Rabu, 22 Juli 2026
Kamis, 12 Februari 2026
Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah–Dinas Pendidikan Aceh Utara Gelar Pelatihan Analisis Mutu Sekolah Berbasis Data
Rangkang Belajar | Lhokseumawe – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UINSUNA) Lhokseumawe kembali menegaskan peran strategisnya dalam penguatan mutu pendidikan di Aceh melalui kolaborasi epik bersama Dinas Pendidikan Aceh Utara. Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan bertajuk “Analisis Mutu Sekolah Berdasarkan Perencanaan Berbasis Data” yang dilaksanakan pada 9–11 Februari 2026 di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UINSUNA Lhokseumawe.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Aceh Utara. Para peserta mendapatkan penguatan kapasitas dalam menganalisis mutu sekolah secara komprehensif dan menyusun perencanaan berbasis data sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan. Acara dibuka secara resmi pada Senin (9/2) dengan rangkaian pembukaan yang diawali registrasi peserta, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Dr. Maya Safitri, M.A., selaku Ketua Panitia, Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A., selaku Direktur Pascasarjana, dan Razali, S.Pd.I, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Aceh Utara, yang mewakili Dinas Pendidikan Aceh Utara. Momentum ini menjadi simbol kuat komitmen bersama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai Eksistensi dan Peran Pimpinan dalam Merancang Program Pengembangan Sekolah oleh Prof. Dr. Danial, M.Ag., Rektor UINSUNA yang menekankan pentingnya kepemimpinan transformatif dalam mendorong perubahan berbasis visi dan data. Sesi dilanjutkan dengan materi Analisis SWOT Pengembangan Sekolah oleh Dr. Zulkhairi, M.Pd., yang membimbing peserta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan sekolah secara sistematis.
Memasuki hari kedua, fokus pembahasan beralih pada penguatan kolaborasi internal sekolah melalui materi Kolaborasi Warga Sekolah dalam Mengembangkan Program oleh Dr. Iskandar, M.Si. Sesi berikutnya yang tak kalah penting adalah Analisis Rapor Mutu Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data oleh Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A. Materi ini menjadi jantung kegiatan karena mengarahkan peserta untuk mampu membaca rapor mutu sebagai instrumen strategis dalam penyusunan rencana kerja sekolah.
Pada hari ketiga, peserta mendapatkan penguatan tentang Relevansi Kegiatan Sekolah terhadap Instrumen Akreditasi BAN-PDM yang disampaikan Dr. Harjoni, M.Si. Puncak kegiatan ditutup dengan materi Implementasi dan Tindak Lanjut Peningkatan Mutu Berbasis Data oleh Dr. Agus Salim Salabi, M.A., yang memberikan panduan praktis agar seluruh konsep yang diperoleh dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.
Mewakili Dinas Pendidikan Aceh Utara, Dr. (Cand.) Dahliana, S.Si., M.S.M., Kasubbag. Keuangan dan Perlengkapan turut mendampingi peserta selama tiga hari kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah mampu menghadirkan narasumber dengan materi-materi yang sangat penting dan relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. “Kami sangat mengapresiasi Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah karena telah memfasilitasi 100 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP di Aceh Utara dengan materi yang benar-benar aplikatif. Dari seluruh rangkaian kegiatan ini, para kepala sekolah semakin jelas melihat indikator mana yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Dr. (Cand.) Dahliana menambahkan bahwa kebermanfaatan kegiatan ini dirasakan langsung oleh para kepala sekolah, khususnya dalam membaca data rapor mutu dan mengaitkannya dengan instrumen akreditasi. Dengan pemetaan yang semakin terstruktur, sekolah dapat menyusun program prioritas secara lebih tepat sasaran. Ia juga berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut pada penguatan kapasitas sekolah di berbagai aspek lainnya. “Kami melihat ini sebagai penguatan sinergi antara kampus UIN Sultanah Nahrasiyah dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Ke depan, kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk mendukung transformasi mutu pendidikan di Aceh Utara,” tambahnya.
Direktur Pascasarjana, Prof. Zulfikar dalam sesi penutupan menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab akademik UIN Sultanah Nahrasiyah dalam mendampingi sekolah-sekolah di wilayah sekitar agar mampu bertransformasi menuju tata kelola yang profesional dan berbasis data.
