Minggu, 06 Juli 2025
Kamis, 26 Juni 2025
Pentas Seni Santri Darularafah Raya Ramaikan Tanah Gayo: Pagelaran Seni, Lomba Tiga Bahasa, dan Khitanan Massal Jadi Panggung Silaturahmi
Minggu, 04 Mei 2025
Alumni Sambut Hangat Kunjungan Pimpinan Pesantren Darul Arafah Raya: Menjalin Ukhuwah, Menguatkan Sinergi, Menebar Manfaat
Minggu, 27 Oktober 2024
Temu Kangen Alumni Latas-Al Dyah Galih Agung: "Merajut Kenangan, Membangun Silaturrahmi" di Pesantren Darularafah Raya
Rabu, 27 April 2022
Ramadan Bulan Berbagi: Berbagi bersama IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe
- Baca juga: Syech Fadhil Anggota DPD RI Turun ke Jalan
- Baca juga: Berbagi Iftar Berbagi Kebahagiaan
Ramadan ke 24 tahun 1443 H. yang bertepatan dengan tanggal 26 April 2022, program "Berbagi Iftar Berbagi Bahagia" dilakukan dengan membagi paket iftar (takjil) yang sebagian besarnya diperuntukkan kepada "yang berhak" dengan mengunjungi tempat tinggal/kediaman mereka di wilayah Desa Punteut Lhokseumawe. Adapun sebagian paket iftar lainnya dibagikan kepada para pengguna jalan lintas Medan-Banda Aceh Desa Buket Rata-Alue Awe Muara Dua.
Selasa, 19 April 2022
Syech Fadhil DPD RI Turun ke Jalan; Berbagi Iftar Berbagi Bahagia
- Baca juga: Berbagi Iftar Berbagi Kebahagiaan
- Baca juga: Ramadan Bulan Berbagi: Berbagi Bersama IKAPDA
Jumat, 15 April 2022
Berbagi Iftar, Berbagi Kebahagiaan Bersama IKAPDA (Ikatan Alumni Darularafah) Lhokseumawe-Aceh Utara
- Baca juga: Ramadan Bulan Berbagi: Berbagi Bersama IKAPDA
- Baca juga: Syech Fadhil Anggota DPD RI Turun ke Jalan
Kamis, 22 April 2021
Program Berbagi Takjil IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe
- Baca juga: Bantuan Pendidikan bagi Anak Yatim
- Baca juga: IKAPDA Aceh Peduli Sosial
Rabu, 17 Maret 2021
Bantuan Pendidikan bagi Anak Yatim
Ketua IKAPDA Aceh, Tengku Iskandar yang lebih akrab disapa Bang Egem mengatakan, "Bantuan pendidikan bagi anak yatim yang saat ini masih dikhusukan untuk anak-anak alumni, menjadi salah satu semangat bersama dan kepedulian terhadap anak-anak para alumni Darularafah Raya yang orang tuanya telah berpulang ke Rahmatullah. Melalui program ini, anak-anak yatim dari keluarga alumni diharapkan dapat terus melanjutkan pendidikan."
Semangat program di IKAPDA Aceh, berupaya memastikan bahwa anak-anak alumni dapat melanjutkan pendidikan meski telah ditinggal wafat orang tuanya. Karenanya, sejumlah program kepedulian terhadap anak yatim dari keluarga alumni Darularafah Raya yang berada di berbagai kabupaten di Aceh telah dilakukan sepanjang tahun 2020-2021.
Dua di antara penerima santunan bulan ini adalah Azmi Hidayatullah dan Azimah Fillah, mereka anak-anak dari almarhum Sabaruddin Simbolon (Bang Toba, alumni IV) anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe yang saat ini, keduanya sedang mengenyam pendidikan di Pesantren Modern Az-Zahrah Desa Beunyot Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen.
