Kamis, 13 Agustus 2026
Kamis, 06 Agustus 2026
Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Kenalkan Program Magister dan Doktor, Perkuat Jejaring melalui MoU dengan Disdikbud Bireuen
Jumat, 17 Juli 2026
Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Jalin Kemitraan Strategis dengan Mahkamah Syar'iyah Idi melalui MoU dan Sosialisasi Program Pascasarjana
Sabtu, 20 Juni 2026
Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Perkuat Kemitraan dengan Dinas Pendidikan Aceh Tenggara melalui MoU, Seminar Nasional, dan Sosialisasi Program Pascasarjana
Jumat, 12 Juni 2026
Di Antara Palu Hakim dan Ketukan Menteri: Polemik Penetapan Awal Ramadan
Kamis, 12 Februari 2026
Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah–Dinas Pendidikan Aceh Utara Gelar Pelatihan Analisis Mutu Sekolah Berbasis Data
Rangkang Belajar | Lhokseumawe – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UINSUNA) Lhokseumawe kembali menegaskan peran strategisnya dalam penguatan mutu pendidikan di Aceh melalui kolaborasi epik bersama Dinas Pendidikan Aceh Utara. Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan bertajuk “Analisis Mutu Sekolah Berdasarkan Perencanaan Berbasis Data” yang dilaksanakan pada 9–11 Februari 2026 di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UINSUNA Lhokseumawe.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Aceh Utara. Para peserta mendapatkan penguatan kapasitas dalam menganalisis mutu sekolah secara komprehensif dan menyusun perencanaan berbasis data sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan. Acara dibuka secara resmi pada Senin (9/2) dengan rangkaian pembukaan yang diawali registrasi peserta, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Dr. Maya Safitri, M.A., selaku Ketua Panitia, Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A., selaku Direktur Pascasarjana, dan Razali, S.Pd.I, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Aceh Utara, yang mewakili Dinas Pendidikan Aceh Utara. Momentum ini menjadi simbol kuat komitmen bersama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai Eksistensi dan Peran Pimpinan dalam Merancang Program Pengembangan Sekolah oleh Prof. Dr. Danial, M.Ag., Rektor UINSUNA yang menekankan pentingnya kepemimpinan transformatif dalam mendorong perubahan berbasis visi dan data. Sesi dilanjutkan dengan materi Analisis SWOT Pengembangan Sekolah oleh Dr. Zulkhairi, M.Pd., yang membimbing peserta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan sekolah secara sistematis.
Memasuki hari kedua, fokus pembahasan beralih pada penguatan kolaborasi internal sekolah melalui materi Kolaborasi Warga Sekolah dalam Mengembangkan Program oleh Dr. Iskandar, M.Si. Sesi berikutnya yang tak kalah penting adalah Analisis Rapor Mutu Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data oleh Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A. Materi ini menjadi jantung kegiatan karena mengarahkan peserta untuk mampu membaca rapor mutu sebagai instrumen strategis dalam penyusunan rencana kerja sekolah.
Pada hari ketiga, peserta mendapatkan penguatan tentang Relevansi Kegiatan Sekolah terhadap Instrumen Akreditasi BAN-PDM yang disampaikan Dr. Harjoni, M.Si. Puncak kegiatan ditutup dengan materi Implementasi dan Tindak Lanjut Peningkatan Mutu Berbasis Data oleh Dr. Agus Salim Salabi, M.A., yang memberikan panduan praktis agar seluruh konsep yang diperoleh dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.
Mewakili Dinas Pendidikan Aceh Utara, Dr. (Cand.) Dahliana, S.Si., M.S.M., Kasubbag. Keuangan dan Perlengkapan turut mendampingi peserta selama tiga hari kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah mampu menghadirkan narasumber dengan materi-materi yang sangat penting dan relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. “Kami sangat mengapresiasi Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah karena telah memfasilitasi 100 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP di Aceh Utara dengan materi yang benar-benar aplikatif. Dari seluruh rangkaian kegiatan ini, para kepala sekolah semakin jelas melihat indikator mana yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Dr. (Cand.) Dahliana menambahkan bahwa kebermanfaatan kegiatan ini dirasakan langsung oleh para kepala sekolah, khususnya dalam membaca data rapor mutu dan mengaitkannya dengan instrumen akreditasi. Dengan pemetaan yang semakin terstruktur, sekolah dapat menyusun program prioritas secara lebih tepat sasaran. Ia juga berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut pada penguatan kapasitas sekolah di berbagai aspek lainnya. “Kami melihat ini sebagai penguatan sinergi antara kampus UIN Sultanah Nahrasiyah dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Ke depan, kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk mendukung transformasi mutu pendidikan di Aceh Utara,” tambahnya.
