Minggu, 06 Juli 2025

STAI Darul Arafah Deli Serdang Lakukan Benchmarking ke UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Rangkang Belajar | Lhokseumawe – Dalam upaya meningkatkan mutu pengelolaan perguruan tinggi dan memperkuat penyusunan dokumen akreditasi, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arafah (STAIDA) Deli Serdang melaksanakan kegiatan benchmarking ke UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada Sabtu, 4 Juli 2025.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua STAIDA, Dr. H. Usman Betawi, M.H.I., bersama Wakil Ketua I Paradita Kumala Lemmy, M.Pd., Kepala LPPM Dr. Tirta Yogi Aulia, M.Pd., dan perwakilan mahasiswa, Khairul Azhar, disambut dengan hangat oleh Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A., beserta jajaran. Kehadiran para pimpinan dan dosen Pascasarjana yang memiliki aktivitas perkuliahan pada hari tersebut semakin menambah suasana akrab dan penuh diskusi produktif.

Kegiatan benchmarking ini bertujuan mempelajari best practice pengelolaan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bagaimana luaran kegiatan tersebut dapat mendukung pemenuhan dokumen akreditasi. Selain itu, STAIDA juga ingin menjajaki peluang kerja sama pembukaan kelas magister bagi guru-guru (asatizah) Pesantren Darularafah Raya Deli Serdang
Para pimpinan di lingkungan Pascasarjana UIN-SUNA Lhokseumawe sendiri merupakan sosok yang berpengalaman dalam jabatan struktural Institusi. Ada yang pernah menjabat sebagai ketua LPM,  sekretaris LPM, ada pula yang pernah menjabat sebagai wakil dekan bidang akademik. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi STAIDA untuk menggali pengalaman dan strategi yang diterapkan.

“Benchmarking ini bukan hanya untuk belajar, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas demi kemajuan bersama,” ungkap Dr. Usman Betawi dalam kata pengantarnya. Ia juga menambahkan bahwa rombongan STAIDA ingin mendapatkan wawasan praktis terkait pengembangan kegiatan akademik yang tetap efisien tanpa mengurangi substansi dan tujuannya.

Sementara itu, Dr. Zulfikar Ali Buto, M.A., menyampaikan bahwa UIN Sultanah Nahrasiyah yang baru saja beralih bentuk dari IAIN saat ini sedang gencar memperkuat kerja sama internal, khususnya dalam pelaksanaan program-program yang berorientasi pada pemenuhan standar akreditasi perguruan tinggi. Menariknya, adanya efisiensi anggaran justru mendorong para pimpinan program studi dan dosen untuk lebih kreatif, terutama dalam menyelenggarakan kegiatan kolaboratif baik di bidang pendidikan dan pengajaran maupun penelitian melalui kerja sama antarperguruan tinggi.

Diharapkan, hasil kunjungan ini dapat menjadi pijakan penting bagi STAIDA Deli Serdang dalam mengembangkan inovasi akademik sekaligus meningkatkan kualitas lembaga demi menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. (Salabi)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Kamis, 26 Juni 2025

Pentas Seni Santri Darularafah Raya Ramaikan Tanah Gayo: Pagelaran Seni, Lomba Tiga Bahasa, dan Khitanan Massal Jadi Panggung Silaturahmi

Rangkang Belajar | Takengon – Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, menjadi saksi  semarak kreativitas para santri dari Pesantren Darularafah Raya (PDAR), Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam sebuah acara kolaboratif yang bertajuk “Dari Darularafah Raya, untuk Masyarakat Aceh”, Kamis (26/6/2025) menghadirkan momen kehangatan silaturahmi.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Darularafah (IKAPDA) Aceh ini tidak hanya menghadirkan pagelaran seni santri, tetapi juga menyelenggarakan khitanan massal gratis serta lomba pidato tiga bahasa - Arab, Inggris, dan Indonesia - untuk siswa jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama se-Kabupaten Aceh Tengah.

Pagelaran seni yang melibatkan santri putra dan putri menampilkan pertunjukan drama bernilai dakwah, grup nyanyian religi (pop song islami), serta pidato dalam tiga bahasa yang membuktikan kemampuan komunikasi dan ekspresi para santri. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat, wali santri, dan alumni PDAR yang hadir memenuhi GOS Takengon.


Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang turut hadir bersama istri, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PDAR dalam membangun jembatan ukhuwah Islamiyah antarwilayah melalui kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. “Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk nyata kontribusi pesantren terhadap masyarakat. Ini menjadi jembatan persaudaraan yang mempererat hubungan Aceh Tengah dengan Darularafah Raya,” ujarnya dalam sambutan.

Salah satu kegiatan sosial utama adalah khitanan massal yang diikuti oleh 40 anak dari keluarga prasejahtera. Pelaksanaan sunat dilakukan oleh tim relawan dari komunitas mantri sunat Bener Meriah yang dipimpin Muhammad Arif, alumni PDAR.

Sementara itu, lomba pidato tiga bahasa menyasar pelajar SD/MI dan SMP/MTs di Aceh Tengah dan sekitarnya. Ketua Panitia Pelaksana, Ansari Siregar, alumni angkatan ke-6 PDAR, menyatakan bahwa lomba ini diharapkan menjadi program tahunan pesantren sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan literasi publik. “Kami ingin menghadirkan nilai-nilai pesantren dalam wujud nyata di tengah masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong keberanian, kecakapan bahasa, dan nilai-nilai keislaman dalam format yang kreatif dan mendidik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pimpinan PDAR, Dr. Harun Lubis, M.Psi., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pesantren dalam membina generasi melalui seni dan pengabdian sosial. Ia menyayangkan menurunnya ruang ekspresi seni yang edukatif di era digital dan berharap pesantren dapat menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali kreativitas di dunia pendidikan. “Pagelaran ini adalah wujud program ekstrakurikuler kami. Lewat seni, kita ajarkan pesan dakwah dan nilai-nilai akhlak dengan cara yang menyenangkan dan menyentuh. Semoga ini menjadi kontribusi pesantren terhadap masyarakat luas yang berkelanjutan,” tutur Dr. Harun.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menyisakan kesan mendalam bagi warga Aceh Tengah. Banyak pihak berharap acara seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari silaturahmi dan kontribusi pendidikan Islam yang berkelanjutan. (Irmi-Takengon)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Cloud Hosting Indonesia

Minggu, 04 Mei 2025

Alumni Sambut Hangat Kunjungan Pimpinan Pesantren Darul Arafah Raya: Menjalin Ukhuwah, Menguatkan Sinergi, Menebar Manfaat


Rangkang Belajar | Lhokseumawe – Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti acara temu ramah yang digelar oleh Ikatan Alumni Pesantren Darul Arafah (IKAPDA) wilayah Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen pada Minggu, 04/05/2025. Acara ini digelar sebagai bentuk sambutan atas kedatangan rombongan Pesantren Darul Arafah Raya (PDAR) Deli Serdang, Sumatera Utara, yang dipimpin langsung oleh Dr. H. Harun Lubis, M.Psi., selaku Mudir (Pimpinan) PDAR.

Kegiatan temu ramah ini mengusung tema "Menjalin Ukhuwah, Menguatkan Sinergi, Menebar Manfaat", sejalan dengan misi kunjungan rombongan PDAR untuk mempererat hubungan dengan para alumni serta memperkuat sinergi antara pesantren dan alumninya dalam meningkatkan citra dan daya tarik pendidikan pesantren di tengah masyarakat. Dalam kunjungannya, Pimpinan PDAR juga didampingi oleh Ust. Novi Alpan, M.Psi (bagian pendidikan dan pengajaran), Ust. Nirwansyah, M.Pd., (Kepala SMP Galih Agung), dan Ust, H. Romi Syafrizal, Lc. (Humas PDAR). 

Acara berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan di Waroeng Bambu, Kreung Geukueh, Aceh Utara, mulai pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Sesi kedua berlanjut pada malam harinya, pukul 20.30 hingga 22.30 WIB, bertempat di rumah salah satu alumni di kawasan Panggoi, Lhokseumawe.

Sekira 50 alumni (Santri dan Dyah) dari lintas angkatan, mulai dari angkatan pertama hingga angkatan ke-31, hadir memeriahkan acara ini. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi, seperti guru, dosen, dokter, TNI, pengusaha, wirausahawan, hingga mahasiswa aktif, menunjukkan keberagaman kontribusi alumni PDAR di Tanah Rencong - Serambi Mekah. 


