Kamis, 12 Februari 2026

Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah–Dinas Pendidikan Aceh Utara Gelar Pelatihan Analisis Mutu Sekolah Berbasis Data

Rangkang Belajar | LhokseumawePascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UINSUNA) Lhokseumawe kembali menegaskan peran strategisnya dalam penguatan mutu pendidikan di Aceh melalui kolaborasi epik bersama Dinas Pendidikan Aceh Utara. Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan bertajuk “Analisis Mutu Sekolah Berdasarkan Perencanaan Berbasis Data” yang dilaksanakan pada 9–11 Februari 2026 di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UINSUNA Lhokseumawe.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Aceh Utara. Para peserta mendapatkan penguatan kapasitas dalam menganalisis mutu sekolah secara komprehensif dan menyusun perencanaan berbasis data sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan. Acara dibuka secara resmi pada Senin (9/2) dengan rangkaian pembukaan yang diawali registrasi peserta, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Dr. Maya Safitri, M.A., selaku Ketua Panitia, Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A., selaku Direktur Pascasarjana, dan Razali, S.Pd.I, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Aceh Utara, yang mewakili Dinas Pendidikan Aceh Utara. Momentum ini menjadi simbol kuat komitmen bersama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai Eksistensi dan Peran Pimpinan dalam Merancang Program Pengembangan Sekolah oleh Prof. Dr. Danial, M.Ag., Rektor UINSUNA yang menekankan pentingnya kepemimpinan transformatif dalam mendorong perubahan berbasis visi dan data. Sesi dilanjutkan dengan materi Analisis SWOT Pengembangan Sekolah oleh Dr. Zulkhairi, M.Pd., yang membimbing peserta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan sekolah secara sistematis.

Memasuki hari kedua, fokus pembahasan beralih pada penguatan kolaborasi internal sekolah melalui materi Kolaborasi Warga Sekolah dalam Mengembangkan Program oleh Dr. Iskandar, M.Si.  Sesi berikutnya yang tak kalah penting adalah Analisis Rapor Mutu Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data oleh Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A. Materi ini menjadi jantung kegiatan karena mengarahkan peserta untuk mampu membaca rapor mutu sebagai instrumen strategis dalam penyusunan rencana kerja sekolah.

Pada hari ketiga, peserta mendapatkan penguatan tentang Relevansi Kegiatan Sekolah terhadap Instrumen Akreditasi BAN-PDM yang disampaikan Dr. Harjoni, M.Si. Puncak kegiatan ditutup dengan materi Implementasi dan Tindak Lanjut Peningkatan Mutu Berbasis Data oleh Dr. Agus Salim Salabi, M.A., yang memberikan panduan praktis agar seluruh konsep yang diperoleh dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Mewakili Dinas Pendidikan Aceh Utara, Dr. (Cand.) Dahliana, S.Si., M.S.M., Kasubbag. Keuangan dan Perlengkapan turut mendampingi peserta selama tiga hari kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah mampu menghadirkan narasumber dengan materi-materi yang sangat penting dan relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. “Kami sangat mengapresiasi Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah karena telah memfasilitasi 100 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP di Aceh Utara dengan materi yang benar-benar aplikatif. Dari seluruh rangkaian kegiatan ini, para kepala sekolah semakin jelas melihat indikator mana yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Dr. (Cand.) Dahliana menambahkan bahwa kebermanfaatan kegiatan ini dirasakan langsung oleh para kepala sekolah, khususnya dalam membaca data rapor mutu dan mengaitkannya dengan instrumen akreditasi. Dengan pemetaan yang semakin terstruktur, sekolah dapat menyusun program prioritas secara lebih tepat sasaran. Ia juga berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut pada penguatan kapasitas sekolah di berbagai aspek lainnya. “Kami melihat ini sebagai penguatan sinergi antara kampus UIN Sultanah Nahrasiyah dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Ke depan, kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk mendukung transformasi mutu pendidikan di Aceh Utara,” tambahnya.

