbuka baru terasa energi bertambah. Kaum muslimin yang mengidap diabetes akan bertambah sehat dengan berpuasa, yang tensinya tinggi dengan puasa akan turun tensinya. Tapi kalau berbuka dengan cara yang tidak mengikut sunah, bukannnya bertambah tenaga atau bertambah sehat, malah bertambah sesak karena makanan terlalu padat dalam lambung sampai naik ke rongga dada. Kalau sudah begini, mau rukuk pun terasa sesak, apalagi sujud. Maka Nabi kita menasihatkan: ”Makanlah sekadar cukup menguatkan fisik, karena itu isilah perut sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya kosongkan untuk nafas.” Namun fakta yang terjadi dan tidak dapat dipungkiri, sepanjang Ramadan banyak tersedia menu berbuka baik yang diolah sendiri maupun yang dijual bebas dan dengan mudah didapat di sepanjang jalan menjelang waktu berbuka yang tak mampu membendung selera. 

Banyaknya varian jajanan tak mampu membendung selera dan hasrat ingin “membalas dendam” saat berbuka nantinya. Sehingga banyak jajanan yang di luar standar sehat pun juga dilahap. Mulai dari jenis gorengan, kue-kue dan makanan ringan lain, serta berbagai jenis minuman mulai dari air sirup, teh manis, minuman besoda, jus manis, minuman berkarbonasi, dan kopi pun siap memanjakan dahaga yang tertahan sepanjang hari. Alhasil kebutuhan tubuh untuk makan dan minum diasup melebihi kuota kemampuan yang bisa saja mendatangkan dampak negatif bagi tubuh. Bukan sehat yang didapat, tapi malah sakit karena tak mampu menahan selera makan. Maka sungguh sangat menyedihkan, umat Islam yang mengamalkan perintah puasa malah lebih banyak sakit-sakitan akibat pola makan yang tak menentu atau karena makanan dan minuman yang tidak ṭayyib.

Wallahu a'lam
Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Senin, 11 Maret 2024

Marhaban Ya Ramadan

Oleh: Milas Suga


Terlepas dari adanya perbedaan mengawali puasa Ramadan bagi umat Islam Indonesia, sepatutnya kita menyambut ṣiyām dengan suka cita. Menyambut dengan gembira penuh rasa syukur akan datangnya bulan Ramadan adalah dengan men-tarḥīb Ramadan yang biasanya diucapkan dengan: "Marhaban Ya Ramadan".

Kata tarḥīb dalam bahasa Arab berasal dari kata raḥḥaba, yuraḥḥibu, tarḥīban yang berarti 'melapangkan dada', 'menyambut dengan mesra’, ‘senang hati dan suka cita.' Dalam konteks ini, tarḥīb adalah menyambut bahagia atas datangnya bulan suci Ramadan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, marhaban mempunyai arti "selamat datang", di mana marhaban diucapkan kepada tamu untuk menggambarkan, bahwa tamu disambut dengan hati lapang penuh kegembiraan. Ra-ḥa-ba juga dapat berarti tempat perhentian musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengambil bekal perjalanan. Dari kedua makna tersebut dapat disimpulkan, kata marhaban mengandung nilai, bahwa bulan Ramadan adalah tamu agung yang disambut dengan kegembiraan dan lapang dada didasarkan oleh kesadaran bahwa melalui bulan ini kita dapat memperbaiki kesalahan sikap serta mengambil bekal perjalanan menuju akhirat dengan memperbanyak kesalehan.

Rasulullah saw. men-tarḥīb Ramadan, bahkan dua bulan sebelumnya. Sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik ra., ketika memasuki bulan Rajab Nabi saw. berdoa, Beliau bersabda:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadan." (HR. Imam Ahmad dan Ath-Thabrani).

Hal ini menjadi penting guna menanamkan kerinduan kita kepada Ramadan sekaligus sebagai upaya persiapan mental, spiritual, dan intelektual. Tanpa persiapan mental, spiritual, dan intelektual, puasa Ramadan hanya akan menjadi kegiatan ritual keagamaan tahunan tanpa makna, sebagaimana sabda Nabi saw.:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إلَّا السَّهَرُ

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan haus saja. Berapa banyak orang yang bangun malam (Qiyām Ramadān), tidak mendapat pahala kecuali hanya begadang/bangun malam" (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Mājah). 

Dengan persiapan dan bekal yang maksimal disertai dengan hati yang gembira, akan mampu meraih sukses Ramadan secara optimal. Untuk itu, Rasulullah saw. mengkondisikan umatnya agar gembira menyambut Ramadan dengan menyampaikan keutamaan-keutamaannya, di mana Nabi saw. pernah bersabda:

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

"Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi (mendapatkan kebaikan di waktu lain)" (HR. Ahmad, no. 8979 dan An-Nasai, no. 2106 dan dishahihkan Syekh Albani dalam Shahih At-Targhib, IV/129).