Salah satu alumni yang berdomisili di Lhokseumawe, Mahmud Hamzah, yang juga mewakili tuan rumah penyelenggara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat berarti bagi wilayah Aceh. “Kegiatan roadshow yang dihadiri langsung oleh pimpinan PDAR merupakan gebrakan perdana untuk wilayah Aceh dan menjadi langkah baik dalam meningkatkan kepercayaan serta loyalitas. Untuk itu, kami merasa penting mengundang alumni dari Aceh Utara dan Bireuen sebagai bentuk apresiasi kami terhadap langkah baik ini,” ujar Mahmud.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga dimanfaatkan sebagai momen sosialisasi tentang perkembangan terbaru kegiatan pendidikan di Pesantren Darul Arafah Raya. Dalam suasana penuh kekeluargaan, sesi diskusi terbuka digelar untuk menampung saran dan masukan dari alumni demi kemajuan bersama.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis PDAR dalam memperkuat jaringan alumni dan memperluas dampak positif pendidikan pesantren. “Kehadiran kami ke daerah ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar besar membangun koneksi yang lebih erat antara pesantren dan alumninya,” ujar Dr. Harun Lubis dalam sambutannya.

Antusiasme dan semangat alumni dalam menyambut rombongan PDAR mencerminkan kuatnya rasa memiliki terhadap almamater, serta kesiapan untuk terus bersinergi dalam misi dakwah dan pendidikan. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi Alumni di wilayah-wilayah lainnya. (Deas-Lhoks)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Minggu, 27 Oktober 2024

Temu Kangen Alumni Latas-Al Dyah Galih Agung: "Merajut Kenangan, Membangun Silaturrahmi" di Pesantren Darularafah Raya


Rangkang Belajar | Deli Serdang – Temu kangen alumni ke-9 Latas-Al (Ladies Tāsi’ah Alumnus) Dyah Galih Agung Pesantren Darularafah Raya berlangsung penuh kehangatan pada Sabtu, 26/10/2024, dengan mengusung tema “Merajut Kenangan, Membangun Silaturrahmi.” Acara ini mempertemukan alumni Angkatan ke-9 yang saat ini berada di berbagai daerah, bahkan Stella Nindy, S.Pd. yang menetap di Rheinland-Pfalz - Jerman turut hadir sebagai koordinator dalam kegiatan ini. Temu kangen menjadi ajang mempererat kembali tali persaudaraan dan memberikan penghargaan kepada para pendidik mereka yang telah berjasa dalam membentuk karakter dan ilmu.

Acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Alumni Latas-Al oleh pembawa acara dan pemutaran video kenangan, yang menghadirkan nostalgia masa-masa berharga selama di pesantren. Sambutan disampaikan oleh Pimpinan Pesantren Darularafah Raya, yang mengapresiasi kontribusi para alumni dalam membangun hubungan erat dengan pesantren. Dalam acara ini, alumni Latas-Al juga memberikan cenderamata sebagai simbol penghormatan kepada Pesantren Darul Arafah Raya. Ustaz Dr. H. Harun Lubis, M.Psi, selaku Pimpinan pesantren menerima penghargaan dari Rafni Wahyun, mewakili alumni dengan haru. 

Pesan dan kesan disampaikan oleh Ustaz Ahmad Rifa’i, S.Ag., Kepala Sekolah SMA Alumni Latas-Al, serta Ustaz Mahmud El-Qudri, M.Ag., yang mewakili para guru (asatizah). Ustaz Rifa’i berharap, alumni dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing dan mengaplikasikan ilmu serta pengalaman yang didapatkan di pesantren dalam kehidupan sehari-hari. Sementara Ustaz Mahmud El-Qudri, menyampaikan rasa bangga dan bahagia melihat alumni yang telah berhasil dalam berbagai bidang. Beliau berpesan agar alumni tidak melupakan akar pendidikan mereka dan selalu kembali ke pesantren untuk berbagi pengalaman dan ilmu dengan generasi selanjutnya.

Motivasi inspiratif juga diberikan oleh alumni berprestasi, Hj. Ainal Mardiah, S.Km., dan dr. Hj. Silvia Dwi Asti, S.PM. kepada para dyah kelas IX dan kelas XII. Mereka menekankan pentingnya pendidikan yang telah ditempuh di pesantren sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat, mendorong Dyah Galih Agung untuk menjadi pribadi mandiri, berdaya saing, dan bermanfaat bagi banyak orang.

