Enam Mahasiswa S3 UIN Sultanah Nahrasiyah Tampil dalam Seminar Proposal Perdana: Program Doktor Studi Islam Tegaskan Tradisi Akademik Unggul
Rangkang Belajar | Lhokseumawe – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe melalui Program Doktor (S3) Studi Islam sukses melaksanakan Seminar Proposal Disertasi Perdana pada Selasa–Rabu, 27–28 Januari 2026, di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Pascasarjana. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid (luring dan daring) ini menjadi tonggak penting bagi program doktor yang relatif baru memulai kegaitan akademiknya secara formal pada tahun 2024. Seminar ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi S3 Studi Islam dalam membangun tradisi akademik yang kuat, progresif, dan berstandar nasional.
Dari total 30 mahasiswa semester III, enam mahasiswa berhasil menembus tahapan seminar proposal sebagai bagian dari proses akademik menuju penelitian disertasi. Mereka menjadi pelopor dalam fase awal penyelesaian tugas akhir doktoral di lingkungan Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe. Seminar ini juga menghadirkan para pakar dari internal UIN SUNA serta penguji eksternal dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan UIN Sumatera Utara Medan. Keterlibatan para akademisi lintas kampus ini menjadikan diskursus ilmiah berlangsung mendalam, kritis, dan konstruktif.
Seminar hari pertama Selasa, 27 Januari 2026 diawali oleh Ismaulina, mahasiswa konsentrasi Ekonomi Syariah yang mempresentasikan proposal berjudul “Integritas Etika Islam dalam Akuntansi Syariah Manajemen Strategis di Lembaga Keuangan Syariah.” Seminar berlangsung pukul 08.30–10.00 WIB dengan tim penguji: Prof. Dr. Azharsyah Ibrahim, M.S.O.M. dari UIN Ar-Raniry (Promotor sekaligus Ketua Sidang), Assoc. Prof. Dr. Harjoni Deski, M.Si. (Kopromotor), dan Assoc. Prof. Dr. Iskandar, M.Si. (Penguji). Diskusi menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai etika Islam dalam praktik manajemen strategis lembaga keuangan syariah, serta penguatan kerangka filosofis dan metodologis penelitian.
Sesi kedua menghadirkan Samhudi, mahasiswa konsentrasi Pendidikan Agama Islam, dengan judul proposal “Integrasi Pendidikan Islam dan Sains di Dayah (Studi Kasus Dayah Darul Ulum Al Munawwarah Lhokseumawe).” Seminar berlangsung pukul 10.30–11.30 WIB dengan tim penguji: Prof. Dr. Warul Walidin, AK., M.A. dari UIN Ar-Raniry (Promotor), Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A. (Kopromotor sekaligus Pimpinan Sidang), dan Assoc. Prof. Dr. Ja’far, M.A. (Penguji). Pembahasan menyoroti model integrasi keilmuan Islam dan sains dalam sistem pendidikan dayah sebagai respons terhadap tantangan modernitas dan kebutuhan pendidikan berbasis integratif.
Mahasiswa ketiga pada hari pertama, Cindenia Puspasari dari konsentrasi Komunikasi dan Penyiaran Islam, memaparkan proposal berjudul “Pengembangan CAPS: Pemahaman Dakwah, Media Digital, dan Akhlak Generasi Z Aceh.” Seminar berlangsung pukul 14.30–16.00 WIB dengan tim penguji: Prof. Dr. Danial, M.Ag., Rektor UIN SUNA Lhokseumawe (Promotor sekaligus Ketua Sidang), Assoc. Prof. Dr. Darmadi, M.Si. (Kopromotor), dan Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A. dari UIN Sumatera Utara Medan (Penguji). Diskusi akademik menitikberatkan pada inovasi pendekatan dakwah berbasis media digital serta penguatan karakter generasi Z di tengah arus disrupsi informasi.
Seminar hari kedua, Rabu, 28 Januari 2026 dibuka oleh Muhammad Ediyani dari konsentrasi Pendidikan Agama Islam dengan proposal berjudul “Kompetensi Guru Bahasa Arab dan Implikasinya terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa (Analisis Pembelajaran Bahasa Arab di MTsS Ulumuddin).” Seminar berlangsung pukul 08.30–10.00 WIB dengan tim penguji: Prof. Dr. Warul Walidin, AK., M.A. dari UIN Ar-Raniry (Promotor), Assoc. Prof. Dr. Saifuddin Dhuhri, Lc., M.A. (Kopromotor sekaligus Pimpinan Sidang), dan Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A. (Penguji). Diskusi memperdalam aspek pedagogik, kompetensi profesional guru, serta ketajaman desain metodologi penelitian.
Selanjutnya, Dedy Haryadi Hasan dari konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam mempresentasikan proposal berjudul “Pengaruh Pengembangan Soft Skill Karyawan terhadap Pengembangan Karier (Studi Kasus di PT Pupuk Iskandar Muda).” Seminar yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB secara daring ini menghadirkan Prof. Dr. Warul Walidin, AK., M.A. dari UIN Ar-Raniry (Promotor sekaligus Ketua Sidang), Assoc. Prof. Dr. Said Alwi, M.A. (Kopromotor), dan Assoc. Prof. Dr. M. Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I. (Penguji). Kajian ini memperluas spektrum Manajemen Pendidikan Islam melalui pendekatan aplikatif yang bersentuhan langsung dengan dunia industri dan pengembangan sumber daya manusia.
Seminar ditutup oleh Dahliana dari konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam dengan proposal berjudul “Optimalisasi Pendayagunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar di Aceh Utara.” Seminar berlangsung pukul 11.30–13.00 WIB dengan tim penguji: Prof. Dr. Jamaluddin Idris, M.Ed. dari UIN Ar-Raniry (Promotor sekaligus Ketua Sidang), Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A. (Kopromotor), dan Assoc. Prof. Dr. Agus Salim Salabi, M.A. (Penguji). Diskusi menyoroti tata kelola pembiayaan pendidikan yang transparan, efektif, berbasis nilai Islam dan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu sekolah dasar.
Pelaksanaan seminar proposal perdana ini menunjukkan sejumlah capaian strategis, antara lain: Terbangunnya kultur akademik doktoral yang serius dan progresif, Keterlibatan pakar internal dan eksternal dalam penguatan kualitas riset, Komitmen mahasiswa dalam penyelesaian studi secara sistematis. Seminar proposal merupakan gerbang awal menuju penelitian disertasi yang berkualitas, yaitu integrasi kajian Islam dengan isu-isu kontemporer: pendidikan, manajemen, ekonomi syariah, dakwah digital, hingga pengembangan SDM industri. Melalui tahapan ini, mahasiswa memperoleh penguatan teoritik dan metodologis sebelum memasuki fase penelitian lapangan.
Sebagai program doktor yang relatif baru, Prodi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus berbenah dalam memperkuat sistem pembimbingan dan tradisi riset. Capaian enam mahasiswa ini menjadi sinyal kuat bahwa program doktor UIN SUNA siap melahirkan doktor-doktor yang unggul, kontributif, dan relevan bagi pembangunan Aceh dan Indonesia di masa depan.
Seminar proposal perdana ini menjadi langkah konkret menuju visi jangka panjang Prodi S3 Studi Islam untuk tampil sebagai program doktor unggul berbasis riset interdisipliner, integratif antara nilai-nilai Islam dan perkembangan sains, adaptif terhadap transformasi digital, serta berakar pada kearifan lokal dengan orientasi global menuju 2045. (sal-aby)
Sub YouTube Channel
Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Tags : Berita Kita Kampus Pendidikan Wawasan


Posting Komentar