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengomentari hadis ini dengan mengatakan: "Sebagian ulama berkata, bahwa hadis ini adalah dasar pijakan mengucapkan tahni’ah (ucapan selamat) dengan datangnya bulan Ramadan" (Lathaif Al-Ma'arif, I/490) dan saling mendoakan, seperti dengan mengucapkan: "Ramadan Mubārak atau Ramadan Karīm, semoga Allah menerima amal ibadah kita" dan yang sejenisnya.

Saat perintah puasa diturunkan (al-Baqarah: 183), hal pertama yang disampaikan Nabi saw. kepada para sahabat kala itu yang berlanjut sampai kepada kita saat ini, bahwa di dalam bulan Ramadan banyak keutamaan. Hal tersebut yang menjadikan puasa kita menjadi spesial dibanding puasa-puasa yang dilakukan orang-orang sebelum kita atau kaum lainnya. Kata aṣ-ṣiyām disebutkan sembilan kali di dalam Al-Qur’an yang memiliki arti spesifik (ada aturan, ada ketentuan yang harus diikuti). Di dalam pelaksanaan aṣ-ṣiyām yang istimewa ini terkandung hal-hal berikut:
  1. Aṣ-ṣiyāmu junnah (puasa adalah perisai) yang mampu membentengi kita dari setan. Jika puasa dilakukan dengan benar, maka akan berdampak pada terjauhnya ṣāim (orang yang berpuasa) dari godaan setan. Sehingga ia terdorong untuk melakukan amal yang saleh dan menahan diri dari amal yang salah. Kalau datang Ramadan, maka bagi “orang-orang yang berpuasa dengan benar” akan mendapatkan fadilahnya, yaitu: a) dibukakan pintu-pintu surga, b) pintu-pintu neraka ditutup, dan c) setan dibelenggu.
  2. Aṣ-ṣiyāmu lī, wa ana ajzī bihi (Allah langsung memberikan takaran pahalanya). Setiap kebaikan yang berpotensi mendatangkan pahala dilipatgandakan Allah dalam bulan Ramadan minimal sepuluh kali lipat.
  3. Hanya Ramadan yang siang dan malamnya penuh ampunan Allah. Kapan pun setiap muslim bisa meminta ampunan Allah, namun ada waktu-waktu yang strategis (seperti, 1/3 malam, di antara azan dan iqamah, dll.) dan tempat-tempat yang efektif (seperti: mihrab, masjid, dll.), yang mana setiap doa seorang muslim sangat cepat dikabulkan. Dan Ramadan menggabungkan kedua dimensi tersebut (siang dan malamnya).
Begitu agungnya bulan Ramadan sehingga banyak ungkapan-ungkapan yang mampu merepresentasikan rasa kegembiraan dan kerinduan dalam menyambutnya. Termasuk ungkapan di dalam beberapa bait lirik lagu-lagu yang indah menggugah jiwa berikut:

“Kumenantimu saban waktu, bangkit jiwaku. Kau suluh hatiku dengan sinar kudus kasihmu. Kuharapkan terus bersamamu, selamanya. Ramadan... Ramadan... Ramadan di hati”
Ramadan... Ramadan kumohon usah pergi” (Maher zain, http://smarturl.it/MaherZainChannel).

“Ramadan datang alam pun riang menyambut bulan yang berkah. Umat berdendang kumandang azan pertanda hati yang senang” (Tompi, https://www.youtube.com/watch?v=cgJTpIAzBt0). 

“Ramadan tiba semua bahagia. Tua dan muda bersuka cita. Bulan ampunan, bulan yang berkah, bulan terbebas api neraka. Andaikan saja Ramadan semua bulan yang tiba, bulan yang ada, karena besarnya setiap pahala yang dijanjikan kepada kita” (Opik, https://www.youtube.com/watch?v=pWn1lz4qvH0). 

Lirik yang terdapat di dalam lagu pun bukan sekadar menjadi karya tapi mampu menjadi nasihat, yang menginspirasi dan memiliki nilai tambah bagi yang mendengar. Di dalam musik/nada ada rasa, maka lirik yang sarat dengan nasihat dan hikmah kemudian disampaikan sehingga menyentuh rasa, membuka ruang muhasabah bagi si pendengar untuk merenung mengambil hikmah, akan menjadi berkah dan pahala bagi penciptanya. "Marhaban ya Ramadan". 

