Kamis, 13 Agustus 2026

Dari Lhokseumawe ke Yogyakarta, dari Konsultasi Menuju Kolaborasi: Pascasarjana UIN SUNA Terus Melangkah Membangun Jejaring Akademik


Rangkang Belajar | Yogyakarta — Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe terus memperkuat tata kelola akademik dan jejaring kelembagaan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang doktoral. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan koordinasi dan konsultasi ke Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. Agus Salim Salabi, M.A., sebagai bagian dari agenda peningkatan kapasitas akademik dan manajerial, khususnya terkait pengelolaan Program Doktor Studi Islam UIN SUNA serta persiapan reakreditasi menuju Akreditasi Unggul.

Kehadiran Dr. Salabi disambut hangat oleh Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan terbuka. Diskusi tidak hanya membahas aspek administratif pengelolaan program doktor, tetapi juga berkembang pada berbagai pengalaman dan praktik baik dalam penguatan tata kelola Pascasarjana, pengembangan mutu akademik, pengelolaan sumber daya manusia, serta strategi menghadapi proses akreditasi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak saling berbagi pengalaman mengenai bagaimana program doktor dapat dikembangkan secara lebih sistematis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Berbagai pengalaman UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang memiliki tradisi akademik kuat menjadi bahan penting bagi Pascasarjana UIN SUNA dalam mempersiapkan penguatan pengelolaan Program Doktor Studi Islam.

Dr. Salabi menyampaikan bahwa konsultasi dan koordinasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Pascasarjana UIN SUNA untuk terus belajar dari perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan doktoral. “Penguatan Program Doktor Studi Islam tidak cukup hanya dengan memenuhi aspek administratif. Kita perlu membangun tata kelola akademik yang kuat, budaya mutu yang berkelanjutan, serta jejaring akademik yang memungkinkan dosen dan mahasiswa berkembang melalui kolaborasi,” demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Suasana diskusi semakin hangat dengan keterlibatan Ahmad Rafiq, S.Ag., M.Ag., MA., Ph.D., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Dr. Zulfikar Ismail, Lc., M.A., dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran para akademisi tersebut memperkaya dialog mengenai pengembangan pendidikan doktor, peningkatan kualitas akademik, serta peluang kolaborasi antarperguruan tinggi.

Pertemuan yang diawali dengan konsultasi dan koordinasi tersebut kemudian berkembang menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan kelembagaan kedua institusi. Pada kesempatan itu, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan pengembangan kerja sama ke depan.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Ruang lingkup ini membuka peluang yang luas bagi kedua Pascasarjana untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi akademik, mulai dari peningkatan kapasitas dosen, pengembangan program akademik, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan akademik lainnya yang disepakati bersama.

Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman tersebut, hubungan antara Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi berlanjut dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan kedua institusi secara keseluruhan.

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Kamis, 06 Agustus 2026

Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Kenalkan Program Magister dan Doktor, Perkuat Jejaring melalui MoU dengan Disdikbud Bireuen


Rangkang Belajar | Bireuen – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus memperluas jejaring kemitraan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh. Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Kamis (6/8/2026), Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A., secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen tentang kerja sama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kompetensi guru, dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut menjadi landasan bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas guru melalui pendidikan pascasarjana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh tim sosialisasi Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang terdiri atas Dr. Agus Salim Salabi, M.A. selaku Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Zulkhairi, M.Pd. selaku Sekretaris Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, Linur Ficca Agustina, M.Kes. selaku Sekretaris Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta dua tenaga kependidikan Pascasarjana, Ainul dan Miswita.

Rombongan disambut hangat oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Dr. Yusmadi, M.Pd., selaku PIC program pengembangan mutu guru dan tenaga kependidikan (GTK). Dalam sambutannya, Dr. Yusmadi menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas kunjungan civitas akademika Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Menurutnya, kehadiran para dosen tidak hanya menjadi ajang promosi program studi, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi akademik yang sangat berharga. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kampus tersebut karena merupakan alumni Program Magister saat institusi itu masih berstatus IAIN Lhokseumawe.

Acara diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan oleh Dr. Salabi. Dalam paparannya, Wakil Direktur Pascasarjana menjelaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang menuntut setiap pendidik untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kapasitas akademik melalui studi lanjut. "Melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor bukan sekadar untuk memperoleh gelar akademik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kompetensi profesional, memperkuat kemampuan kepemimpinan pendidikan, serta melahirkan inovasi yang berdampak pada peningkatan mutu sekolah," ujar Dr. Salabi.

