Senin, 16 Agustus 2021

Kuliah Pengabdian Masyarakat (Mengabdi di Kampung Halaman)

rangkangbelajar.com| "Mengabdi di Kampung dalam Masa Pandemi Covid-19" menjadi tema Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dilaksanakan Sarah R dan kawan-kawan pada tahun ini. Kegiatan ini menjadi ajang latihan bagi para mahasiswa untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga kepada masyarakat selama 25 hari, sembari  berharap bahwa pengabdian ini tidak berhenti dengan berakhirnya program KPM secara formal.

Dalam pelaksanaan KPM tentunya banyak pihak yang berkontribusi, karenanya Sarah dkk. berterima kasih kepada: 1) Rektor IAIN Lhokseumawe, 2) unsur pimpinan dan anggota LPPM IAIN Lhokseumawe yang telah menyelenggarakan KPM Mandiri, 3) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah membimbing dan memberikan arahan, 4) Bapak Muzakkir Walad S.Pd.I selaku Geuchik/Kepala Desa Kuta Blang yang telah memberi izin penyelenggaraan kegiatan KPM di Desa Kuta Blang, 5) aparatur Desa dan masyarakat Desa Kuta Blang atas kerjasama serta dukungannya, dan 6) semua anggota KPM yang memilih Desa Kuta Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhoksemawe sebagai lokasi kegiatan KPM. 


Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan salah satu program mata kuliah yang menjadi pra-syarat dalam meraih gelar kesarjanaan Strata Satu (S1) di Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe. Kegiatan ini diharapkan dapat mengenalkan kepada mahasiswa pentingnya bermasyarakat. Melalui KPM juga, mahasiswa berkesempatan melakukan interaksi langsung dengan masyarakat dan masalah yang dihadapi, sehingga mahasiswa dapat belajar untuk merumuskan permasalahan guna membantu mencari solusi yang dipandang tepat berdasarkan pengetahuan dan teori-teori yang telah didapatkan di bangku kuliah. Secara  eksplisit, tujuan dari Kuliah Pengabdian Masyarakat, antara lain adalah:
  1. Membentuk kepribadian mahasiswa IAIN Lhokseumawe menjadi kader pembangunan dengan wawasan berpikir yang luas.
  2. Menghasilkan sarjana yang menghayati permasalahan masyarakat dalam pembangunan dan mampu menemukan solusinya.
  3. Mendekatkan IAIN Lhokseumawe dalam kehidupan masyarakat.
  4. Memperdalam pemahaman mahasiswa tentang kegunaan hasil pendidikan dan tanggung jawab sebagai calon sarjana terhadap masyarakat sehingga tumbuh rasa saling membutuhkan.
  5. Mendewasakan dan meningkatkan rasa tanggungajawab mahasiswa dalam hal bertindak, cara berpikir yang interdisipliner, memantapkan keterampilan, dan mempertajam penalarannya.
  6. Memberikan latihan dan pengalaman dalam menyelesaikan masalah kemasyarakatan secara langsung dan praktis.
  7. Terwujudnya integritas dan peran serta civitas akademika IAIN Lhokseumawe dalam menyelesaikan masalah dan membina serta mengembangkan kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan.

Adapun fokus bidang garapan dalam kegiatan KPM yang dilakukan Sarah dkk. yaitu dengan membuka jasa pengajaran untuk anak-anak Desa Kuta Blang jenjang pendidikan TK/TPA, SD/MI, dan SMP/MTs dengan mengadakan pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab, membaca, menulis, dan berhitung dll. Secara garis besar, kegiatan yang sudah terlaksana, antara lain adalah:

Bidang Pendidikan Agama dan Keterampilan
  1. Mengajar membaca Al-Qur`an dan metode Iqra`.
  2. Praktik salat (berwuduk, bacaan salat, dan tata cara salat.
  3. Melatih anak-anak mengumandangkan azan dan iqamah.
  4. Bimbingan hafalan surah-surah pendek dari Al-Qur’an. 
  5. Mengajar Pendidikan Agama Islam (Tauhid; rukun  iman  dan  rukun Islam).
  6. Mengajar bahasa Inggris dan bahasa Arab.
  7. Mengajar Kaligrafi.
  8. Mengajarkan tari Aceh
Bidang Sosial
  1. Recover cat pagar kantor Keuchik Kuta Blang.
  2. Membuat brosur undangan vaksinasi.
  3. Membantu petugas Puskesmas dalam kegiatan vaksinasi.
  4. Membantu dalam penyemprotan disinfektan ke rumah warga (khusus bagi warga yang baru pulang dari Rumah Sakit).

Kuliah Pengabdian Masyarakat menjadi wadah implementasi pendidikan secara nyata kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam waktu dan mekanisme tertentu. Karenanya, kegiatan ini  akan memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dalam mengindentifikasi dan menangani masalah-masalah yang beragam. Dengan KPM, diharapakan mahasiswa mampu meningkatkan substansi dan bobot pendidikan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi.




Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Tags :

bm
Created by: Admin

Media berbagi informasi dan pembelajaran seputar Pendidikan Islam (PEDI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Lembaga Pendidikan Islam.

Posting Komentar

Ikuti Channel YouTube

Connect