Wallāhu a’lam biṣṣawāb

Referensi:
  1. Widya Lisfianti. Arti Marhaban Ya Ramadhan. https://www.tribunnews.com/nasional/2022/03/29/arti-marhaban-ya-ramadhan-lebih-dari-sekedar-selamat-datang.
  2. Ahmad Kusyairi Suhail. Sambut Ramadhan dengan Suka Cita; Marhaban ya Ramadhan. https://news.detik.com/kolom/d-6013010/sambut-ramadhan-dengan-suka-cita-marhaban-ya-ramadhan.
  3. https://www.youtube.com/watch?v=GU59no0BBrw.
  4. http://smarturl.it/MaherZainChannel.
  5. https://www.youtube.com/watch?v=cgJTpIAzBt0.
  6. https://www.youtube.com/watch?v=pWn1lz4qvH0.
Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 19 Januari 2024

Rekrutmen Reviewer dan Penulis Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia

Rangkang Belajar | Dalam rangka mendukung implementasi kegiatan Komponen 2 Realizing Education’s Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) yang bersumber dari Pinjaman Luar Negeri, Project Management Unit REP-MEQR Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia akan melaksanakan proses seleksi guru dan pengawas madrasah untuk bergabung pada Tim Penyusun dan Reviewer Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI).

Penyelenggaraan rekrutmen didasarkan atas perencanaan kebutuhan program tersebut, selanjutnya memerlukan reviewer dan penulis instrumen tangguh dan berpengalaman yang terdiri atas guru dan pengawas madrasah di seluruh Indonesia. Pengembangan dan penulisan instrumen AKMI 2024 meliputi Literasi Membaca, Numerasi, Literasi Sains, dan Literasi Sosial Budaya untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

Persyaratan Peserta:
  1. Berbadan sehat dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.
  2. Status  sebagai  guru  madrasah  negeri  atau  swasta  atau  pengawas  madrasah dibuktikan oleh Surat Rekomendasi dari Kepala Madrasah atau Kepala Kantor Kankemenag Kabupaten/Kota.
  3. Memenuhi persyaratan administrasi sbb: a) Memiliki pengalaman terlibat dalam kegiatan pengembangan instrumen penilaian tingkat nasional, dibuktikan melalui sertifikat atau surat keterangan pengalaman dalam pengembangan instrumen penilaian. b) Salinan ijazah terakhir dari perguruan tinggi.
  4. Memiliki kompetensi yang diperlukan, meliputi: kecakapan tata tulis bahasa Indonesia yang baik, kecakapan bekerja secara daring/online, serta komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan bekerja sama dengan tim.
  5. Guru  atau  pengawas  diutamakan  memiliki  kompetensi  sesuai  jenjang  dan  latar belakang pendidikan.
  • Literasi Membaca: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris atau Bahasa Asing lainnya.
  • Numerasi: Matematika (untuk MI dan MTs); Matematika, Fisika, Ekonomi Akuntansi (untuk MA).
  • Literasi Sains: IPA (MI kelas atas & MTs), Biologi, Fisika, dan Kimia (MA).
  • Literasi Sosial Budaya: IPS, PKn, Keagamaan (Alquran Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, SKI), dan Bimbingan Konseling (BK). 

Prosedur Pendaftaran:
  1. Setiap guru dan pengawas madrasah dapat mengajukan lamaran secara mandiri sesuai persyaratan yang ditetapkan. 
  2. Rekrutmen dilakukan secara online dengan rincian petunjuk pada https://appmadrasah.kemenag.go.id/seleksi
  3. Berkas-berkas yang diperlukan sesuai butir (2) sebagai penunjang dapat di-upload ke aplikasi paling lambat 02 Februari 2024 pukul 24.00 WIB.
  4. Keputusan hasil rekrutmen tidak dapat diganggu gugat dan mutlak menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. 
Tahapan Seleksi
  1. Sosialisasi pelaksanaan rekrutmen reviewer dan instrument AKMI akan dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Januari 2024 Pukul 10:00 WIB Link YouTube: @madrasahreform2218
  2. Tahap-tahap seleksi melalui proses sebagaimana berikut yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI:
Sumber: 

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Selasa, 05 Desember 2023

Aksi Bersih-Bersih Mahasiswa KPM IAIN Lhokseumawe: Lingkungan Berseri

Rangkang Belajar | Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 58 dari IAIN Lhokseumawe tidak hanya menyapu jalanan, tetapi juga membawa suasana segar bagi Kelurahan Tanjung Langkat. Bertempat di Gang Durian, Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, dua belas mahasiswa dari berbagai jurusan bergotong-royong membersihkan lingkungan sekitar, termasuk rumah warga, saluran air, dan selokan.

Ketua kelompok, Ahmad Riadi, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih ini bukan hanya rutinitas semata, tetapi juga menjadi wujud nyata gaya hidup ramah lingkungan. Menurut Riadi, kebersihan lingkungan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga, tetapi juga mencerminkan komitmen kelompok dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Aksi ini merupakan suatu program kerja yang ada di kelompok kami," ungkap Riadi dengan semangat.
Masyarakat sekitar, termasuk Lurah Tanjung Langkat, Ferry Karo Karo, memberikan sambutan positif terhadap aksi tersebut. Menurut Ferry, aksi bersih-bersih kelompok 58 Mahasiswa KPM IAIN Lhokseumawe merupakan langkah mulia yang membuat lingkungan kembali asri dan bersih. "Saya mengucapkan terima kasih kepada kelompok 58 KPM IAIN Lhokseumawe," ucapnya. Kegiatan ini tidak hanya sekadar aksi membersihkan, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun keterampilan sosial dan adaptasi di tengah masyarakat. 