Acara temu kangen ini bukan hanya sekadar ajang reuni, tetapi juga menjadi wujud penghargaan alumni terhadap jasa para guru. Semangat kebersamaan dan apresiasi tinggi kepada para pendidik membuat kegiatan ini sangat bermakna, mempererat tali persaudaraan dan silaturrahmi yang tak lekang oleh waktu. (Nindy)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Rabu, 27 April 2022

Ramadan Bulan Berbagi: Berbagi bersama IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe

Rangkang Belajar | Lhokseumawe - Di antara keutamaan bulan Ramadan adalah semua kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Pernyataan ini sebagaimana hadis Rasulullah saw., dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Semua amal kebaikan anak manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan serupa hingga 700 kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya...” (HR Muslim). 

Di antara amal  kebaikan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan adalah sedekah (berbagi) kepada siapa saja, terutama mereka yang berhajat, sebab dalam sebuah hadis dikatakan: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR. Tirmidzi, disahihkan Al-Albani dalam Sahih At-Tirmidzi: 614).

Anjuran bersedekah (berbagi) pada bulan Ramadan ini didukung oleh banyak hadis, baik secara qauliy maupun fi’liy. Salah satu hadis Rasulullah, dari Anas dikatakan: “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?” Rasul menjawab: “Sedekah di bulan Ramadan” (HR At-Tirmiẓi). Dalam hal ini, banyak sahabat menyaksikan kedermawanan dan kemurahan hati Rasulullah pada bulan Ramadan dibanding bulan lainnya. Rasulullah memperbanyak sedekahnya di bulan Ramadan sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut: “Rasulullah saw. adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan” (HR Bukhari dan Muslim).


Hadis-hadis di atas, baik qauliy maupun fi’liy menjadi motivasi dan landasan anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe dalam melaksanakan “program berbagi” secara berkesinambungan. Dengan menghimpun dan menyisihkan sebagian rezeki para anggotanya, ditambah dengan donasi dari beberapa donatur di luar IKAPDA, kemudian disalurkan dalam bentuk iftar kepada para sāimīn.

Ramadan ke 24 tahun 1443 H. yang bertepatan dengan tanggal 26 April 2022, program "Berbagi Iftar Berbagi Bahagia" dilakukan dengan membagi paket iftar (takjil) yang sebagian besarnya diperuntukkan kepada "yang berhak" dengan mengunjungi tempat tinggal/kediaman mereka di wilayah Desa Punteut Lhokseumawe. Adapun sebagian paket iftar lainnya dibagikan kepada para pengguna jalan lintas Medan-Banda Aceh Desa Buket Rata-Alue Awe Muara Dua.



Terdengar ucapan terima kasih yang tak henti-henti dari mulut seorang ibu separuh baya yang matanya kabur akibat penyakit diabetes dideritanya dan tinggal di sebuah rumah tidak layak huni saat menerima paket iftar. "Sungguh membuat hati ini mengharu biru melihat kondisi tempat tinggal beliau yang sangat tidak layak huni. Bangunan dengan ukuran kurang lebih 3 x 4 dijadikan sebagai ruang tempat tidur sekaligus ruang memasak. Rumah dengan material papan lusuh dan atap yang hampir rubuh melengkapi ketidaklayakan tempat tinggal si Ibu", tutur Bang Hend (Bendahara Program) dengan perasaan iba. 


Semoga apa yang disedekahkan para donatur menjadi berkah dan semoga juga amal baik yang mungkin nilainya tidak seberapa ini mampu menularkan kebaikan-kebaikan lainnya kepada orang banyak, untuk melakukan kebaikan selanjutnya kepada orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. (Salabi)


Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Selasa, 19 April 2022

Syech Fadhil DPD RI Turun ke Jalan; Berbagi Iftar Berbagi Bahagia

Rangkang Belajar | Lhoksseumawe - Program Berbagi Iftar Berbagi bahagia yang digagas Ikatan Alumni Pesantren Darularah Raya (IKAPDA) telah berlangsung selama 10 hari pada Ramadan 1443 H. ini. Kegiatan hari Selasa 19 April 2022 menjadi istimewa karena dihadiri oleh puluhan anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe dan perwakilan IKAPDA Bener Meriah serta Anggota Dewan Perwakilan Daerah  (DPD) RI asal Aceh, H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.A. yang turun ke jalan berbagi paket Iftar kepada para pelintas di kawasan Lhokseumawe. Kegiatan yang sederhana namun sarat dengan nilai-nilai kebaikan ini disambut antusias warga yang melintas.