Selanjutnya, Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto Siregar, M.A., memaparkan berbagai program unggulan Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe beserta distingsi yang dimiliki setiap program studi. Ia memperkenalkan enam program yang saat ini dibuka pada Tahun Akademik 2026/2027, yaitu Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), Magister Hukum Keluarga Islam (HKI), Magister Ekonomi Syariah (ES), serta Program Doktor Studi Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zulfikar menegaskan bahwa studi lanjut bukan lagi menjadi kebutuhan individual semata, melainkan telah menjadi kebutuhan institusi pendidikan dalam menghadapi dinamika zaman. Sekolah-sekolah yang ingin terus berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, keterampilan riset, dan kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe hadir sebagai mitra strategis bagi para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di daerah.

Sementara itu, mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Yusmadi memberikan testimoni mengenai pengalamannya selama menempuh pendidikan magister di IAIN Lhokseumawe. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memberikan banyak manfaat dalam membangun pola pikir kepemimpinan, memperkuat kompetensi profesional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola lembaga pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. "Sekolah yang maju lahir dari pemimpin dan guru yang terus belajar. Karena itu, studi lanjut merupakan salah satu investasi terbaik dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan. Apa yang saya peroleh selama kuliah sangat membantu saya dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab hingga saat ini," ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh tidak kurang dari 100 peserta yang merupakan perwakilan dari sekitar 60 sekolah di Kabupaten Bireuen, masing-masing terdiri atas kepala sekolah dan guru. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat untuk bergabung dalam WhatsApp Group (WAG) Peminat Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, sebagai media komunikasi untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran, jadwal seleksi, program beasiswa, maupun mengenai sistem perkuliahan, kurikulum, mekanisme penerimaan mahasiswa baru, hingga berbagai peluang pengembangan akademik yang ditawarkan Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif antara Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, antara lain fasilitasi studi lanjut bagi guru, penyelenggaraan seminar, pelatihan, workshop, penelitian bersama, pendampingan publikasi ilmiah, hingga pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dalam Nota Kesepahaman.

Melalui kemitraan ini, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pengembangan keilmuan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan Aceh yang semakin berkualitas, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (Gus_Aby)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Cloud Hosting Indonesia

Rabu, 22 Juli 2026

Akademisi Lima Negara Bahas Inovasi Digital pada Seminar Internasional Magister Ekonomi Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah

Rangkang Belajar | Lhokseumawe – Akademisi dan pakar ekonomi Islam dari lima negara, yakni China, India, Malaysia, Palestina, dan Indonesia, berkumpul dalam International Seminar 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Seminar yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/7/2026) tersebut mengangkat tema "Digital Innovations & Global Trends in Islamic Economics: Shaping the Future of Islamic Economics Through Digital Innovation."

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi ekonomi syariah, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas perkembangan inovasi digital yang semakin memengaruhi transformasi ekonomi dan keuangan syariah di tingkat global.

Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Harjoni, M.Si., mengatakan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari komitmen program studi untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus mendorong pengembangan keilmuan ekonomi syariah di era digital.  "Seminar internasional ini sangat penting dalam mendukung kemajuan digital finansial. Program Studi Magister Ekonomi Syariah ingin mengambil peran strategis dalam mendorong lahirnya gagasan, penelitian, dan kolaborasi internasional yang mampu menjawab tantangan transformasi digital di bidang ekonomi dan keuangan syariah," ujarnya.

Menurut Dr. Harjoni, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar pada industri keuangan syariah, mulai dari sistem pembayaran digital, financial technology (fintech) syariah, teknologi blockchain, hingga pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam berbagai layanan keuangan. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga melahirkan inovasi serta sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika global.

Seminar dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber internasional yang telah berpartisipasi dan berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada para peserta. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para pakar dari China, India, Malaysia, Palestina, dan Indonesia yang telah berbagi wawasan mengenai perkembangan ekonomi Islam dan inovasi digital. Kami berharap forum ini menjadi awal terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat," ungkap Prof. Zulfikar. Ia menambahkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya nota kesepahaman yang ditandatangani, tetapi juga dari kualitas kolaborasi akademik yang mampu menghasilkan penelitian, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Selama seminar, para narasumber mengulas berbagai isu strategis, antara lain digitalisasi layanan keuangan syariah, perkembangan fintech syariah, peluang kolaborasi riset lintas negara, serta tantangan membangun ekosistem ekonomi Islam yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut mendapat respons positif dari peserta. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai implementasi teknologi digital dalam industri keuangan syariah, peluang penelitian kolaboratif internasional, hingga strategi pengembangan ekonomi Islam di tengah perubahan ekonomi global.