Dengan semangat gotong-royong, kelompok 58 menciptakan keberlanjutan aksi positif, menjadikan Gang Durian sebagai contoh lingkungan yang bersih, hijau, dan berseri. Dengan latar belakang ini, kelompok 58 mendorong para mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kesejahteraan masyarakat, menciptakan perubahan positif di masa yang akan datang. (Sheyin Manurung)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Minggu, 03 Desember 2023

Mahasiswa KPM IAIN Lhokseumawe Bersihkan Tempat Ibadah: Menjalin Toleransi dan Kebersihan Bersama

Rangkang Belajar | Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 58 dari IAIN Lhokseumawe berhasil menciptakan kilau kebaikan di Kelurahan Tanjung Langkat Kecamatan Salapian Langkat. Kelompok KPM ini tidak hanya mengabdi pada lingkungan sekitar, tetapi juga memberikan sentuhan kebersihan dan toleransi pada tempat ibadah. Sejak pagi 2/12/2023, para mahasiswa dengan semangat menyambut kegiatan bakti sosial ini, membawa alat kebersihan untuk memberikan wajah baru bagi Masjid Raya Salapian dan Gereja Sidang Rohulkudus Indonesia (GSRI). 

Ketua KPM, Ahmad Riadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program kerja kelompok 58 yang diinisiasi oleh tema Moderasi Beragama. Dengan gotong royong membersihkan rumah ibadah, mereka merasa terpanggil untuk berkontribusi pada masyarakat. Ahmad Riadi menekankan bahwa bersihnya tempat ibadah bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai antar-umat beragama. 

Pengurus Masjid Raya Salapian, Andi, menyambut baik kehadiran mahasiswa KPM dan mengungkapkan rasa senang karena kontribusi mereka telah membantu kelurahan. Tidak hanya masjid, Gereja GSRI juga turut dibersihkan pada Sabtu lalu, menciptakan harmoni dan toleransi lintas agama. Pendeta Junior Andrianta Bangun menyampaikan apresiasi terhadap kegigihan mahasiswa KPM. Ia menyatakan kegiatan ini membawa semangat baru dan energi positif bagi masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga membangun toleransi di antara mereka. 
Kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh kelompok 58 ini diharapkan menjadi contoh bagi mahasiswa dan masyarakat lainnya. Semangat berbakti dan gotong royong dalam menjaga tempat ibadah merupakan langkah awal menuju lingkungan yang lebih baik, harmonis, dan berdaya. Aksi positif ini tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga memupuk hubungan yang erat antarumat beragama di Kelurahan Tanjung Langkat. (Nur Fitriani)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Sabtu, 02 Desember 2023

Membangun Budaya Mutu Bersama: Wakil Dekan 2 FITK dan Ketua LPM UINSU Sambut Tim GKM dan Asesor BKD IAIN Lhokseumawe

Rangkang Belajar | Medan - Wakil Dekan 2 Dr. Muhammad Dalimunte, M.Hum. bersama Ketua dan Sekretaris Prodi di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sumatera Medan menyambut baik kunjungan tamu dari IAIN Lhokseumawe yang terdiri dari 10 orang dosen yang ditugaskan pada Gugus Kendali Mutu (GKM) dan lima orang asesor penilai Beban Kerja Dosen (BKD). Kegiatan benchmarking dengan tema “Membangun Budaya Mutu Bersama" dipenuhi dengan diskusi berbasis best practice dan inspiratif yang dapat diambil dari pengalaman UINSU Medan.

Acara yang digelar pada Jumat 1/122023 ini bukan sekadar pertemuan ramah tamah, tapi lebih sebagai momen saling memperkaya budaya mutu di kedua institusi. Dalam suasana yang hangat, Tim GKM dikoordinir oleh Dr. Agus Salim Salabi, M.A., Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Lhokseumawe, disambut dengan antusias oleh Wakil Dekan 2 FITK UINSU beserta jajaran pimpinan prodi di ruang rapat utama FITK.

Dipandu oleh Dr. Muhammad Fadhli, M.Pd., diskusi diarahkan untuk saling belajar dari pengalaman berharga tim GKM FITK UINSU dalam menangani tantangan penjaminan mutu dan memperkuat budaya mutu di lingkungan fakultas. Menurut Dr. Muhammad Dalimunte, kehadiran Tim GKM IAIN Lhokseumawe menjadi kesempatan emas untuk berbagi pengalaman dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan fakultas. Dalam sambutannya, Dalimunte menekankan pentingnya mengadopsi praktik terbaik dari institusi lain dengan fleksibilitas tinggi, "Apa yang baik, Ambil, Tiru, dan Modifikasi sesuai kebutuhan, “ATM-kan saja!” sahut Beliau.