Direktur Pascasarjana, Prof. Zulfikar dalam sesi penutupan menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab akademik UIN Sultanah Nahrasiyah dalam mendampingi sekolah-sekolah di wilayah sekitar agar mampu bertransformasi menuju tata kelola yang profesional dan berbasis data.

Kerja sama strategis ini sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keilmuan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan Aceh Utara, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah mempertegas komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan daerah secara nyata, sistematis, dan berkelanjutan. (sal-aby)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 25 Juli 2025

Kupas Tuntas TQM di Madrasah, Pascasarjana UIN SUNA Gelar Guest Lecture Kolaboratif


Rangkang Belajar | Lhokseumawe, 25 Juli 2025 – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe kembali menggelar kegiatan Guest Lecture yang inspiratif dan penuh makna. Bertema “Tinjauan dan Evaluasi Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Pembelajaran di Madrasah”, kegiatan ini menjadi bagian dari mata kuliah Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan Islam untuk mahasiswa Unit 1 dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam kesempatan ini, hadir sebagai narasumber utama Dr. Hj. Noer Rohmah, M.Pd.I., Ketua STIT Ibnu Sina Malang dan pengurus LP Ma'arif NU Kabupaten Malang. Beliau menyampaikan materi bertajuk “Mewujudkan Lembaga Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing di Era 5.0”, yang menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip manajemen mutu dalam dunia pendidikan. Di antaranya adalah fokus pada peserta didik sebagai pelanggan utama, komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, serta keterlibatan menyeluruh dari seluruh elemen lembaga. “Tidak ada lembaga yang bermutu tanpa perubahan mindset dari para pelaku pendidikannya,” tegas beliau dalam paparannya.

Menariknya, sesi ini juga dirangkaikan dengan presentasi hasil kajian kolaboratif dari dua mahasiswa, yaitu Risma Wahyuni dan Ulfanur, yang meneliti langsung penerapan TQM di MTsN 1 Aceh Utara. Hasil studi mereka menunjukkan bahwa madrasah tersebut telah menerapkan prinsip-prinsip TQM seperti pelatihan guru secara berkelanjutan, penggunaan data evaluasi untuk perbaikan proses belajar mengajar, serta keterlibatan aktif para stakeholder. Meski demikian, mereka juga mencatat adanya kendala seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan yang masih perlu diatasi.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Agus Salim Salabi, M.A., dalam pengantar akademiknya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana UIN SUNA dalam memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi juga langsung berdialog dengan praktisi dan menganalisis studi nyata. Ini selaras dengan semangat Outcome-Based Education (OBE), di mana pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan luaran konkret yang bisa dipublikasikan secara ilmiah,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa hasil diskusi dan penguatan dari kegiatan ini akan menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk melanjutkan riset yang akan dipublikasikan di jurnal ilmiah, minimal terakreditasi SINTA-4.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa Magister MPI UIN SUNA dari berbagai latar belakang turut aktif berdialog dan berbagi pandangan. Kegiatan ini tak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mendorong transformasi nyata di lingkungan pendidikan Islam, khususnya dalam mengadopsi pendekatan Total Quality Management yang sistematis dan berkelanjutan. Guest Lecture ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat membangun sinergi antara teori, praktik, dan publikasi akademik dalam satu rangkaian pembelajaran yang bermakna. (Salabi)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Cloud Hosting Indonesia

Kamis, 26 Juni 2025

Pentas Seni Santri Darularafah Raya Ramaikan Tanah Gayo: Pagelaran Seni, Lomba Tiga Bahasa, dan Khitanan Massal Jadi Panggung Silaturahmi

Rangkang Belajar | Takengon – Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, menjadi saksi  semarak kreativitas para santri dari Pesantren Darularafah Raya (PDAR), Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam sebuah acara kolaboratif yang bertajuk “Dari Darularafah Raya, untuk Masyarakat Aceh”, Kamis (26/6/2025) menghadirkan momen kehangatan silaturahmi.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Darularafah (IKAPDA) Aceh ini tidak hanya menghadirkan pagelaran seni santri, tetapi juga menyelenggarakan khitanan massal gratis serta lomba pidato tiga bahasa - Arab, Inggris, dan Indonesia - untuk siswa jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama se-Kabupaten Aceh Tengah.