Kegiatan 'Berbagi Iftar Berbagi Bahagia' dilanjut dengan buka puasa bersama, di mana dalam sambutannya, Senator yang kerap disapa Syech Fadhil ini menyampaikan beberapa pesan dan motivasi kepada seluruh anggota IKAPDA yang hadir. Syech Fadhil berharap, agar para alumni, terutama anggota IKAPDA junior untuk terus memperbaiki kualitas diri serta istikamah dalam menebar kebermanfaatan bagi banyak orang (khoiru an-nās anfa’uhum li an-nās). 


Setelah santri menamatkan studinya dari pesantren, maka mereka akan berhadapan dan kembali ke lingkungan keluarganya serta lingkungan masyarakat sekitarnya. Di samping keduanya, ada satu lingkungan yang juga berperan penting dalam mengawal keberhasilan seorang lulusan, yaitu lingkungan komunitasnya (almamaternya). Untuk itu, berperan aktif dan ikut memelihara budaya lingkungan komunitasnya (IKAPDA) menjadi penting sebagai wadah sharing pengalaman, kreasi, dan aktivitas diri. 


Anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe, telah terhimpun di dalamnya para alumni dari lintas angkatan, usia, dan profesi. Ada yang berprofesi sebagai TNI/POLRI, dosen, guru, wiraswasta dll., yang tentu telah memiliki pengalaman hidup dan bermasyarakat lebih dulu. Untuk itu, para alumni baru (junior) dapat belajar banyak dari pengalaman abang-abang senior mereka. Beliau menegaskan: “Komunitas alumni memiliki peran penting dalam keberhasilan seseorang. Bahkan, keberhasilan saya di dunia politik sehingga menjadi salah satu anggota DPD RI perwakilan Aceh tidak terlepas dari dukungan komunitas IKAPDA dan komunitas lainnya yang saya ikuti”.


Syech Fadhil sendiri merupakan alumni ke-5 Pesantren Darularafah Raya Lau Bakeri Deli Serdang Sumatera Utara, cukup dikenal sebagai Senator yang sangat peduli akan keberlangsungan pendidikan anak-anak kaum du’āfā (anak-anak yatim dan fakir/miskin). Mantan ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini telah menjadi orang tua asuh dari sejumlah anak-anak Pulo Aceh dan rutin memberikan perhatian/bantuan kepada anak-anak yatim agar mereka dapat melanjutkan pendidikan.


Senator yang kaya akan pengalaman ini, sebelumnya pernah menjadi pelatih sepak bola, menjadi PNS Kementerian Agama Kabupaten Bireuen (mengundurkan diri dari pada 2013), membuka usaha kecil-kecilan di Banda Aceh dengan menyewa kantin kampus dan rumah makan di Ulee Lheu, anggota Ombudsman RI Perwakilan Aceh tahun 2013 (mengundurkan diri pada tahun 2017) akhirnya memilih karier di jalur politik yang membawanya sebagai anggota DPD RI.


Di akhir sambutannya, Syech Fadhil menyampaikan apresiasi kepada panitia (anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe dan perwakilan IKAPDA Bener Meriah) kegiatan 'Berbagi Iftar Berbagi Bahagia', atas kekompakan dan kesungguhan menjaga amanah para donatur untuk disampaikan kepada para sā'imīn. Beliau berharap, semoga kegiatan sederhana yang sudah dimulai sejak Ramadan tahun lalu dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya. Secara personal, Syech Fadhil akan terus men-support, sehingga kegiatan sosial ini dapat menjadi ladang amal. (Salabi)

Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Jumat, 15 April 2022

Berbagi Iftar, Berbagi Kebahagiaan Bersama IKAPDA (Ikatan Alumni Darularafah) Lhokseumawe-Aceh Utara

Rangkang Belajar | Lhokseumawe - Sudah menjadi kelaziman umat Islam, datangnya Ramadan selalu disambut dengan gembira dan penuh rasa syukur. Mungkin hal itulah yang menjadikan ungkapan “Marhaban ya... Ramadan” menjadi populer sebagai ucapan selamat datang bulan suci Ramadan yang telah membudaya. 