Dari beberapa pernyataan peserta, kegiatan benchmarking ini memberikan manfaat signifikan bagi Tim GKM sebagai jembatan dari Lembaga Penjaminan Mutu Institusi, yang antara lain adalah: pemahaman mendalam terhadap praktik terbaik yang diterapkan di FITK UINSU Medan, membuka peluang untuk perbaikan dan kerja sama lebih lanjut dalam berbagai bidang, termasuk penelitian dan pengembangan kurikulum.

Sementara itu, di ruang LPM UINSU Medan, Ketua LPM UINSU, Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., bersama seluruh pengelola LPM lainnya juga menyambut antusias kunjungan lima asesor BKD yang sejalan dengan kegiatan benchmarking IAIN Lhoskeumawe. Rombongan asesor BKD dikoordinir oleh Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A., selaku Ketua LPM IAIN Lhokseumawe sekaligus juga asesor BKD (Beban Kerja Dosen). Turut hadir dalam penyambutan, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik UINSU.

Dalam ruang LPM UINSU Medan, mereka mendalami praktik terbaik terkait pelaksanaan dan penilaian BKD, menemukan catatan penting yang mungkin menjadi landasan untuk perbaikan kinerja dosen di institusi mereka.

Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara kedua fakultas dan Lembaga Penjaminan Mutu, membangun kualitas pendidikan serta budaya mutu yang lebih baik. Tim GKM dan Asesor BKD IAIN Lhokseumawe berambisi membawa pulang wawasan berharga untuk diterapkan dalam konteks lokal demi peningkatan mutu pendidikan di institusi mereka yang berkelanjutan. (Admin)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Kelompok 54 KPM IAIN Lhokseumawe Gelar Seminar Peringatan Bahaya Narkoba dan Rokok

Rangkang Belajar | Kelompok 54 Mahasiswa KPM IAIN Lhokseumawe yang bertugas di Desa Naman Jahe berhasil mengdakan momen edukatif dengan sukses menggelar seminar kenakalan remaja, menyoroti bahaya narkoba dan rokok. Acara ini digelar di Yayasan Perguruan Swasta Swakarya Langkat pada Jum'at, (01/12/2023). 

Seminar ini diikuti oleh siswa/i kelas 7 Yayasan Perguruan Swasta Swakarya, dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti ibu Kristina Br. Sitepu dari puskesmas Tanjung Langkat, Bapak Agus Ginting dari Koramil 05 Tanjung Langkat, Bapak Nobdi Nanda Ginting Suka selaku Kepala Desa Namanjahe, dan para guru di Yayasan Perguruan Swasta Swakarya. 
Inisiatif ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan yang dilakukan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 54 IAIN Lhokseumawe. Syahroni, S.Pd, guru di Yayasan Perguruan Swasta Swakarya, menyampaikan, "Kegiatan ini sangat penting agar anak-anak, dapat memahami risiko dari konsumsi narkoba dan rokok, sehingga mereka dapat menghindari kedua zat tersebut." 

Dengan penyelenggaraan seminar kenakalan remaja, diharapkan para remaja, khususnya siswa SMP Yayasan Perguruan Swasta Swakarya sebagai generasi penerus bangsa, dapat lebih sadar dan mampu menjaga diri dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Ini adalah sebuah langkah positif untuk membentuk masa depan remaja yang lebih baik. 

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 01 Desember 2023

Mahasiswa KPM IAIN Lhokseumawe Gelar Seminar Anti-Kenakalan Remaja

Rangkang Belajar | "Berantas Narkoba, Pelecehan Seksual, dan Bullying" menjadi topik yag tidak pernah habis untuk terus dibahas dan diharapkan terus menjadi imbauan bagi remaja yang rentan terpengaruh dengan pergaulan lingkungan sekitarnya, terutama pengaruh dan dampak dari media sosial. 