Pagelaran seni yang melibatkan santri putra dan putri menampilkan pertunjukan drama bernilai dakwah, grup nyanyian religi (pop song islami), serta pidato dalam tiga bahasa yang membuktikan kemampuan komunikasi dan ekspresi para santri. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat, wali santri, dan alumni PDAR yang hadir memenuhi GOS Takengon.


Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang turut hadir bersama istri, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PDAR dalam membangun jembatan ukhuwah Islamiyah antarwilayah melalui kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. “Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk nyata kontribusi pesantren terhadap masyarakat. Ini menjadi jembatan persaudaraan yang mempererat hubungan Aceh Tengah dengan Darularafah Raya,” ujarnya dalam sambutan.

Salah satu kegiatan sosial utama adalah khitanan massal yang diikuti oleh 40 anak dari keluarga prasejahtera. Pelaksanaan sunat dilakukan oleh tim relawan dari komunitas mantri sunat Bener Meriah yang dipimpin Muhammad Arif, alumni PDAR.

Sementara itu, lomba pidato tiga bahasa menyasar pelajar SD/MI dan SMP/MTs di Aceh Tengah dan sekitarnya. Ketua Panitia Pelaksana, Ansari Siregar, alumni angkatan ke-6 PDAR, menyatakan bahwa lomba ini diharapkan menjadi program tahunan pesantren sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan literasi publik. “Kami ingin menghadirkan nilai-nilai pesantren dalam wujud nyata di tengah masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong keberanian, kecakapan bahasa, dan nilai-nilai keislaman dalam format yang kreatif dan mendidik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pimpinan PDAR, Dr. Harun Lubis, M.Psi., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pesantren dalam membina generasi melalui seni dan pengabdian sosial. Ia menyayangkan menurunnya ruang ekspresi seni yang edukatif di era digital dan berharap pesantren dapat menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali kreativitas di dunia pendidikan. “Pagelaran ini adalah wujud program ekstrakurikuler kami. Lewat seni, kita ajarkan pesan dakwah dan nilai-nilai akhlak dengan cara yang menyenangkan dan menyentuh. Semoga ini menjadi kontribusi pesantren terhadap masyarakat luas yang berkelanjutan,” tutur Dr. Harun.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menyisakan kesan mendalam bagi warga Aceh Tengah. Banyak pihak berharap acara seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari silaturahmi dan kontribusi pendidikan Islam yang berkelanjutan. (Irmi-Takengon)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Sabtu, 12 April 2025

Dosen IAIN Lhokseumawe dan UIM Gagas Program TEN: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan di Madrasah


Rangkang Belajar | Lhokseumawe – Kolaborasi dosen lintas institusi dari IAIN Lhokseumawe dan Universitas Islam Madura (UIM) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian. Program yang diusung bertajuk "Mahasiswa sebagai Agen Perubahan: Implementasi Program Tutor English Network (TEN) pada Sekolah Menengah – Implikasi Pengabdian Masyarakat Berbasis Lembaga Pendidikan" berhasil menciptakan dampak transformatif, baik bagi mahasiswa maupun siswa madrasah.

Tim peneliti terdiri dari Dr. Nurul Fadhillah, M.Hum. (IAIN Lhokseumawe), Dr. Ummu Kulsum, M.Pd.I. (Universitas Islam Madura), Fadhlur Rahman, M.AppLing. (IAIN Lhokseumawe), serta Rizka Ananda (mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IAIN Lhokeumawe), menggagas Program TEN sebagai respon atas tantangan rendahnya kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi utama: Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Aceh Utara (IAIN Lhokseumawe) dan Madrasah Aliyah Miftahul Qulub Pamekasan (UIM).