Kerja sama strategis ini sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keilmuan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan Aceh Utara, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah mempertegas komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan daerah secara nyata, sistematis, dan berkelanjutan. (sal-aby)
Kamis, 29 Januari 2026
Enam Mahasiswa S3 UIN Sultanah Nahrasiyah Tampil dalam Seminar Proposal Perdana: Program Doktor Studi Islam Tegaskan Tradisi Akademik Unggul
Rabu, 26 November 2025
Penguatan Tradisi Riset: Mahasiswa Magister HKI Pascasarjana UINSUNA Tampil di Konferensi Internasional
Rankang Belajar | Lhokseumawe – Sebanyak 14 mahasiswa Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UINSUNA) Lhokseumawe berhasil menunjukkan kiprah akademiknya dalam ajang The 3rd International Conference on Islamic and Al Washliyah Studies 2025, Selasa (25/11). Partisipasi mereka menjadi bukti bahwa tradisi ilmiah di Pascasarjana semakin hidup dan produktif, sekaligus memperlihatkan kemampuan mahasiswa Aceh untuk berkontribusi dalam wacana ilmiah internasional
Ke-14 mahasiswa ini mempresentasikan hasil penelitian lapangan yang telah mereka kerjakan selama beberapa bulan terakhir di bawah bimbingan Dr. Ja’far, M.A., Dosen pengampu MK. Filsafat Ilmu yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Syariah UIN SUNA. Tema yang mereka angkat mencerminkan kekayaan intelektual Aceh—mulai dari kiprah ulama, dinamika dayah, hingga kajian terhadap putusan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon. Seluruh penelitian tersebut rencananya akan diterbitkan dalam bentuk buku.
Sesi presentasi dibuka oleh Zumairi dengan kajian tentang warisan intelektual Abu Panton dan peranannya menjaga marwah dayah di Aceh. Presentasi berikutnya disampaikan oleh Muhammad Arif Maulana, yang mengulas pemikiran fikih Waled Sirajuddin dari Babussalam. Kajian tentang kontribusi ulama Aceh juga disampaikan oleh Rahmad Sanusi, serta Ghujdawan yang menyoroti peran Ayah Cot Trueng dalam penguatan dakwah TASTAFI.Isu tentang dayah juga banyak mendapat perhatian. Nurzakiyah membahas Dayah Darul Ulum, Zulfahmi mengkaji Ma’had Aly Malikussaleh, sedangkan Ifkar Hidayatullah meneliti Dayah Malikussaleh. Sementara itu, Cut Nazar Mutia Hanum menggali tradisi keilmuan turath di Dayah MATAQU.
Pada bidang hukum keluarga, enam mahasiswa menyoroti berbagai problematika hukum yang diputuskan di Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon. Zurriatina mengulas persoalan dispensasi nikah, Nova Arina membahas penetapan nasab anak, dan Devi Rahmayani mengkaji itsbat nikah pada kasus pernikahan lintas negara. Kajian lain turut disampaikan oleh Maulina mengenai hukum waris, Lilis Diatna tentang sengketa hibah, serta Susi Rahmayanti yang menyoroti putusan terkait kekerasan seksual berbasis inses.
Penampilan para mahasiswa ini mendapat banyak apresiasi dari peserta konferensi. Mereka dinilai mampu menyajikan kajian yang rapi, relevan, dan memperkaya diskursus syariah maupun khazanah Aceh. Kehadiran mereka sekaligus memperkokoh posisi Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe dalam peta penelitian syariah, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Jumairi)
Selasa, 25 November 2025
Program Doktor Studi Islam UINSUNA Menguatkan Wacana Ulama dan Pendidikan Islam Kontemporer dalam The Third International Conference on Islamic Studies 2025
Selasa, 28 Oktober 2025
Kontribusi Santri dalam Menjaga Nilai-Nilai Luhur dan Memajukan Peradaban
Oleh: Dr. Noer Rohmah, M.Pd.I.
"Santri berperan penting dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa, memajukan peradaban melalui pendidikan karakter, pelestarian budaya, moderasi beragama, penguatan ekonomi umat"
Santri, sebagai bagian integral dari masyarakat Indonesia, memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa sekaligus memajukan peradaban. Kontribusi mereka tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga menjangkau berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan intelektual. Peran penting santri dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.
1. Pendidikan Karakter: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional menekankan pentingnya pembentukan karakter yang kuat. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, dan gotong royong ditanamkan sejak dini. Santri diajarkan untuk menghormati orang tua, guru, dan sesama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Melalui pendidikan karakter inilah, pesantren melahirkan generasi yang berakhlak mulia, tangguh, dan berintegritas.
2. Pelestarian Tradisi dan Budaya: Santri juga berperan dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal yang bernafaskan Islam. Berbagai kegiatan seperti seni hadrah, marawis, bela diri pagar nusa, dan kesenian tradisional lainnya menjadi bagian dari kehidupan pesantren sehari-hari. Selain itu, pesantren menjadi pusat pengembangan bahasa Arab dan kajian kitab-kitab klasik (turats) yang merupakan warisan intelektual Islam. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi benteng keagamaan, tetapi juga penjaga budaya dan identitas bangsa.