Kelompok 58 Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Lhokseumawe sukses menyelenggarakan seminar menarik dengan tema "Stop Narkoba, Pelecehan Seksual, dan Bullying" di Yayasan Perguruan SMK Swasta Swakarya, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Acara berlangsung pada Kamis (30/11/2023) di ruang kelas dan dihadiri oleh siswa/i kelas 12, di mana nantinya seminar dengan tema yang senada "Kenakalan Remaja: Bahaya Narkoba dan Rokok" akan dilaksanakan pada tanggal 1/12/2023 oleh Kelompok 54 mahasiswa KPM yang bertugas di Desa Naman Jahe dengan sasaran para siswa SMP Yayasan Perguruan Swakarya.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan melibatkan Polsek Salapian, dihadiri oleh Kadiv BINMAS Polsek Salapian Aiptu Hartoyo yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa/i KPM IAIN Lhokseumawe Kelompok 58 yang bertugas di Kelurahan Tanjung Langkat. Menurut Hartoyo, seminar ini memberikan inspirasi bagi remaja, khususnya mereka yang berada di Yayasan Perguruan Swasta Swakarya untuk memberikan gambaran bagaimana sebaiknya remaja membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif yang ada di sekitar mereka, termasuk pengaruh yang ada di genggaman, yaitu 'hape'.
Program kerja KPM Kelompok 58 ini diinisiasi untuk merespons maraknya kenakalan remaja.. Dukungan penuh juga datang dari pihak sekolah, terutama kepala sekolah SMK Swakarya, Rela Nasaruddin."Saya sangat setuju dengan diadakannya seminar ini, karena dapat memberikan dampak yang baik kepada anak remaja zaman sekarang. Saya sangat mengapresiasi Mahasiswa KPM IAIN Lhokseumawe Kelompok 58 ini, karena jarang sekali mahasiswa KPM yang mau membuat seminar seperti ini. Dengan senang hati saya memberi ruang dan waktu kepada mahasiswa/i ini, agar siswa/i saya tidak terjerumus dengan kenakalan remaja yang saat ini lagi marak-maraknya," ujar Rela Nasaruddin.

Semoga seminar ini memberikan dampak positif pada remaja, mencegah mereka terjerumus dalam perilaku negatif. Remaja saat ini merupakan penerus bangsa yang akan membentuk masa depan yang lebih baik. Remaja menjadi tulang punggung suatu bangsa, karenanya jika remaja rusak, maka bangsa pun akan rusak pula (Lickona). (Nur Fitrian)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 10 November 2023

KPM IAIN Lhokseumawe: Kontribusi Mahasiswa di Delapan Desa Kecamatan Salapian, Langkat

Rangkang Belajar | Langkat, 10 November 2023 - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Lhokseumawe telah menginisiasi kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang melibatkan mahasiswa dalam pengembangan delapan desa di Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. KPM dengan mengambil sasaran di luar provinsi ini menjadi kegiatan perdana yang bertujuan untuk mengenalkan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa IAIN. 

KPM ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara IAIN Lhokseumawe dengan pemerintahan Kabupaten Langkat. Plt. Bupati, melalui Asisten Administrasi Umum, Musti, S.E., M.Si. memberikan sambutan hangat saat apel pelepasan peserta KPM di depan kantor Bupati Langkat. Penghargaan atas pemilihan delapan desa di Kecamatan Salapian sebagai sasaran kegiatan KPM turut disampaikan sebagai ungkapan terima kasih. Harapan umum Plt. Bupati terhadap kegiatan KPM mencakup dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, kontinuitas kerja sama yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah, serta pemberdayaan masyarakat setempat. 

Acara pelepasan peserta KPM dengan mengikutsertakan 100 mahasiswa, juga dihadiri oleh Kepala Biro IAIN Lokseumawe, Dr, Tohar Bayoangin, M.Ag., Ketua LPPM, Dr. Said Alwi, M.A. beserta jajarannya, serta 4 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Hal ini menandai komitmen kuat terhadap terlaksananya kuliah pengabdian masyarakat secara baik. 

Dalam rangkaian acara berikutnya, dilaksanakan penyerahan peserta KPM oleh Ketua LPPM IAIN Lhokseumawe yang disambut oleh Camat Salapian beserta jajarannya dan delapan perangkat desa sasaran. Dalam sambutannya, Dr. Said Alwi, M.A. selaku Ketua LPPM menyampaikan bahwa KPM memberikan kesempatan kepada mahasiswa IAIN Lhokseumawe untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh di kampus. Hal ini akan membantu mereka mengaplikasikan teori dalam konteks kehidupan nyata. Di sisi lain, harapan terkait peningkatan toleransi, harmonisasi keberagamaan, dan adaptasi mahasiswa dengan masyarakat setempat turut ditekankan oleh M. Saleh, S.Sos. dalam sambutannya selaku Camat Salapian. 