Program TEN: Jembatan antara Akademik dan Realitas Sekolah
Program Tutor English Network (TEN) dirancang dengan pendekatan Service Learning, yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian sosial. Mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan siswa dalam lingkungan pendidikan yang nyata. Tahapan program meliputi pemetaan kebutuhan siswa, seleksi tutor mahasiswa, pelatihan intensif, penyusunan modul ajar, hingga implementasi di madrasah mitra.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengajar dalam kelompok kecil dengan pendekatan tematik dan melakukan evaluasi pembelajaran melalui pre-test dan post-test. Interaksi yang intensif menciptakan hubungan belajar yang bermakna, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris.

Dampak Program: Transformasi Ganda pada Siswa dan Mahasiswa
Hasil kegiatan menunjukkan dampak signifikan, baik pada siswa maupun mahasiswa. Siswa mengalami peningkatan minat dan partisipasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris, sementara mahasiswa mengalami pertumbuhan dalam keterampilan pedagogis dan refleksi profesional.

“Meski hasil post-test menunjukkan tingkat penguasaan sekitar 42%, perubahan sikap belajar dan keberanian siswa dalam berbahasa sudah merupakan pencapaian penting,” jelas Dr. Nurul Fadhillah.

Sementara itu, mahasiswa yang terlibat mengakui bahwa pengalaman ini memperluas wawasan mereka tentang pengajaran dan pengabdian. Melalui sesi refleksi mingguan, para tutor muda ini dilatih untuk mengembangkan empati, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sosial.

Kolaborasi Lintas Disiplin dan Harapan Keberlanjutan
Program TEN juga menjadi ajang sinergi antarprodi. Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Agama Islam turut mendampingi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris dalam mengajar, menciptakan ruang kolaborasi yang inklusif dan interdisipliner. Kegiatan ini diperkuat oleh kerja sama resmi antara prodi dan madrasah mitra melalui MoU dan MoA, membuka jalan bagi keberlanjutan program ke depan.

Pihak madrasah pun menyambut baik kegiatan ini dan bahkan mengusulkan agar Program TEN dijadikan kegiatan ekstrakurikuler resmi. Beberapa siswa menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan pembelajaran di pusat bahasa yang dibentuk sekolah sebagai tindak lanjut dari program ini.

Menjadi Model Praktik Baik Pengabdian Berbasis Pendidikan
Program TEN menjadi bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan secara kontekstual dan berdampak. Selain menyentuh aspek kognitif siswa, kegiatan ini juga memperkuat relasi emosional dan sosial dalam pendidikan. Mahasiswa sebagai agen perubahan memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif, reflektif, dan bermakna sesuai semangat Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Ke depan, tim berharap program ini dapat direplikasi di berbagai wilayah, diperluas cakupannya, serta didukung pemanfaatan teknologi digital sebagai media belajar yang efektif. “Program TEN adalah langkah kecil menuju perubahan besar. Mahasiswa bukan hanya belajar, mereka juga menginspirasi,” tutup Fadhlur Rahman, M.AppLing., salah satu inisiator program. (Luluk)



Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Rabu, 06 November 2024

Study Tour Kelas Sains Unggulan Pesantren Darularafah Raya: Pembelajaran Nyata di IPAM Sunggal dan OIF UMSU


Rangkang Belajar | Deli Serdang - Madrasah Aliyah Swasta Pesantren Darularafah Raya, Deli Serdang, siap menyelenggarakan kegiatan study tour untuk kelas 5 Sains Unggulan pada Rabu, 6 November 2024. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi sebuah upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang langsung dan mendalam, membantu para santri melihat bagaimana ilmu sains diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam study tour ini, para santri mengunjungi dua lokasi penting: Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sunggal dan Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Di IPAM Sunggal, para santri akan belajar langsung tentang proses pengelolaan air bersih yang vital bagi kehidupan. Mereka akan melihat bagaimana teknologi dan metode ilmiah diterapkan untuk menjaga kualitas air bersih, memperkenalkan mereka pada konsep penting bahwa sains memiliki peran besar dalam kebutuhan pokok manusia.