3. Moderasi Beragama: Santri merupakan garda terdepan dalam menyebarkan Islam yang moderat, toleran, dan inklusif. Dengan jumlah pesantren yang tersebar di berbagai penjuru tanah air, para santri terbiasa hidup berdampingan dengan keragaman, berdialog lintas budaya, serta membangun kerukunan dan harmoni sosial. Pesantren mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan pendapat dan menjauhi segala bentuk kekerasan serta ekstremisme. Dalam konteks global, santri juga dapat berperan sebagai agen perdamaian dunia, duta Islam rahmatan lil ‘alamin yang menebarkan semangat kasih sayang dan persaudaraan universal.
Santri dan Peradaban di Era Globalisasi
Memasuki era globalisasi, santri dituntut untuk mengambil peran strategis dalam memajukan peradaban. Agar dapat menjawab tantangan zaman, ada beberapa hal mendesak yang perlu dikembangkan di lingkungan pesantren dan santri masa kini.
1. Pengembangan Ilmu Pengetahuan: Santri tidak hanya perlu mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan umum dan bahasa asing sebagai bekal menghadapi dunia global. Pesantren harus mampu menghadirkan program pendidikan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Santri didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
2. Kontribusi di Berbagai Bidang: Lulusan pesantren kini terbukti mampu berkiprah di berbagai sektor kehidupan — pendidikan, ekonomi, politik, hingga pemerintahan. Banyak di antara mereka yang menjadi tokoh nasional, pejabat publik, akademisi, pengusaha, bahkan presiden. Hal ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya melahirkan ahli agama, tetapi juga pemimpin berkarakter yang mampu membawa nilai-nilai luhur pesantren ke ranah publik. Selain itu, santri juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan advokasi bagi kelompok-kelompok termarginalkan.
3. Penguatan Ekonomi Umat: Santri juga perlu didorong untuk menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif. Kemandirian ekonomi akan memperkuat posisi tawar umat Islam dalam dinamika ekonomi global. Banyak pesantren kini telah mengembangkan koperasi dan unit usaha produktif untuk meningkatkan kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar. Contohnya dapat dilihat pada Pesantren Sidogiri, Pesantren Tebu Ireng, dan Pesantren Al-Amien, yang sukses mengembangkan usaha mandiri berbasis nilai-nilai Islam. Model ini menunjukkan bahwa pesantren mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Penutup
Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kontribusi santri dalam menjaga nilai-nilai luhur dan memajukan peradaban sangatlah besar dan beragam. Dengan pendidikan karakter yang kuat, pemahaman agama yang mendalam, serta semangat pengabdian yang tinggi, santri menjadi aset berharga bagi bangsa dan negara.
Mari kita terus mendukung, mempercayai, dan memberi ruang bagi santri untuk berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan peradaban Indonesia dan dunia.
Kamis, 14 Agustus 2025
Ngobrol Santai Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe & STAI-DA Deli Serdang: Tidak Ada Kata Terlambat untuk Magister dan Doktor
Jumat, 18 Juli 2025
Blended Learning dan Identitas Islami: Menjawab Tantangan Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe
Sabtu, 12 Juli 2025
Pascasarjana UIN SUNA Gelar Visiting Lecture: Diskusi Otoritas Keagamaan di Era Digital
Sabtu, 14 Juni 2025
Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Perkuat Kolaborasi Akademik melalui Visiting Lecturer Program Doktoral
Sabtu, 12 April 2025
Dosen IAIN Lhokseumawe dan UIM Gagas Program TEN: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan di Madrasah
Kamis, 13 Maret 2025
Pendaftaran SPAN-PTKIN Resmi Ditutup, IAIN Lhokseumawe Raih 4.824 Pendaftar
Senin, 10 Maret 2025
Ramadan Bulan Ilmu: Menggali Ilmu dengan Tadarrus Al-Qur’an
- Penalaran Deduktif dan Induktif – Mengambil kesimpulan dari hal umum ke khusus atau sebaliknya. Contohnya, dalam ilmu fikih, metode deduktif digunakan untuk menerapkan prinsip umum syariat ke dalam kasus-kasus khusus, seperti hukum jual beli. Sebaliknya, metode induktif digunakan dalam ilmu ushul fiqh dengan mengumpulkan berbagai kasus untuk menemukan prinsip umumnya.
- Observasi dan Eksperimen – Ilmu yang didasarkan pada pengalaman nyata dan penelitian. Contohnya, dalam ilmu hadis, semua catatan hadis diperiksa berdasarkan perawi yang meriwayatkannya. Para ulama hadis seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim menggunakan metode kritik sanad untuk memastikan apakah narasumber benar-benar seorang sahabat yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, dapat dibedakan mana hadis yang sahih dan mana yang daif.