Baca juga: IKAPDA "Peduli Sosial"
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Putra Karya Mansyah, Ketua IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe didampingi beberapa anggota Ikapda Aceh Utara-Lhokseumawe lainnya di kediaman almarhum dan diterima langsung oleh istri almarhum Bang Toba. “Alhamdullillah, setelah menyampaikan amanah bantuan pendidikan untuk anak-anak yatim dari keluarga alumni Darularafah Raya bulan lalu, malam ini (16/03/2021) kita dapat kembali menyampaikan amanah bantuan pendidikan dari DPW-IKAPDA Aceh berikut tambahan sumbangan donasi pendidikan salah satu anggota DPD-IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe. Semoga program ini menjadi penggerak dan stimulus bagi seluruh anggota IKAPDA lainnya dalam rangka melatih empati dan kepekaan sosial.” (Salabi)
Jumat, 26 Februari 2021
Bedah Buku Logika Kemuliaan Hidup: IKAPDA Lakuan bedah Buku dan Launching Buku Hijrah Together Ukhuwah Forever Karya Santri DAMORA
Minggu, 21 Februari 2021
IKAPDA Aceh Peduli Sosial: Menghidupkan Nilai Kepedulian Sosial Bersama IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara

Oleh: Salabi, A. S.
Dalam keseharian, manusia tidak pernah bisa hidup sendiri. Kita senantiasa membutuhkan orang lain—baik keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas—untuk menopang kehidupan. Karena itu, kesadaran sosial bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan. Kesadaran ini lahir dari kemampuan memahami situasi sosial, sehingga interaksi yang terjadi dipenuhi rasa saling menghormati, mengasihi, dan peduli. Dari sinilah tumbuh empati: kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain, lalu bergerak membantu semampunya.
Dalam kerangka pendidikan karakter yang pernah dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, kepedulian sosial menempati posisi penting. Ia didefinisikan sebagai sikap dan tindakan untuk selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian sosial menuntut kita untuk tidak berpaling dari masalah sekitar, tetapi justru memperhatikannya, sekecil apa pun itu.
IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara: Silaturahmi yang Berbuah Aksi
Ikatan Keluarga Alumni Darularafah Raya (IKAPDA) Aceh lahir dari semangat silaturahmi para alumni dan abituren Pesantren Darularafah Raya. Meski berwujud organisasi komunitas, IKAPDA lebih tepat disebut rumah kekeluargaan yang mempererat kembali persaudaraan lintas generasi alumni. Filosofinya sederhana namun mendalam: “Khoirunnās anfa‘uhum lin-nās”—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. IKAPDA Aceh dipimpin oleh Bang Egem (T. Iskandarsyah, alumni VII). Sebagai ketua terpilih periode April 2017-April 2021, beliau berharap organisasi silaturahmi ini dapat berfungsi sebagai tempat pembelajaran kerja baik dan benar (‘amal sāliḥ).
Dari semangat itu, IKAPDA tidak berhenti pada obrolan nostalgia atau temu kangen, melainkan menjadikannya energi untuk bergerak. Bagi mereka, silaturahmi bukan hanya memperpanjang umur dan melapangkan rezeki sebagaimana sabda Nabi, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan kerja-kerja nyata untuk orang lain. Melalui IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara yang dipimpin oleh Bang Putek (Putra Karya Mansyah, Alumni VI), ketua terpilih secara aklamasi (sejak Agustus 2019) ini mengajak setiap anggota untuk memahami kehidupan bermasyarakat dan peka, tidak hanya sebatas tahu kesusahan yang menimpa sekitar, tetapi mau melakukan hal sekecil apapun untuk membantu meringankan kesusahan orang lain.
Dari Takjil hingga Mushaf Al-Qur’an
Kepedulian sosial IKAPDA Aceh tampak dalam berbagai kegiatan sederhana namun bermakna. Pada Ramadan 2020, misalnya, IKAPDA Aceh Utara–Lhokseumawe membagikan takjil kepada remaja masjid. Mereka juga menggalang sumbangan untuk anak-anak yatim dari keluarga alumni yang ditinggalkan orang tua mereka.
Tak berhenti di sana, IKAPDA turut menyalurkan mushaf Al-Qur’an dan kurma (bantuan dari AMCF) kepada balai pengajian di Lhokseumawe. Bahkan, kepedulian itu juga diwujudkan dalam bentuk santunan pendidikan untuk anak almarhum anggota alumni. Gerakan ini mungkin terlihat kecil, tetapi di baliknya ada pesan kuat: peduli itu tidak harus menunggu kesempatan besar, cukup dimulai dari hal kecil, asal ikhlas dan konsisten.