Selain memperluas wawasan akademik, seminar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring internasional Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri. Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai bentuk kolaborasi, seperti penelitian bersama, publikasi ilmiah bereputasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penyelenggaraan konferensi akademik secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan seminar internasional ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Magister Ekonomi Syariah dalam memperkuat atmosfer akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendukung visi Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Melalui forum ilmiah seperti ini, program studi berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kolaborasi internasional yang mendorong lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi bagi pengembangan ekonomi syariah di era digital. (Joni)

Jumat, 17 Juli 2026

Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Jalin Kemitraan Strategis dengan Mahkamah Syar'iyah Idi melalui MoU dan Sosialisasi Program Pascasarjana

Rangkang Belajar | Aceh Timur – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai institusi strategis sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Mahkamah Syar'iyah Idi, Kabupaten Aceh Timur, yang dirangkaikan dengan sosialisasi Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Agus Salim Salabi, M.A., bersama Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Dr. Kafrawi, M.A., Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah, Ali Muhayatsyah, M.E.I., Sekretaris Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Linur Fica, M.Kes., serta didampingi sejumlah tenaga kependidikan Pascasarjana dan mahasiswa aktif program Doktor Studi Islam.

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Ketua Mahkamah Syar'iyah Idi, Wafa’, S.H.I., M.H., beserta jajaran hakim, panitera, sekretaris, dan pegawai Mahkamah Syar'iyah. Sebelum memasuki agenda utama, Ketua Mahkamah Syar'iyah mengajak tim Pascasarjana berkeliling gedung untuk memperkenalkan berbagai fasilitas pelayanan, ruang persidangan, ruang mediasi, serta sistem pelayanan peradilan yang diterapkan di lingkungan Mahkamah Syar'iyah Idi. Suasana penuh keakraban tersebut menjadi awal yang baik dalam mempererat hubungan kelembagaan antara kedua institusi.

Acara inti berlangsung di ruang pertemuan Mahkamah Syar'iyah Idi. Dalam sambutannya, Wafa’, S.H.I., M.H. menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan menyambut baik terjalinnya kerja sama antarlembaga. Menurutnya, Nota Kesepahaman yang ditandatangani diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program kolaboratif, khususnya dalam peningkatan kapasitas aparatur peradilan melalui pendidikan lanjutan, penelitian, seminar ilmiah, dan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Agus Salim Salabi, M.A., menegaskan bahwa kemitraan dengan Mahkamah Syar'iyah Idi merupakan bagian dari strategi Pascasarjana untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah dan lembaga profesional. Ia berharap sinergi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai simbol komitmen bersama, kedua institusi kemudian menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai program akademik yang relevan dengan kebutuhan lembaga peradilan.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Program Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Pada sesi awal, Linur Fica, M.Kes., memperkenalkan profil Pascasarjana beserta program studi Magister dan Doktor yang tersedia serta berbagai peluang studi lanjut bagi aparatur Mahkamah Syar'iyah.

Selanjutnya, Dr. Agus Salim Salabi, M.A., memaparkan sistem penyelenggaraan pendidikan di Pascasarjana, mulai dari sistem perkuliahan yang fleksibel bagi aparatur yang masih aktif bekerja, status akreditasi program studi, mekanisme penerimaan mahasiswa baru, hingga sistem pembiayaan pendidikan. Ia juga menjelaskan berbagai aktivitas akademik unggulan yang menjadi bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa, seperti seminar nasional dan internasional, publikasi artikel ilmiah pada jurnal bereputasi, konferensi akademik, workshop metodologi penelitian, serta berbagai kegiatan ilmiah lainnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai mekanisme perkuliahan bagi aparatur yang masih aktif bekerja, peluang beasiswa, sistem pembiayaan, proses penerimaan mahasiswa baru, hingga prospek pengembangan karier melalui pendidikan Magister dan Doktor.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe tidak hanya memperkenalkan layanan akademiknya, tetapi juga memperkuat sinergi dengan Mahkamah Syar'iyah Idi sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu meningkatkan kompetensi aparatur peradilan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat di Aceh. (Gus_Aby)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Sabtu, 20 Juni 2026

Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Perkuat Kemitraan dengan Dinas Pendidikan Aceh Tenggara melalui MoU, Seminar Nasional, dan Sosialisasi Program Pascasarjana


Rangkang Belajar | Aceh Tenggara – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus memperluas jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional serta Sosialisasi Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 pada 18–19 Juni 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Agus Salim Salabi, M.A., didampingi Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Dr. Fauzan Ahmad Siregar, M.Pd., dan Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Dr. Harjoni, M.Si. Sebelum kegiatan utama, tim juga melaksanakan kunjungan akademik ke Dayah Perbatasan Darul Amin Tanoh Alas untuk berdialog dengan Rais 'Am Dayah, Drs. H. Muchlisin Desky, M.M., serta memperkenalkan berbagai program Magister dan Doktor kepada para pendidik dan tenaga kependidikan.

Puncak kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara dan dihadiri sekitar 255 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan, bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pengurus PGRI Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara, Zulkifli, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang tidak hanya memperkenalkan program Magister dan Doktor, tetapi juga menghadirkan Seminar Nasional yang dinilainya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan wawasan para pendidik terhadap tantangan pendidikan di masa depan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menilai tema seminar "Transformasi Pendidikan Aceh Menuju Indonesia Emas Tahun 2045" sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini karena mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan generasi yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan profesional melalui pendidikan lanjutan. Menurutnya, melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktor bukan sekadar memperoleh gelar akademik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kompetensi, memperkuat kepemimpinan pendidikan, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Aceh.


Seminar Nasional menghadirkan Dr. Harjoni, M.Si. sebagai narasumber utama yang memaparkan pentingnya transformasi pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, kepemimpinan pendidikan, pemanfaatan teknologi, dan tata kelola lembaga pendidikan yang adaptif dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Momentum penting kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara. Kerja sama tersebut menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan sumber daya manusia pendidikan.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Program Pascasarjana yang disampaikan oleh Dr. Fauzan Ahmad Siregar, M.Pd. dan Dr. Agus Salim Salabi, M.A. Para peserta memperoleh informasi mengenai berbagai program studi Magister dan Doktor, sistem perkuliahan yang fleksibel bagi guru dan aparatur yang masih aktif bekerja, mekanisme penerimaan mahasiswa baru, fasilitas akademik, serta berbagai kegiatan ilmiah yang menjadi bagian dari budaya akademik Pascasarjana, seperti seminar nasional dan internasasional, konferensi ilmiah, workshop metodologi penelitian, hingga pendampingan publikasi artikel pada jurnal bereputasi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai jadwal perkuliahan, sistem pembelajaran bagi guru yang masih aktif mengajar, biaya pendidikan, proses penerimaan mahasiswa baru, hingga peluang pengembangan karier melalui pendidikan Magister dan Doktor.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu memperkuat kompetensi guru dan tenaga kependidikan, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan studi pada jenjang Magister maupun Doktor di Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. (Gus_Aby)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Sabtu, 22 Juni 2024

Dekan FTIK IAIN Lhokseumawe Hadiri Rapat Koordinasi Kebijakan Program PPG Daljab 2024


Rangkang Belajar | Jakarta - Dr. Jumat Barus, MS, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe, menghadiri Rapat Koordinasi Kebijakan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dan Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara tersebut berlangsung di Aviary Hotel Bintaro pada 19-21 Juni 2024.

Dalam rapat ini, beberapa kebijakan baru terkait PPG Daljab disampaikan kepada 42 pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) pelaksana. Dr. Munir, Direktur Pendidikan Agama Islam, dalam sambutannya mengungkapkan beberapa perubahan penting dalam pelaksanaan PPG Daljab tahun 2024. Salah satu perubahan tersebut adalah penyamaan waktu pembelajaran bagi peserta kategori K2 dengan peserta kategori K1, namun jumlah modul tetap seperti tahun sebelumnya.

Pada batch pertama yang akan dimulai 1 Juli 2024, sebanyak 13.034 peserta PPG, yang seluruhnya merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah, akan dibiayai oleh pemerintah daerah. Dr. Munir menegaskan agar LPTK serius dalam melaksanakan tugas untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.