Direktur Pascasarjana, Prof. Zulfikar dalam sesi penutupan menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab akademik UIN Sultanah Nahrasiyah dalam mendampingi sekolah-sekolah di wilayah sekitar agar mampu bertransformasi menuju tata kelola yang profesional dan berbasis data.
Kerja sama strategis ini sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keilmuan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan Aceh Utara, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah mempertegas komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan daerah secara nyata, sistematis, dan berkelanjutan. (sal-aby)
Kamis, 29 Januari 2026
Enam Mahasiswa S3 UIN Sultanah Nahrasiyah Tampil dalam Seminar Proposal Perdana: Program Doktor Studi Islam Tegaskan Tradisi Akademik Unggul
Rabu, 26 November 2025
Sembilan Mahasiswa Magister MPI UINSUNA Tampilkan Riset Pendidikan Dayah di Forum Internasional
Rangkang Belajar | Lhokseumawe – The 3rd International Conference on Islamic and Al Washliyah Studies 2025 resmi dibuka pada Selasa (25/11) melalui platform Zoom Meeting. Konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah bekerja sama dengan LKSA PB Al Washliyah ini kembali menjadi ruang temu bagi para akademisi, peneliti, dan ulama dari berbagai negara. Kegiatan ini turut didukung oleh Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UINSUNA), UMN Al Washliyah, dan UNIVA Medan, dengan mengangkat tema “Islamic Organizations and the Transformation of Ulama Authority in Contemporary Indonesia.”
Salah satu sorotan utama dalam rangkaian konferensi tahun ini adalah tampilnya sembilan mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UINSUNA sebagai pemakalah. Mereka membawakan berbagai riset terkait manajemen dan tradisi pendidikan dayah, yang menjadi kekhasan intelektual Aceh dan identitas keilmuan program studi MPI. Partisipasi para mahasiswa ini mencerminkan semakin kuatnya budaya riset di lingkungan Pascasarjana UINSUNA sekaligus menunjukkan kesiapan mereka bersaing dalam forum akademik internasional. Kesembilan pemakalah tersebut dibimbing oleh Dr. Ja’far, M.A., dosen Filsafat Ilmu MPI sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Syariah UINSUNA.
Sesi panel Room D dimulai pukul 13.45 WIB dan dipandu oleh Safwan, M.S.I., bersama Raisa Salsabila. Presentasi pertama disampaikan oleh Aris Munandar dengan judul Management of Qur’an Memorization Education Program Development at An-Nur Integrated Islamic Elementary School, Pidie Jaya. Aris membahas strategi pengembangan program tahfiz di jenjang pendidikan dasar.
Berikutnya, I.S. Asroza memaparkan penelitian berjudul Management of Classical Islamic Text (Kitab Kuning) Learning at the Darul Iman Modern Islamic Boarding School, Southeast Aceh, yang menyoroti integrasi manajemen modern dalam pembelajaran kitab kuning. Kajian serupa juga dipresentasikan oleh Zawatun Nida melalui penelitian tentang pengelolaan pembelajaran kitab klasik di Dayah Subulussalam Al-Waliyyah.
Riset mengenai penguatan kurikulum kitab kuning diulas oleh Muhammad Sariyulis melalui paparannya Curriculum Management in Improving the Quality of Classical Islamic Text Learning at Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah. Sementara itu, Tajul Fazari membahas penerapan metode sorogan dan bandongan dalam manajemen pembelajaran kitab kuning di Dayah Darussa’adah Cot Puuk.
Presentasi berikutnya disampaikan oleh Ayadi tentang manajemen kitab klasik di Dayah Almuslimun Terpadu Lhoksukon. M. Yunus kemudian menguraikan penelitian mengenai manajemen kurikulum di Dayah Salafi Malikussaleh yang mempertahankan karakter tradisional namun tetap adaptif. Selanjutnya, Rahmiyati memaparkan kajian pembelajaran tingkat tajhizi di Dayah Riyadhatul Qulub. Sesi panel ditutup oleh Sahdan melalui presentasi tentang manajemen kelas takhassus di Dayah Terpadu Bustanul Arifin, Bener Meriah.
Keterlibatan sembilan mahasiswa Magister MPI UINSUNA dalam forum internasional ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Riset-riset mereka dinilai tidak hanya memperkenalkan praktik dan tradisi pendidikan dayah Aceh ke tingkat global, tetapi juga memperkuat posisi UINSUNA sebagai salah satu pusat kajian manajemen pendidikan Islam berbasis kearifan lokal. (Sahdan)