- 17 Mei 2020 - IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara ‘Bagi-bagi Takjil’; memyerahkan takjil ke Remaja Masjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe.
- 22 Mei 2020 - IKAPDA Aceh ‘Peduli keluarga IKAPDA’; Sumbangan kepada anak-anak yatim dari keluarga IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe. “Amanah rakan-rakan berupa sumbangan untuk anak-anak alumni dan abituren yang telah meninggal telah disalurkan”.
- 19 Mei 2020 - Penyerahan Mushaf Alquran dan kurma (bantuan AMCF) yang dijembatani oleh DPW IKAPDA Aceh, dan disalurkan melalui DPD IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe kepada: (a) Pengurus Balai Pengajian Baitul Ulum Keurani Uma Meunasah Masjid Lhokseumawe, (b) Pengurus Balai Pegajian Almuhajirin Hagu Teungoh Lhokseumawe.
- 26 Februari 2021 - IKAPDA Aceh “Peduli keluarga IKAPDA”; Dana dari DPW IKAPDA Aceh diserahkan oleh Ketua IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe kepada keluarga/anak alm. Bang Toba sebagai santunan pendidikan.
Refleksi dan Pengingat
Jika ditilik, kegiatan sosial IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara memang belum banyak dan belum sempurna. Namun, mereka menjadikan catatan ini bukan sebagai keluhan, melainkan pengingat untuk lebih giat menebar manfaat. Sebab kepedulian sosial adalah proses yang terus ditumbuhkan, dimulai dari keluarga, kemudian meluas ke masyarakat, hingga akhirnya menyentuh kemanusiaan yang lebih universal.
Dalam bahasa ringan, Al-Qur’an pernah mengingatkan: “Wa ammā bini‘mati rabbika fa ḥaddiṣ” (QS. Aḍ-Ḍuḥā: 11), nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan. Jika diterjemahkan bebas, mungkin bisa kita pahami begini: “Kalau punya rezeki, ya berbagi dong!”
IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara sudah menapaki jalan itu. Kini, tantangan ke depan adalah bagaimana terus menghidupkan budaya empati agar organisasi ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga motor peradaban kecil yang menumbuhkan kepekaan, menebar manfaat, dan melahirkan manusia-manusia yang benar-benar anfa‘uhum lin-nās.
Wallāhu a‘lam bis-ṣawāb.
IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe Mengadakan Pelatihan Menulis untuk Santri Damora
Baca juga: IKAPDA "Bedah Buku"
Kegiatan workshop menulis yang diselenggarakan di komplek Damora ini memproyeksikan terbitnya sebuah buku karya santri-santri Damora dan beberapa tenaga pengajarnya (asātiẓah) yang akan di-launching bersamaan dengan kegiatan bedah buku "Logika Kemuliann Hidup; Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas" yang tak sempat dihadiri oleh Bang Toba, karena Allah Swt. lebih dahulu memanggil beliau.
“Tafham, ta’mal, fayakūn (Anda paham, Anda kerjakan, maka jadilah). Setelah ini, terus beraksi! dan kami akan bantu mengedit serta menerbitkan tulisan Anda.” Begitulah ungkapan Bang Toba dalam rangka memotivasi dan menyemangati para peserta workshop (santri-santri Damora) agar terus bangkit semangat literasi mereka. (Salabi)
Minggu, 31 Januari 2021
Bedah Buku
Bang Toba dan Bedah Buku
(Repost)
Kegiatan IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe diawali dengan pelaksanaan Bedah Buku sebagai kontribusi dalam bidang pendidikan. Kegiatan ini diprakarsai oleh (alm.) Sabaruddin Simbolon yang biasa disapa dengan panggilan Bang Toba. Bang Toba telah mampu menginisiasi penulisan buku “Berani Hidup Tak Takut Mati: Potret Kehidupan Santri“ yang berperan sebagai kolektor tulisan-tulisan dalam bentuk pengalaman hidup dan testimoni beberapa alumni dari angkatan/lulusan I sampai dengan VI sekaligus sebagai penulis dan editor buku. Buku Berani Hidup Tak Takut Mati: Potret Kehidupan Santri di-launching pada event pemilihan Ketua IKAPDA Pusat di Gedung Asrama Haji Medan.