Prof. Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sekaligus ketua Panitia Nasional PPG, dalam arahannya meminta seluruh pimpinan LPTK untuk melaksanakan proses akademis dengan baik serta pelaksanaan anggaran secara transparan. Beliau juga menekankan agar pembelajaran PPG lebih manusiawi, tidak memaksa mahasiswa belajar dari dini hari hingga larut malam, dan tidak perlu menambah waktu pembelajaran bagi peserta K2, seperti yang telah disampaikan oleh Dr. Munir.

Rapat ini juga membahas perkiraan kuota yang akan diberikan kepada setiap LPTK. LPTK IAIN Lhokseumawe direncanakan akan mendapat kuota 104 peserta yang berasal dari guru PAI Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Selatan, namun hal ini masih menunggu surat resmi dari panitia nasional. Mengingat beberapa perubahan ini dan pentingnya pemahaman yang seragam tentang tahapan dan proses PPG, Dr. Jumat Barus merencanakan akan segera melakukan refreshment bagi dosen dan pengelola agar memiliki persepsi yang sama dalam berbagai tahapan dan prosesnya. (Nurul Akmal)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Kamis, 17 November 2022

Praktik Pengalaman Lapangan FTIK IAIN Lhokseumawe

Rangkang Belajar | Aceh Utara - Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh mahasiswa semester 7 pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Lhokseumawe yang telah menyelesaikan tidak kurang dari 142 SKS beban Mata Kuliah. Mata Kuliah ini dimaksudkan untuk melatih mahasiswa, menguatkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki dalam proses pembelajaran sesuai jurusan/program studi masing-masing, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman yang nyata dan dapat digunakan sebagai penguat kompetensi yang mereka miliki.
Kegiatan PPL, sederhananya adalah kegiatan praktik mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa dengan cara menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sebelumnya telah dipelajari selama kuliah ke dalam praktik mengajar di lembaga-lembaga pendidikan yang telah melakukan perjanjian kerja sama dengan pihak kampus, dalam hal ini adalah kereja sama satuan-satuan pendidikan di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sekitarnya dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.


PPL juga menjadi momen implementasi sebuah kalimat bijak yang sering didengar “Sebaik-baiknya belajar adalah dengan mengajar. Ungkapan ini, jika disandingkan dengan makna yang senada, maka akan didapati kalimat indah dalam kitab adabul ‘ālim wal muta’allim yang berbunyi: “al-‘ilmu bilā ‘amalin kasy-syajari bilā ṡamarin”, Ilmu yang tidak dimalkan bagaikan pohon yang tak berbuah. Dan jika disandingkan lagi dengan kalimat yang lebih agung, maka akan didapati Sabda Nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari, bahwa Rasulullah bersabda: “Khairukum man ta’allma al’Qur’āna wa ‘allamahu”, sebaik-baik kamu adalah yang belajar Al-Qur’an dan kemudian mengajarkannya.
Untuk itu pulalah kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2022/2023 dengan tema “Mewujudkan Calon Tenaga Pendidik dan Kependidikan Profesional, Islami, dan Berwawasan Global” dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, sejak tanggal 15 September 2022 dan berakhir pada tanggal 15 November 2022. 


Tujuan PPL adalah untuk melatih mahasiswa FTIK yang yang memiliki profil sebagai calon guru agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam keadaan nyata, yaitu kegiatan belajar mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya di ruang kelas yang sesungguhnya. Sementara pengalaman sebelumnya yang didapat mahasiswa hanya dari kegiatan micro teaching di ruang belajar kampus, dan pada PPL-lah mereka diterjunkan langsung di lingkungan sekolah yang sesungguhnya.


Praktik Pengalaman Lapangan tahun 2022 ini melibatkan semua mahasiswa semester 7 dari 8 Jurusan/Program Studi di lingkungan FTIK dengan beberapa aktivitas, antara lain adalah: 1) melaksanakan kegiatan pembelajaran terjadwal (praktik terbimbing dan praktik mandiri), 2) melakukan konsultasi dan refleksi praktik pembelajaran yang telah dilakukan, 3) membuat jurnal aktivitas, 4) mengoreksi pekerjaan siswa, dan 5) mendiagnosis kesulitan-kesulitan proses belajar mengajar. (Salabi)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Senin, 17 Oktober 2022