- Studi terhadap Gejala Alam – Memahami ayat-ayat kauniyah yang merupakan tanda kebesaran Allah dalam penciptaan. Misalnya, dalam sains, penelitian tentang air sebagai sumber kehidupan sesuai dengan firman Allah dalam QS. 21: 30: "Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air". Penelitian ilmiah tentang siklus air, hujan, dan ekosistem mendukung kebenaran ayat ini.
- Kosmologi, tentang keajaiban ciptaan Allah: QS. 2: 255, QS. 57: 4-5, QS. 4: 11, 12, QS. 65: 12, QS. 71: 15-16, QS. 23: 17, QS. 7: 54, QS. 13: 2, QS. 13: 15, QS. 50: 38, QS. 10: 5, QS. 6: 97, QS. 71: 15-16.
- Astronomi, ilmu pengetahuan mengenai benda-benda langit tentang gerak, pengembangan, dan sifat-sifatnya: QS. 50: 6, QS. 13: 2, QS. 79: 28, QS. 31: 10, QS. 55: 7, QS. 6: 97, QS. 36: 38-40, QS. 10: 5-6, QS. 37: 6, QS. 82: 1-2.
- Fisika/Metafisika, ilmu pengetahuan tentang alam yang konkret atau pun yang abstrak. Tentang cahaya: QS. 24: 35, QS. 25: 61, QS. 66: 8, QS. 2: 17, QS. 2: 20. Tentang keajaiban penglihatan: QS. 33: 19, QS. 8: 44, QS. 5: 83, QS. 9: 92. Tentang jarak dengan perhitungn tahun cahaya: QS. 32: 5, QS. 22: 47. Tentang periodisasi alam yang jutaan tahun disebut dengan hari: QS. 32: 4-5, QS. 50: 38. Tentang perubahan perasaan tentang ukuran waktu di akhirat: QS. 2: 259, QS. 23: 112-114, QS. 18: 19. Tentang dimensi mikroskopis dalam waktu: QS. 16: 77, QS. 54: 50, QS. 50: 16, QS. 56: 85, QS. 27: 38-40. Tentang bayang-bayang: QS. 16: 48, QS. 25: 45, QS. 13: 15, 35. Tentang panas, pelajari: QS. 56: 71-73, QS. 20: 10, QS. 36: 80, QS. 27: 7, QS. 35: 21. Tentang listrik: QS. 2: 19,20, QS. 13: 12,13. Tentang suara: QS. 18: 26, QS. 34: 50. Tentang makhluk yang berasal dari api: QS. 15: 27, QS. 55: 15.
- Ilmu Hitung/Matematika: QS. 18: 11, 12, 19, 22, QS. 19: 84, QS. 4: 7, 11, 12, 176.
- Sejarah/Anthropologi: QS. 7: 100-102, QS. 3: 137, QS. 6: 6, QS. 9: 70, QS. 14: 9, QS. 25: 37-38, QS. 4: 1, QS. 30: 22.
- Geografi/Geologi: QS. 27: 61, QS. 16: 15, QS. 50: 7-11, QS. 27: 61, QS. 79: 30-33, QS. 16: 15, QS. 51: 48, QS. 71: 19, 20.
- Biologi: QS. 27: 60, QS. 16: 10, QS. 6: 99, QS. 35: 28, QS. 36: 71-72.
- Embriologi: QS. 23: 12-14, QS. 35: 11, QS. 56: 57-65, QS. 71: 14, QS. 86: 6-7.
- Zoologi: QS. 24: 45, QS. 53: 45-46, QS. 6: 142-144, QS. 16: 5-9, 66, QS. 67: 19.
- Kelautan/Pelayaran: QS. 16: 4, QS. 10: 22, QS. 22: 65, QS. 30: 46.
- Mineralogi: QS. 34: 11, QS. 57: 25, QS. 76: 15-16, QS. 55: 58-59, QS. 9: 34.
- Pertanian: QS. 20: 53, QS. 6: 99, QS. 22: 5, QS. 6: 141, QS. 16: 10-11, QS. 13: 4, QS. 22: 5, QS. 26: 7-8.
- Ekonomi/Perdagangan: QS. 28: 77, QS. 2: 198, 261, 265, QS. 24: 37, QS. 62: 10, QS. 67: 15, QS. 71: 19-20.
- Arkeologi: QS. 7: 74, QS. 22: 45, QS. 26: 128-138, QS. 27: 51, 52, QS. 32: 26, 40: 82.
- Sosiologi: QS.4: 1, QS. 7: 189, QS. 49: 13.
- Seksiologi/Perkawinan: QS. 2: 223, 231, QS. 5: 5, QS. 4: 3, 25, 34, 128, 129, QS. 30: 21.
- Kimia: QS. 15: 19, QS. 41: 11, QS. 51: 49, QS. 36: 36, 24: 43.
Baca juga: Ramadan Bulan Sehat