Dalam KBBI, marhaban mempunyai arti ‘selamat datang’, sementara dalam bahasa Arab, kata ‘tarḥīb’ diartikan dengan ‘melapangkan dada, menyambut dengan mesra, senang hati dan suka cita’. Men-tarḥīb Ramadan adalah menyambut bahagia atas datangnya bulan suci yang penuh dengan ampunan, rahmat, dan dijauhkannya para ṣā’im dari api neraka (Ramadan adalah bulan magfirah, raḥmah, dan ‘itqun min an-nār).


Kebahagiaan dalam menyambut Ramadan juga menjadi patut, karena di dalamnya terdapat dua kebahagian bagi mereka yang berpuasa secara benar, yaitu: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya “li aṣ-ṣā’im farḥatāni, farḥatun ‘inda fiṭrihi wa farḥatun ‘inda liqā’i Rabbihi” (Muttafaqun ‘alaihi).
Dalam  menyambut Ramadaan tahun ini (1443 H./2022 M.), Ikatan Alumni Darularafah Raya (IKAPDA) Lhokseumawe-Aceh Utara kembali melaksanakan program berbagi iftar secara gratis dengan mengusung tema “Berbagi Iftar Berbagi Bahagia". Kegiatan ini telah dimulai pada hari keenam Ramadan (8 April 2022) dan akan berakhir dua hari menjelang Idul Fitri. 


Setiap harinya, tidak kurang dari 100 paket iftar dibagikan kepada siapa saja yang melintas di posko pembagian iftar. Teuku Yazid, selaku ketua pelaksana kegiatan menyatakan: “Untuk tahun ini, Insyaallah, program akan dilaksanakan selama lebih kurang 20 hari. Ada sedikit perbedaan konsep pembagian dibanding tahun sebelumnya yang hanya mengambil tempat di seputaran Taman Riyadhah Kota Lhoseumawe. Tahun ini, berbagi iftar akan dilakukan bergilir ke beberapa tempat (kecamatan atau desa di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara), seperti: Kota Lhokseumawe, Desa Blangtuphat, Desa Alue Awe, Geudong, kemudian berlanjut ke Krueng Guekueh, dan Lhoksukon Aceh Utara.


Sejauh pantauan Admin rangkangbelajar.com, program Berbagi Iftar Berbagi Bahagia bersama IKAPDA yang telah berlangsung tujuh hari, telah didistribusikan sebanyak (lebih kurang) 750 paket. Artinya, panitia harus mempunyai budget tidak kurang dari enam ratus ribu rupiah setiap harinya. Mengenai hal ini, Hend Rahmadi selaku bendahara kegiatan menyampaikan: “Alhamdulillah... dana untuk program ini terkumpul dari sumbangan anggota IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara dan beberapa donatur umum lainnya, antara lain: Syekh Fadhil Rahmi (Anggota DPD RI), Yuli Mayanti, M.H. (Jakarta), Ibu Cut (Satpol PP Lhokseumawe), Refky (PT. Dongjin Chemical-Banten), Azwar (Pimpinan Syahbandar Lhokseumawe), Herni (Bungkah), Mahdi (Puncak Hill Resto Gunung Salak), Fachrurrazi (Ka. SDN 1 Muara Dua), Khotijah (Guru SDN 9 Muara Dua), dll. Jika dihitung secara matematis, dari dana yang terkumpul hingga saat ini dengan taksasi pengeluaran tidaklah mencukupi. Namun kami sudah belajar dari pengalaman tahun lalu dan dengan keyakinan, bahwa untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan ini, kami yakin akan tercukupi min ḥaiṡu lā yaḥtasib (dari sumber yang tak terduga)”.


Yazid kembali menyampaikan: “Paket iftar yang dibagikan mungkin tidak seberapa, namun di dalamnya terkandung nilai-nilai, di mana kami, setidaknya, belajar berbagi rezeki dari apa yang kami dapat, kami belajar amanah terhadap titipan dari para donatur, dan kami juga berbahagia saat melihat yang menerima turut berbahagia sembari memanjatkan doa buat kami. Dan hanya rida Allah-lah yang hanya kami harap. 