Keberhasilan merangkul para penulis dari lintas-alumni santri Darularafah Raya, semangat Bang Toba dalam jurnalistik semakin bergejolak, sehingga tercetus ide untuk mengakomodir tulisan-tulisan lain para santri, bilkhuṣūṣ alumni yang tergabung dalam IKAPDA Aceh sehingga terbitlah buku kedua dengan judul “Logika Kemuliaan Hidup; Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas.
Buku Logika Kemuliaan Hidup; Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas selanjutnya di-launching bersamaan dengan kegiatan Bedah Buku Berani Hidup Tak Takut Mati: Potret Kehidupan Santri di Aula komplek ex. PT. Arun LNG pada 30 April 2018 dengan narasumber sebagai pembedah buku: 1) Prof. Dr. Amroini Darajat, M.Ag., 2) Dr (HC). Hamdani Khalifah, M.A/Mudīr Dayah Misbahul Ulum Paloh Lhokseumawe, dan 3) Suadi Zainal, M.Si, Phd./alumni IV Darularafah dan Dosen Unimal Lhokseumawe. Adapun Dr. Zulham, M.Hum./alumni IV Darularafah dan Dosen UINSU sebagai moderator.
![]() |
| Acara Bedah Buku "Barani Hidup Tak Takut Mati" dan Launching Buku "Logika Kemuliaan Hidup" |
Baca juga: IKAPDA "Bedah Buku Dua"
Hasrat menularkan ‘peduli membaca dan menulis’ Bang Toba tidak berhenti dengan dua buku di atas, karena selanjutnya Bang Toba mengajak beberapa alumni IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe untuk mengedukasi siswa dan santri di beberapa lembaga pendidikan untuk mau dan berani menulis. Dengan menjadi editor, terbit juga buku Kalung Pembawa Arti (ditulis oleh siswa-siswa SMP 6 Lhokseumawe), Hijrah Together Ukhuwah Forever (ditulis oleh santri-santri Dayah Modern Arun), Sang Motivator (ditulis oleh guru dan siswa SMAN 5 Lhokseumawe), dan beberapa buku lainnya. (Admin)
*Beberapa karya (alm.) Sabaruddin Simbolon (Bang Toba) 'Allah yarham': 1) “Maḥfūẓāt Memang Unik”, dalam buku Antologi Berani Hidup Tak Takut Mati; Potret Kehidupan Santri (Banda Aceh: Afkari, 2018), 2) “Gila Belum tentu Bodoh” dalam buku Logika Kemuliaan Hidup: Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas (Banda Aceh: Afkari, 2018), 3) Aḍ-ḍiyā’ al-Lāmi’: Majmū’ah min al-Khuṭbah al-‘Arabiyah, 4) Epistemologi Hukum Islam; Dari Masa Nabi Muhammad saw. sampai dengan Ulama Mutakallimin, 5) Metode Kritik Hadis; Suatu Pendekatan Baru.
Beliau juga sebagai penggagas sekaligus editor dalam beberapa buku karya santri dan siswa, seperti: Berani Hidup Tak Takut Mati; Potret Kehidupan Santri, Logika Kemuliaan Hidup: Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas, karya (IKatan Alumni Pesantren Darularafah/IKAPDA), Kalung Pembawa Arti karya siswa SMPN 6 Lhokseumawe, Sang Motivator karya siswa SMAN 5 Lhokseumawe, Hijrah Together Ukhuwah Forever karya santri Damora Lhokseumawe, dll.
*Kegiatan bedah buku ini juga didukung oleh: BDI PT. PAG Lhokseumawe, Ainiqua, Istiqoamah Lhokseumawe, dan IKAPDA Aceh






