Selanjutnya, mereka menuju OIF UMSU untuk memperdalam ilmu astronomi. Di observatorium ini, para santri mempelajari cara kerja teleskop, mengamati benda-benda langit, serta mendapatkan wawasan tentang pentingnya ilmu falak dalam konteks kehidupan, seperti penentuan waktu ibadah dalam Islam. Dengan adanya peralatan canggih di observatorium ini, para santri dapat merasakan pengalaman langsung yang sulit didapat di ruang kelas.

Ustazah Yenni, wali kelas sekaligus pembimbing kegiatan, menyampaikan harapannya bahwa melalui study tour ini, para santri akan mendapatkan wawasan baru tentang penerapan sains dalam dunia nyata, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap ilmu pengetahuan. "Kami ingin mereka bukan hanya tahu teori, tapi juga memahami bagaimana sains bekerja dalam keseharian," ujarnya.

Agar hasil kegiatan ini lebih maksimal, kami akan melakukan lanjutan pembelajaran yang dirancang untuk memperdalam pemahaman para santri setelah study tour, imbuhnya. Pembelajaran lanjutan yang dimaksud, antara lain:  
  1. Refleksi dan Diskusi Kelompok: Sepulang dari study tour, para santri akan mengikuti sesi refleksi bersama untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Pembimbing akan memandu diskusi tentang hal-hal yang menarik atau mengesankan, serta bagaimana ilmu tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman santri dan membantu mereka menghubungkan antara teori dan praktik.
  2. Pelatihan Presentasi dan Publikasi: Para santri juga akan diberi kesempatan untuk mempersiapkan presentasi yang akan disampaikan kepada teman-teman di kelas lain. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya mempraktikkan ilmu sains, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi dan presentasi. Jika memungkinkan, hasil study tour ini bisa dituangkan dalam bentuk artikel atau laporan singkat untuk dipublikasikan di website pesantren atau di media sosial, sehingga pengalaman ini juga bisa menginspirasi santri lainnya.
Melalui pendekatan ini, Pesantren Darularafah Raya menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya kaya pengetahuan, tetapi juga mampu melihat nilai praktis sains dalam kehidupan sehari-hari. (Zhafir-Deli Serdang)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Selasa, 01 Oktober 2024

MAN 1 Plus Keterampilan Langsa: Madrasah dengan Visi Besar untuk Mencetak Generasi Mandiri dan Terampil

*Oleh: Salabi, A. S.

"MAN 1 Plus Keterampilan Langsa adalah contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi di madrasah dapat membekali generasi muda dengan keahlian yang siap pakai, sambil tetap menanamkan nilai-nilai agama yang kuat."

MAN 1 Plus Keterampilan Langsa, yang berlokasi di Sungai Lhueng, Langsa Timur, di bawah kepemimpinan Teuku Juliadi, ST., MT., telah mencapai prestasi yang luar biasa dengan menyandingkan pendidikan agama dan keterampilan vokasi dalam kurikulumnya. Madrasah ini menjadi pionir dalam mengintegrasikan keterampilan praktis ke dalam pendidikan agama, sebuah langkah inovatif yang membekali para siswa dengan pengetahuan keagamaan serta keterampilan hidup yang relevan di era modern.

Madrasah ini berkomitmen pada visinya: “Menyiapkan generasi muda muslim yang bertakwa kepada Allah swt., terampil, mandiri, dan visioner”. Visi ini tercermin jelas dalam setiap program yang dijalankan, termasuk keterampilan vokasi yang dilaksanakan pada sore hari setelah jam pembelajaran formal. Program keterampilan tersebut mencakup tata busana, pengelasan, dan elektronik, memberi siswa bekal yang sangat berharga untuk masa depan mereka.