Diketahui bahwa penduduk kecamatan Salapian termasuk heterogen dengan mayoritas bersuku bangsa Jawa. Disusul dengan suku Karo, Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Mandailing, Angkola, Melayu, Minang, Aceh, Nias, Tionghoa, dan suku lainnya. Sedangkan dari aspek agama yang dianut penduduk Kecamatan Salapian, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021, bahwa mayoritas warga memeluk agama Islam. Selebihnya menganut agama Kristen, Protestan dan Katolik. Sebagian lainnya menganut agama Buddha, kemudian Hindu dan kepercayaan.
Dalam kegiatan yang akan berlangsung sejak tanggal 10 November sampai dengan 12 Desember 2023, peserta KPM di delapan desa, yaitu: 1. Desa Ponco Warno, 2. Desa Ujug Teran, 3. Desa Naman Jahe, 4. Kelurahan Tanjung Langkat, 5. Desa Minta Kasih, 6. Perkebunan Kampung Keliling, 7. Desa Lau Tepu, dan 8. Desa Turangi akan dievaluasi serta mendapat bimbingan empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu:  Dr. Agus Salim Salabi, M.A., Dr. Fauzan Ahmad Siregar, M.Pd., Zainal Abidin Lubis, M.T.H., dan Muhammad Syafril Nasution, M.Si.

Dr. Muhammad Anggung MP, M.Pd. selaku Sekretaris LPPM menekankan, selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat, KPM perdana luar provinsi Aceh ini akan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dan membantu mereka menjadi pemimpin yang lebih berpengetahuan dan peduli terhadap masalah sosial di masyarakat. (Admin)

Minggu, 22 Oktober 2023

Semangat Hari Santri: Expo Kemandirian Pesantren di IAIN Lhokseumawe Berlangsung Meriah

Rangkang Belajar | Guna memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2023, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe telah menyelenggarakan Expo Kemandirian Pesantren selama tiga hari, dimulai dari tanggal 21 hingga 23 Oktober 2023. Event ini berlangsung meriah di Gedung Serbaguna kampus IAIN Lhokseumawe Buket Rata-Alue Awe, dengan memperkenalkan potensi produk-produk yang dimiliki pesantren kepada masyarakat.

Acara pembukaan yang dilaksanakan pada tanggal 21/10/2023 ini juga bertujuan untuk mempromosikan semangat kemandirian yang melekat dalam prinsip pesantren yang lebih dikenal dengan sebutan “dayah” untuk wilayah Aceh. Pameran Expo Kemandirian Pesantren mencakup berbagai kegiatan, seperti bazar produk UMKM Pesantren Istighasah dan zikir maulid, upacara Hari Santri yang dilaksanakan pada tanggal 22/10/2023, bedah buku, lomba karya tulis ilmiah, lomba menulis caption tentang Hari Santri, dan pengamatan bulan internasional.

Semangat peringatan Hari Santri ini juga ditularkan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah yang menggelar kegiatan “Syariah Fair” dengan menghadirkan berbagai macam perlombaan tingkat SMA sederajat, seperti lomba Syarhil Quran, Tahfidz, dan pidato Bahasa Indonesia.

Dr. Darmadi, M.Si, Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe yang mewakili Rektor, dalam sambutannya menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tahun 2023 bertujuan untuk merayakan dan menghormati peran penting dayah dan para santri dalam memajukan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan di Indonesia. Darmadi juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan yang tepat untuk mendukung semangat kemandirian dan inovasi yang sejak lama menjadi ciri khas Pondok Pesantren di seluruh negeri.

Dengan keterlibatan sebelas dayah dan lima belas sekolah dari wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, acara ini akan memperkuat kerja sama antarlembaga pendidikan di daerah tersebut serta mempromosikan keberagaman dan keunggulan yang dimiliki oleh masyarakat setempat dalam memajukan pendidikan dan ekonomi. (Admin)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 13 Oktober 2023

SISTER Versi Cloud: Platform Data Dosen IAIN Lhokseumawe untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Rangkang Belajar | Lhokseumawe, 13 Oktober 2023 - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe menunjukkan komitmennya terhadap akurasi data dosen dengan menjalankan edaran Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan melalui aplikasi Sistem Informasi Sumbar Daya Terintegrasi (SISTER). Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) berlangsung pada 6 Oktober 2023.

Kolaborasi antara Tim (LPM) IAIN Lhokseumawe, yang diwakili oleh Dr. Agus Salim Salabi, M.A., dan Mukhlis, M.Ed., dengan Tim TIPD yang diwakili Muhammad Ilham, M.I.T., bertujuan untuk memastikan bahwa setiap dosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) telah terdaftar dan memahami pentingnya memperbarui data diri mereka. Aplikasi SISTER menjadi alat penting dalam pengelolaan data dosen yang akurat dan efisien, memudahkan pengelolaan informasi dan meningkatkan mutu akademik serta administrasi para dosen di IAIN Lhokseumawe.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan mengunjungi fakultas-fakultas, di mana tim LPM dan TIPD memberikan panduan langsung kepada dosen. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kesadaran dosen tentang pentingnya memperbarui data diri mereka secara berkala, yang akan membantu dalam menghadapi berbagai kebutuhan pendidikan tinggi.