Membangun Komitmen melalui Rapat Kerja FTIK IAIN Lhokseumawe

Rangkang Belajar | Banda Aceh - Dalam rangka penguatan, penyamaan persepsi terhadap program kerja yang telah disusun sebelumnya, Pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe mengadakan kegiatan rapat kerja yang berlokasi di Grand Renggali Hotel Takengon, dengan mengangkat tema “Arah Pengembangan FTIK IAIN Lhokseumawe Menuju Established University”. 
Dekan FTIK, Dr. Jumat Barus, M.S. mengundang jajarannya yang terdiri dari para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Koordinator Gugus Kendali Mutu (GKM) Jurusan, Ketua GKM FTIK, Pengawas Jurnal di lingkungan FTIK, dan Kabag./Kasubbag. Akademik FTIK beserta para stafnya. Turut hadir dalam kegiatan rapat kerja ini Rektor, Wakil Rektor III, dan baberapa tenaga kependidikan di lingkungan rektorat IAIN Lhokseumawe. 


Dalam laporan kegiatan yang berlangsung dari tanggal 14 s.d 16 Oktober 2022, Dr. Agus Salim Salabi, M.A. selaku Koordinator acara menyampaikan, “Rapat kerja FTIK menuntut para peserta yang dibagi ke dalam empat komisi untuk berdiskusi, mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan, mengurai secara mendalam dan konkret kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ke depannya dengan menentukan luaran, lokasi, pelaksana, pembiayaan, serta memberikan rekomendasi yang dipaparkan oleh masing-masing perwakilan komisi." Hal ini sebagai usaha nyata dalam menapaki tangga pertama (fase penataan/meusanet) untuk menuju IAIN sebagai Established University di tahun 2025 sebagaimana roadmap yang tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan IAIN Lhokseumawe.


Dalam paparan materi tentang “Arah dan Tujuan FTIK dalam Pengembangan Fakultas pada Tahap Penataan (Meusanet) 2021-2025”, Dr. Jumat Barus, M.S. menyatakan, bahwa visi FTIK adalah "FTIK Unggul di Tingkat ASEAN, Berbasis Digital dan Kearifan Lokal Tahun 2040". Karenanya, untuk menggapai mimpi itu, FTIK memilik sasaran sebagai berikut:
  1. Lebih dari 50% lulusannya harus memiliki IPK  di atas 3.50, memiliki skor TOEFL atau TOAFL lebih besar 500, berkarakter islami dan kearifan lokal, memiliki kemampuan IT yang baik, dan bekerja sesuai bidang keilmuan. 
  2. Lebih dari 50% dosen berkualifikasi doktor, dan lebih dari 50% menduduki jabatan Lektor Kepala atau Guru Besar.
  3. Proses pembelajaran berbasis IT dan riset didukung oleh sarana dan prasarana yang lengkap.
  4. 60% dari kegiatan di laboratorium dan ekstrakurikuler berorientasi pada pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, spritual, sosial, minat dan bakat, serta edupreneur mahasiswa. 
  5. 40% penelitian sebagai basis pengembangan keilmuan, pembelajaran, dan transformasi sosial.
  6. Mencapai  lebih dari 50 kerja sama dengan instansi pemerintah/swasta berskala lokal, lebih dari 50 kerja sama berskala nasional, dan lebih dari 10 kerja sama berskala internasional.
  7. Minimal 40% Program Studi terakreditasi Unggul. 
  8. Minimal 80% Jurnal Ilmiah terakreditasi Sinta 4, 3, dan 2.

Untuk dapat mewujudkan cita-cita institusi sebagaimana yang tersimpul dalam visi IAIN, yaitu: "Menjadikan IAIN Lhokseumawe unggul di tingkat ASEAN dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kelembagaan berbasis digital dan kearifan lokal pada 2040”, Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. Danial, M.Ag. mengingatkan kepada peserta rapat kerja FTIK akan pentingnya knowledge management; yaitu bagaimana pengetahuan dikelola oleh individu kemudian menjadi sebuah kekuatan kolektif untuk pengembangan Fakultas”. Rektor juga menguatkan: “Kumpulkan semua potensi dan kurangi semua kelemahan yang ada di masing-masing unit kerja”.


Rapat Kerja FTIK IAIN Lhokseumawe juga diisi dengan outboud dalam rangka membangun tim (team building) di hari terakhir, Ahad, 16/10/2022. Selain kecerian, keakraban, dan kesetaraan, para peserta juga dapat mengambil banyak pembelajaran terkait nilai-nilai komitmen, komunikasi, trust, kesiap-siagaan, fokus kerja, dan teamwork dari permainan-permainan yang disajikan. (Salabi).