Bagi kaum muslimin dan siapa pun yang ingin menitipkan amanah dalam program Berbagi Iftar Berbagi Bahagia bersama IKAPDA di bulan Ramadan ini, insyallah panitia siap menjaga amanah para donatur. Untuk itu, panitia terus membuka tangan dan menerima donasi yang dapat dikirim melalui  Rek. Bendahara (BSI nomor: 1053082749) an. Hend Rahmadi, imbau Yazid di akhir kegiatan hari ini. (Salabi)
Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Kamis, 22 April 2021

Program Berbagi Takjil IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe

Bangkang Belajar | Lhokseumawe - Bulan Ramadan dikenal dengan bulan penuh berkah, bulan yang spesial karena setiap kebaikan akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat dari Allah. Banyak cara untuk melakukan kebaikan di bulan Ramadan, di antaranya adalah saling berbagi yang sudah menjadi tradisi dan menjadi pemandangan yang sering dijumpai di bulan Ramadan. Seperti banyaknya orang-orang yang membagikan takjil di pinggir jalan menjelang magrib atau masjid-masjid yang ramai diisi dengan berbagai macam menu berbuka puasa.

Selain amalan berpuasa yang mendapatkan pahala berlipat, setiap muslim juga berkeyakinan, bahwa memberi makan orang yang berpuasa pun mendapatkan kedudukan yang istimewa, bahkan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa. Terlebih jika diberikan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.

Rasulullah Saw. pernah menyampaikan:“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. At-Tirmidzi) Dari Anas, dikatakan: "Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan'.” (HR At-Tirmidzi).  Rasulullah Saw. adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan,” (HR Bukhari dan Muslim).

Para ulama menarik simpulan, bahwa berbagai hadis yang telah disebut merupakan anjuran kepada umat Islam untuk memperbanyak sedekah dan berbuat baik secara umum mengingat ganjaran kebaikan yang berlipat ganda pada bulan Ramadan. Seseorang dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada bulan Ramadan, terlebih lagi pada 10 hari terakhirnya,” (Syekh M Nawawi Banten, Nihāyatuz Zain, Bandung: Syirkah Al-Ma’ārif, tt., 183).

Orang berpuasa dianjurkan segera memperbanyak sedekah karena Rasulullah Saw. adalah orang paling murah hati di bulan Ramadan. Seseorang dapat melakukan kebaikan secara umum karena ganjaran amal kebaikan apapun bentuknya akan dilipatgandakan dibandingkan ganjaran amal kebaikan yang dilakukan di luar bulan Ramadan.” (Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 1999 M/1420 H, cet. Ke2, juz I, h. 562).



Berbuat kebaikan dengan berbagi selama bulan Ramadan ini memiliki manfaat yang banyak. Dan dilatari oleh prisnsip khair an-nās anfa’hum li an-nās (sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi banyak orang), Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Darularafah (IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe) membuat program Berbagi Takjil yang dimulai sejak Ramadan kedelapan (20 April 2021) sampai akhir Ramadan dengan mengambil lokasi kegiatan di depan Bank BI Kota Lhokseumawe (Taman Riyadhah Kota Lhokseumawe).


Bang Yazid selaku ketua pelaksana program menyampaikan: “Bagi sahabat IKAPDA atau siapa pun yang berniat untuk turut andil dalam kegiatan Berbagi Takjil ini, IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe Insyaallah dapat menyampaikan amanah tersebut kepada para sāimīn. Melalui program Berbagi Takjil, panitia menyediakan setiap harinya paket makanan/minuman (takjil) dan didistribusikan kepada para pengendara atau pejalan kaki di sekitar wilayah Kota Lhokseumawe yang melintas di kawasan Bank BI Kota Lhokseumawe (Taman Riyadhah Kota Lhokseumawe). 

Partisipasi atau sumbangan dari donatur yang ingin berbagi rezeki dalam program Berbagi Takjil ini dapat menghubungi Bang Yazid melalui nomor HP/WA: 0821-6255-8686 atau menyerahkannya langsung kepada panitia dalam bentuk makanan/minuman (takjil) di lokasi. Adapun donasi dalam bentuk uang (yang kemudian akan jadikan paket takjil oleh panitia), dapat disalurkan melalui rekening Bank BRI Syariah: 1053082749 an. Hendramahdi, HP/WA: 0852-7735-4251.
Dengan semangat berbagi, Bang Yazid mengajak semua kita: “Yuuuk... mendulang pahala di bulan penuh kemuliaan dan berkah ini. (Admin)
Sub YouTube Channel Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:

Ikuti Channel YouTube

Connect