Selanjutnya, pada tanggal 12 Oktober 2023, Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Lhokseumawe sukses menyelenggarakan "Sosialisasi Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) versi Cloud." Acara ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang SISTER versi Cloud kepada seluruh dosen di IAIN Lhokseumawe.
SISTER versi Cloud, sebagai fokus utama, membawa solusi dalam pengelolaan sumber daya pendidikan tinggi. Melalui platform Zoom Meeting, narasumber utama, Rizky Tito Prasetyo, S.Si., M.T.I., menjelaskan bagaimana teknologi ini dapat memberikan kepada para dosen dalam pendataan kependidikan, Penilaian Angka Kredit, Laporan Beban Kerja Dosen, dan dokumentasi pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini dimulai dengan kata sambutan dari Ketua LPM IAIN Lhokseumawe, Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A., dan pandangan dari Wakil Rektor 3, Dr. Al Husaini M. Daud, M.A. Setelah itu, Rizky yang ditugaskan oleh Pimpinan di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi memberikan paparan tentang SISTER versi Cloud, dan peserta berkesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan.

Hasil evaluasi menunjukkan respons positif dari peserta, dengan 95,58% peserta merasa kegiatan ini efektif memberikan pemahaman yang mendalam tentang SISTER versi Cloud. Saran untuk pelatihan lanjutan, dukungan teknis yang lebih kuat, pemantauan dan evaluasi yang efisien, serta perlunya hotline konsultasi menjadi rekomendasi yang akan membantu dalam efektivitas penggunaan yang berkelanjutan terhadap aplikasi SISTER versi Cloud di IAIN Lhokseumawe.

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 22 September 2023

IAIN Lhokseumawe Sukses Menggelar Dua Acara Akbar: Membentuk Masa Depan Pendidikan yang Berkualitas dan Berkualifikasi Internasional

Rangkang Belajar | Lhokseumawe, 22 September 2023 - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe baru-baru ini sukses menyelenggarakan dua acara besar. Kedua kegiatan ini menjadi sorotan utama di kalangan akademisi dan pihak terkait. Penyelenggaraannya yang berkesinambungan selama beberapa hari, menciptakan dampak positif yang signifikan di lembaga ini.

Pada tanggal 11-12 September 2023, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Lhokseumawe menginisiasi kegiatan "Juknis Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)" dengan tujuan memberikan pemahaman dan mendorong para dosen dalam implementasi MBKM secara efektif. Konsep MBKM didasarkan pada Permendikbud No. 3 tahun 2020 dan Kepdirjen Pendis No. 1591 tahun 2022, yang mengubah paradigma pendidikan tinggi dengan memberikan mahasiswa peran sentral dalam pembelajaran mereka.

Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. Danial, M.Ag., secara resmi membuka acara ini yang dihadiri oleh para peserta dari berbagai fakultas, wakil dekan, ketua jurusan, dan admin aplikasi Merpati, termasuk peserta undangan perwakilan dari LPM IAIN Langsa. Dr. Irham Falahudin, M.Si. dari UIN Raden Fatah Palembang menjadi narasumber utama, membahas isu-isu seputar MBKM dan berbagi pengalaman dalam pelaksanaannya. Disampaikannya, MBKM bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memberikan mahasiswa otonomi dalam pembelajaran, dan mengembangkan soft skill.

Kegiatan ini diharapkan menciptakan mahasiswa yang lebih mandiri dalam pengelolaan pembelajaran, meningkatkan daya saing lulusan IAIN Lhokseumawe di pasar kerja, dan mengembangkan karier mahasiswa. Ketua LPM, Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A., berharap kerja sama erat antara semua pihak dapat mengoptimalkan pelaksanaan MBKM.

Selanjutnya, pada tanggal 19-21 September 2023, IAIN Lhokseumawe menggelar kegiatan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Internasional dan Program Studi Baru, dengan tema "Peningkatan Standar Akademik dan Pengembangan Sumber Daya Menuju Akreditasi Internasional." Acara ini dihadiri oleh para Dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Dekan, Wakil Direktur Pascasarjana, dan Ketua Program Studi, serta peserta undangan perwakilan dari Universitas Malikussaleh Lhoksemawe.
Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I. dari UIN Malang yang menjadi narasumber utama membahas ISO 21001:2018, pentingnya akreditasi internasional, dan konsep Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini memberikan pemahaman mendalam tentang instrumen akreditasi internasional dan persyaratan ISO 21001:2018, yang meningkatkan kualitas pendidikan dan persiapan lulusan untuk pasar kerja global.
Ketua LPM IAIN Lhokseumawe, Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A., menyatakan bahwa akreditasi internasional memberikan pengakuan yang lebih luas dan meningkatkan citra global lembaga. Lebih lanjut, pengembangan program studi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pasar kerja diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam memenuhi tuntutan zaman. 

Kedua kegiatan ini memperlihatkan komitmen IAIN Lhokseumawe untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk meraih kesuksesan dalam pendidikan dan karier mereka. (Admin)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Ikuti Channel YouTube

Connect