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Rabu, 28 September 2022

Yudisium Sarjana Pendidikan Strata-1 FTIK IAIN Lhokseumawe Angkatan X

Rangkang Belajar | Lhokseumwe - Yudisium sarjana pendidikan strata-1 FTIK IAIN Lhokseumawe yang dilaksanakan pada hari Selasa (27/09/2022) menyertakan para yudisia dari delapan (8) jurusan di lingkungan FTIK, hal ini sebagaimana yang dilaporankan Dr. Nurlaila, M.Pd. selaku Wakil Dekan 1 FTIK IAIN Lhokseumawe.


Dekan FTIK IAIN Lhokseumawe, Dr. Jumat Barus, M.S. dalam pesannya menyampaikan: "Untuk keberkahan ilmu yang telah diperoleh selama lebih kurang 4 tahun para yudisia patut berterima kasih kepada orang tua, para guru di setiap jenjang pendidikan yang telah dilalui, dan para dosen. Dekan berharap agar seluruh mahasiswa bangga menjadi lulusan IAIN Lhokseumawe dan selalu menjaga nama baik almamater.
Sementara Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. Danial, M.Ag. menyampaikan beberapa pesan, antara lain adalah: "Pendidikan itu penting bagi setiap orang, sementara ijazah perlu bagi yang membutuhkan". Setiap manusia pasti tidak terlepas dari masalah, maka hadapilah masalah, jangan lari dari masalah", tandas Rektor.


Pada sesi orasi ilmiah, Dr. Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I. menjelaskan, bahwa hakikat pendidikan adalah nilai-nilai kehidupan. Tanggung jawab mahasiswa setelah menamatkan pendidikannya belum berakhir. Justru para lulusan akan dihadapkan dengan tantangan kehidupan yang lebih pelik di era digital saat ini. 
Pada zaman yang sarat dengan budaya digital trasformatif, para lulusan harus mampu beradaptasi dengan: 1) proses akulturasi; tuntutan untuk mampu menyesuaikan diri, 2) proses asimilasi; bagaimana menikmati dan memfilter percampuran budaya, 3) proses difusi; mampu menyerap informasi secara prioritas, dan 4) proses akulturasi; kepiawaian mencampur budaya sehingga melahirkan budaya baru yang lebih positif.
Noval Fuadi, M.Pd. mewakili panitia penyelenggara Yudisium X FTIK menyampaikan, ada delapan yudisia terbaik dari masing-masing Program Studi yang mendapatkan penghargaan dari Dekan FTIK, begitu juga dengan mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi di bidang non-akademik, mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang disampaikan Rektor.


Dr. Anggung juga menegaskan, "Hadapi konsekuensi logis dari perkembangan zaman, untuk itu para lulusan FTIK IAIN Lhokseumawe harus memliki modal: 1)  keterampilan berkomunikasi, 2) keterampilan berkolaborasi, 3) berpikir kritis, dan 4) kreativitas yang tinggi".

 
Yudisium tahun ini dipandu oleh dua Master of Ceremony dengan menggunakan tiga bahasa (Arab-Inggris-Indonesia) dengan rentetan acara yang diawali dengan: pembukaan, pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, selawat Nabi, menyanyikan lagu Indonesia raya, menyanyikan Mars dan Hymne IAIN Lhokseumawe. 
Dilanjutkan dengan laporan panitia, kata sambutan dari Dekan FTIK, kata sambutan dari Rektor IAIN Lhkoseumawe, penghargaan kepada 8 yudisia terbaik dari masing-masing jurusan, penghargaan kepada mahasiswa berprestasi bidang non-akademik. Kemudian, diakhiri dengan pemberian sertifikat kelulusan kepada para peserta yudisium. Acara ditutup dengan doa dan foto bersama. (Salabi)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Senin, 12 September 2022

Studi Banding Pengelola Rumah Jurnal IAIN Lhokseumawe

Rangkangbelajar.com| Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Lhokseumawe melalui Kapus Penelitian dan Rumah Jurnal sebagai unit kerja yang mengkoordinasikan proses diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berikhtiar untuk menargetkan peningkatan akreditasi sejumlah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM/Fakultas di lingkungan IAIN Lhokseumawe pada rentang tahun 2021-2025. 