Salah satu pencapaian menonjol dari program ini adalah kemampuan madrasah dalam memproduksi seragam sekolah sendiri, yang juga melibatkan para lulusan yang telah mendirikan usaha menjahit. Ini bukan hanya sekadar proyek keterampilan, tetapi merupakan bagian dari visi besar madrasah untuk mencetak generasi mandiri yang mampu berkontribusi langsung dalam perekonomian keluarga maupun masyarakat. Para siswa dilatih agar memiliki keterampilan yang tidak hanya membantu mereka melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi modal berharga dalam dunia kerja.
Selain itu, keterampilan pengelasan menjadi salah satu keunggulan lainnya yang ditawarkan oleh madrasah ini. Para siswa diajarkan untuk menguasai teknik pengelasan yang dapat diterapkan dalam industri konstruksi dan manufaktur. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di pasar tenaga kerja, baik di sektor lokal maupun nasional. Dengan keterampilan pengelasan yang dikuasai, siswa tidak hanya memiliki peluang kerja yang lebih luas tetapi juga mampu membuka usaha sendiri di bidang tersebut. Pelatihan pengelasan yang diberikan diharapkan dapat membekali siswa dengan kemampuan teknis yang kuat, menjadikan mereka individu mandiri dan kompetitif di dunia kerja.

Namun, untuk mencapai potensi penuh dari visi tersebut, tantangan berupa keterbatasan sarana dan prasarana harus segera diatasi. Mesin jahit yang digunakan masih terbatas, begitu pula dengan peralatan elektronik dan pengelasan yang tersedia. Tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah daerah dan pusat, potensi besar ini dapat terhambat.

Dukungan nyata dalam bentuk penyediaan fasilitas tambahan dan modernisasi peralatan sangat diperlukan agar madrasah ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa. Selain itu, perhatian juga harus diberikan terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya para pengajar keterampilan. Pelatihan dan kegiatan peningkatan keahlian sangat diperlukan bagi pengajar seperti Humaira Zamzami, S.Pd. pada unit keterampilan tata busana, Drs. Kadarman pada unit keterampilan pengelasan, dan Rosadi, S.Pd. pada unit keterampilan elektronik. Dukungan berupa pelatihan tambahan atau penambahan personil juga menjadi kebutuhan penting agar kegiatan keterampilan para siswa dapat terlaksana dengan lebih optimal.

MAN 1 Plus Keterampilan Langsa adalah contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi di madrasah dapat membekali generasi muda dengan keahlian yang siap pakai, sambil tetap menanamkan nilai-nilai agama yang kuat. Madrasah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang bagi siswa untuk bertransformasi menjadi individu yang produktif dan mandiri.

Jika pemerintah serius ingin melihat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan, sudah saatnya program seperti ini mendapat perhatian lebih. Peningkatan fasilitas dan sumber daya bukan hanya merupakan investasi dalam pendidikan, tetapi juga investasi dalam masa depan bangsa.

Dengan visi yang kuat dan dedikasi dari para pendidik, dukungan penuh dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan program keterampilan ini terus berlanjut dan berkembang, sehingga lulusan MAN 1 Plus Keterampilan Langsa dapat terus berkontribusi bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan bangsa.

**Nama Lengkap Penulis; Dr. Agus Salim Salabi, M.A. Dosen Pada Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Hasil Karya Siswa MAN1 Plus Keterampilan Langsa dapat disimak dalam video berikut:
 
Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 20 September 2024

MAN 1 Samarinda: Melirik Madrasah dengan Keunggulan Keterampilan dan Riset di Kalimantan Timur

*Oleh: Agus Salim Salabi

"Integrasi antara agama dan keterampilan praktis menjadikan para siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata."

Ketika berbicara tentang lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk mencetak generasi berdaya saing tinggi, MAN 1 Samarinda layak mendapat sorotan khusus. Berlokasi di Jl. Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, madrasah ini bukan hanya sebuah institusi pendidikan agama, tetapi sebuah entitas yang memadukan nilai-nilai spiritual dengan keterampilan dan riset modern. Di bawah kepemimpinan Drs. H. Dede Rohimat, M.Pd., MAN 1 Samarinda telah mengukuhkan dirinya sebagai pionir pendidikan keterampilan di Kalimantan Timur.