Jurnal yang diterbitkan oleh LPPM/Fakultas berjumlah 26 jurnal. Empat jurnal di antaranya baru terakreditasi dan secara bertahap, ke depannya ditargetkan 15 jurnal akan terakreditasi pada tahun 2025. Sementara 4 jurnal yang telah terakreditasi dapat terus meningkat akreditasinya. Sebagai upaya transformasi di bidang publikasi ilmiah dan Jurnal ilmiah, Plt. LPPM Dr. Said Alwi, M.A. menugaskan Tim Rumah Jurnal untuk melakukan studi banding ke Sekolah Vokasional UGM Yogyakarta, Relawan Jurnal Indonesia Yogyakarta, dan UIN Raden Mas Said Surakarta pada 6 s/d 8 September 2022. Program ini tentunya terlaksana setelah mendapat dukungan penuh dari Dr. Danial, M.Ag. selaku Rektor IAIN Lhokseumawe.

Pelaksanaan kegiatan studi banding dalam rangka penguatan, pengembangan, dan peningkatan kompetensi pengelola rumah jurnal yang diwakili oleh para Editor in Chief jurnal terakreditasi, yaitu: 1) Dr. Muhammad Anggung, M.Pd.I., Editor in Chief Jurnal Idarah (Sinta 4), 2) Dr. Agus Salim Salabi, M.A., Editor in Chief Jurnal ITQAN (Sinta 5), 3) Angga Syahputra, M.E.I., Editor in Chief Jurnal JESKape (Sinta 5), 4) Trie Nadilla, M.Si, Ak,CA., Editor in Chief Jurnal JIScan (Sinta 5), dan Muhammad Ilham, M.I.T., Penanggung Jawab IT OJS Rumah Jurnal.



Hari pertama (6/09/2022) Tim Jurnal berkunjung ke Sekolah Vokasional UGM yang membawahi 22 Jurnal Ilmiah. Tim Rumah Jurnal disambut hangat oleh tuan rumah dan dilayani dengan sangat baik pada sesi sharing dan diskusi. Banyak informasi yang didapat terkait kiat-kiat pengelolaan jurnal, antara lain: konsistensi dalam pelembagaan dan strukturalisasi yang jelas, perlunya lembaga pengawas jurnal sebagai tim teknis, pengelola (editorial team) jurnal yang fokus pada workflow dan substansi artikel. Adapun Badan Pengawas berperan sebagai controller, supervisor, dan remainder.
 


Kantor Relawan Jurnal Indonesia yang beralamat di Gang Masjid Al Huda II, RT 01 RW 18, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi destinasi di hari kedua (7/09/2022). Tim Rumah jurnal IAIN Lhokseumawe mendapat banyak masukan setelah dilakukannya bedah jurnal dan evaluasi diri jurnal pada aspek komponen editorial board. Terkait konsistensi, baik template, jenis, ukuran font, dll. juga menjadi catatan penting untuk diperhatikan.
 


Selanjutnya Tim Rumah Jurnal berkunjung ke Omah Jurnal UIN Raden Mas Said Surakarta (8/09/2022). Di sini, Tim jurnal Lhokseumawe diajak berdiskusi sekaligus mendapatkan arahan dalam mengevaluasi jurnal dari Tim Jurnal UIN Surakarta. Adanya Dewan Pengawas sistem jurnal lagi-lagi menjadi catatan penting untuk segera dibentuk. Sementara unit Fakultas bertanggung jawab terhadap jurnal masing-masing program studi. Sistem pendampingan dan targetting dapat membangkitkan semangat para pengelola jurnal untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan akreditasi (Istibāqul khairāt).

Aggung selaku ketua Tim studi banding menyampaikan, "Dengan kegiatan studi banding diharapkan adanya optimalisasi pengelolaan jurnal di lingkungan IAIN Lhokseumawe. Dengan program-program pendampingan, terutama pada jurnal-jurnal yang belum terakreditasi tentunya akan ada peningkatan kualitas publikasi artikel." Adapun fokus kegiatan Tim Jurnal pasca studi banding adalah perbaikan dan pengembangan terhadap beberapa hal, antara lain: penamaan jurnal, kelembagaan penerbit, penyuntingan manajemen jurnal, substansi artikel, gaya penulisan, penampilan, keberkalaan, dll." (Admin)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Ikuti Channel YouTube

Connect