Penting untuk disadari bahwa MAN 1 Samarinda lebih dari sekadar madrasah biasa. Madrasah ini adalah model keberhasilan dalam menggabungkan nilai-nilai agama dengan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui penetapan sebagai Madrasah Aliyah Plus Keterampilan pada tahun 2020, MAN 1 Samarinda tidak hanya membekali siswa dengan ilmu agama yang kokoh, tetapi juga membuka peluang luas bagi mereka untuk menguasai berbagai keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja. Lima program keterampilan unggulan seperti Tata Boga, Tata Busana, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik Pengelasan, dan Teknik Komputer dan Jaringan adalah contoh nyata bagaimana madrasah ini melampaui ekspektasi sebagai pusat pembelajaran agama.

Namun, keunggulan MAN 1 Samarinda tidak berhenti di sini. Sebagai Madrasah Penyelenggara Riset, madrasah ini memberikan wadah bagi para siswa untuk menggali dan mengembangkan potensi intelektual mereka. Program riset yang dikembangkan di sini telah menjadi katalisator bagi tumbuhnya inovasi dan prestasi akademik siswa. Ini bukan sekadar pencapaian akademis, tetapi juga bukti nyata bahwa pendidikan di madrasah bisa sejalan dengan kebutuhan zaman modern yang menuntut kreativitas dan daya saing tinggi.

Ketika banyak orang masih terjebak dalam stereotip lama bahwa madrasah hanya mengajarkan ilmu agama, MAN 1 Samarinda membuktikan sebaliknya. Melalui keterampilan Tata Boga, siswa berhasil memproduksi makanan ringan yang selalu laris manis menjadi jajanan warga madrasah. Di bidang Tata Busana, kreativitas siswa terlihat dalam beberapa rancangan pakaian tradisional yang dipamerkan di galeri sekolah. Di bengkel madrasah, keterampilan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yang dikuasai siswa memungkinkan mereka memberikan layanan perbaikan dan service kendaraan bermotor. Ini semua tak terlepas dari intensitas dan keikhlasan para guru pembimbing yang bahkan mereka menjadi ahli dalam bidangnya berkat pembelajaran otodidak yang mereka lakukan. Produk inovatif yang dihasilkan dari Teknik Pengelasan memperlihatkan sejauh mana madrasah ini mampu membentuk generasi produktif dan mandiri.

Pencapaian ini tentu bukan sekadar angka di atas kertas. MAN 1 Samarinda telah berhasil menunjukkan bahwa lulusan mereka tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga siap berwirausaha atau langsung terjun ke dunia kerja dengan bekal keterampilan. Ini menjadi salah satu keunggulan nyata yang ditawarkan MAN 1 Samarinda: "Integrasi antara agama dan keterampilan praktis yang menjadikan para siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata."

Tidak bisa disangkal, citra madrasah ini sebagai lembaga yang beradaptasi dengan perubahan zaman semakin kuat dengan penerapan teknologi digital. Keberadaan platform website (https://www.man1samarinda.sch.id) interaktif yang memudahkan akses informasi menjadi bukti nyata bahwa MAN 1 Samarinda serius dalam mendukung pembelajaran di era teknologi. Ini adalah langkah penting dalam menjawab tantangan pendidikan di masa depan, di mana teknologi digital akan terus memainkan peran sentral.

Secara keseluruhan, MAN 1 Samarinda adalah contoh ideal bagaimana lembaga pendidikan agama dapat mengadopsi pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang dipegang teguh. Dengan visi yang kuat, kepemimpinan yang bijaksana, dan inovasi yang terus berkembang, madrasah ini tidak hanya berhasil mendidik siswa untuk menjadi pribadi yang berkarakter, tetapi juga memberikan mereka bekal keterampilan dan pengetahuan untuk sukses di berbagai bidang kehidupan.

**Nama Lengkap Penulis; Dr. Agus Salim Salabi, M.A. Dosen Pada Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Ikuti Channel YouTube

Connect