Rangkang Belajar | Lhokseumawe - Di antara keutamaan bulan Ramadan adalah semua kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Pernyataan ini sebagaimana hadis Rasulullah saw., dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Semua amal kebaikan anak manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan serupa hingga 700 kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya...” (HR Muslim).
Di antara amal kebaikan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan adalah sedekah (berbagi) kepada siapa saja, terutama mereka yang berhajat, sebab dalam sebuah hadis dikatakan: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR. Tirmidzi, disahihkan Al-Albani dalam Sahih At-Tirmidzi: 614).
Anjuran bersedekah (berbagi) pada bulan Ramadan ini didukung oleh banyak hadis, baik secara qauliy maupun fi’liy. Salah satu hadis Rasulullah, dari Anas dikatakan: “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?” Rasul menjawab: “Sedekah di bulan Ramadan” (HR At-Tirmiẓi). Dalam hal ini, banyak sahabat menyaksikan kedermawanan dan kemurahan hati Rasulullah pada bulan Ramadan dibanding bulan lainnya. Rasulullah memperbanyak sedekahnya di bulan Ramadan sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut: “Rasulullah saw. adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis-hadis di atas, baik qauliy maupun fi’liy menjadi motivasi dan landasan anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe dalam melaksanakan “program berbagi” secara berkesinambungan. Dengan menghimpun dan menyisihkan sebagian rezeki para anggotanya, ditambah dengan donasi dari beberapa donatur di luar IKAPDA, kemudian disalurkan dalam bentuk iftar kepada para sāimīn.
Ramadan ke 24 tahun 1443 H. yang bertepatan dengan tanggal 26 April 2022, program "Berbagi Iftar Berbagi Bahagia" dilakukan dengan membagi paket iftar (takjil) yang sebagian besarnya diperuntukkan kepada "yang berhak" dengan mengunjungi tempat tinggal/kediaman mereka di wilayah Desa Punteut Lhokseumawe. Adapun sebagian paket iftar lainnya dibagikan kepada para pengguna jalan lintas Medan-Banda Aceh Desa Buket Rata-Alue Awe Muara Dua.
Terdengar ucapan terima kasih yang tak henti-henti dari mulut seorang ibu separuh baya yang matanya kabur akibat penyakit diabetes dideritanya dan tinggal di sebuah rumah tidak layak huni saat menerima paket iftar. "Sungguh membuat hati ini mengharu biru melihat kondisi tempat tinggal beliau yang sangat tidak layak huni. Bangunan dengan ukuran kurang lebih 3 x 4 dijadikan sebagai ruang tempat tidur sekaligus ruang memasak. Rumah dengan material papan lusuh dan atap yang hampir rubuh melengkapi ketidaklayakan tempat tinggal si Ibu", tutur Bang Hend (Bendahara Program) dengan perasaan iba.
Semoga apa yang disedekahkan para donatur menjadi berkah dan semoga juga amal baik yang mungkin nilainya tidak seberapa ini mampu menularkan kebaikan-kebaikan lainnya kepada orang banyak, untuk melakukan kebaikan selanjutnya kepada orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. (Salabi)
Sub YouTube Channel
Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Rangkang Belajar | Lhoksseumawe - Program Berbagi Iftar Berbagi bahagia yang digagas Ikatan Alumni Pesantren Darularah Raya (IKAPDA) telah berlangsung selama 10 hari pada Ramadan 1443 H. ini. Kegiatan hari Selasa 19 April 2022 menjadi istimewa karena dihadiri oleh puluhan anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe dan perwakilan IKAPDA Bener Meriah serta Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.A. yang turun ke jalan berbagi paket Iftar kepada para pelintas di kawasan Lhokseumawe. Kegiatan yang sederhana namun sarat dengan nilai-nilai kebaikan ini disambut antusias warga yang melintas.
Kegiatan 'Berbagi Iftar Berbagi Bahagia' dilanjut dengan buka puasa bersama, di mana dalam sambutannya, Senator yang kerap disapa Syech Fadhil ini menyampaikan beberapa pesan dan motivasi kepada seluruh anggota IKAPDA yang hadir. Syech Fadhil berharap, agar para alumni, terutama anggota IKAPDA junior untuk terus memperbaiki kualitas diri serta istikamah dalam menebar kebermanfaatan bagi banyak orang (khoiru an-nās anfa’uhum li an-nās).
Setelah santri menamatkan studinya dari pesantren, maka mereka akan berhadapan dan kembali ke lingkungan keluarganya serta lingkungan masyarakat sekitarnya. Di samping keduanya, ada satu lingkungan yang juga berperan penting dalam mengawal keberhasilan seorang lulusan, yaitu lingkungan komunitasnya (almamaternya). Untuk itu, berperan aktif dan ikut memelihara budaya lingkungan komunitasnya (IKAPDA) menjadi penting sebagai wadah sharing pengalaman, kreasi, dan aktivitas diri.
Anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe, telah terhimpun di dalamnya para alumni dari lintas angkatan, usia, dan profesi. Ada yang berprofesi sebagai TNI/POLRI, dosen, guru, wiraswasta dll., yang tentu telah memiliki pengalaman hidup dan bermasyarakat lebih dulu. Untuk itu, para alumni baru (junior) dapat belajar banyak dari pengalaman abang-abang senior mereka. Beliau menegaskan: “Komunitas alumni memiliki peran penting dalam keberhasilan seseorang. Bahkan, keberhasilan saya di dunia politik sehingga menjadi salah satu anggota DPD RI perwakilan Aceh tidak terlepas dari dukungan komunitas IKAPDA dan komunitas lainnya yang saya ikuti”.
Syech Fadhil sendiri merupakan alumni ke-5 Pesantren Darularafah Raya Lau Bakeri Deli Serdang Sumatera Utara, cukup dikenal sebagai Senator yang sangat peduli akan keberlangsungan pendidikan anak-anak kaum du’āfā (anak-anak yatim dan fakir/miskin). Mantan ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini telah menjadi orang tua asuh dari sejumlah anak-anak Pulo Aceh dan rutin memberikan perhatian/bantuan kepada anak-anak yatim agar mereka dapat melanjutkan pendidikan.
Senator yang kaya akan pengalaman ini, sebelumnya pernah menjadi pelatih sepak bola, menjadi PNS Kementerian Agama Kabupaten Bireuen (mengundurkan diri dari pada 2013), membuka usaha kecil-kecilan di Banda Aceh dengan menyewa kantin kampus dan rumah makan di Ulee Lheu, anggota Ombudsman RI Perwakilan Aceh tahun 2013 (mengundurkan diri pada tahun 2017) akhirnya memilih karier di jalur politik yang membawanya sebagai anggota DPD RI.
Di akhir sambutannya, Syech Fadhil menyampaikan apresiasi kepada panitia (anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe dan perwakilan IKAPDA Bener Meriah) kegiatan 'Berbagi Iftar Berbagi Bahagia', atas kekompakan dan kesungguhan menjaga amanah para donatur untuk disampaikan kepada para sā'imīn. Beliau berharap, semoga kegiatan sederhana yang sudah dimulai sejak Ramadan tahun lalu dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya. Secara personal, Syech Fadhil akan terus men-support, sehingga kegiatan sosial ini dapat menjadi ladang amal. (Salabi)
Sub YouTube Channel
Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Rangkang Belajar | Lhokseumawe - Sudah menjadi kelaziman umat Islam, datangnya Ramadan selalu disambut dengan gembira dan penuh rasa syukur. Mungkin hal itulah yang menjadikan ungkapan “Marhaban ya... Ramadan” menjadi populer sebagai ucapan selamat datang bulan suci Ramadan yang telah membudaya.
Dalam KBBI, marhaban mempunyai arti ‘selamat datang’, sementara dalam bahasa Arab, kata ‘tarḥīb’ diartikan dengan ‘melapangkan dada, menyambut dengan mesra, senang hati dan suka cita’. Men-tarḥīb Ramadan adalah menyambut bahagia atas datangnya bulan suci yang penuh dengan ampunan, rahmat, dan dijauhkannya para ṣā’im dari api neraka (Ramadan adalah bulan magfirah, raḥmah, dan ‘itqun min an-nār).
Kebahagiaan dalam menyambut Ramadan juga menjadi patut, karena di dalamnya terdapat dua kebahagian bagi mereka yang berpuasa secara benar, yaitu: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya “li aṣ-ṣā’im farḥatāni, farḥatun ‘inda fiṭrihi wa farḥatun ‘inda liqā’i Rabbihi” (Muttafaqun ‘alaihi).
Dalam menyambut Ramadaan tahun ini (1443 H./2022 M.), Ikatan Alumni Darularafah Raya (IKAPDA) Lhokseumawe-Aceh Utara kembali melaksanakan program berbagi iftar secara gratis dengan mengusung tema “Berbagi Iftar Berbagi Bahagia". Kegiatan ini telah dimulai pada hari keenam Ramadan (8 April 2022) dan akan berakhir dua hari menjelang Idul Fitri.
Setiap harinya, tidak kurang dari 100 paket iftar dibagikan kepada siapa saja yang melintas di posko pembagian iftar. Teuku Yazid, selaku ketua pelaksana kegiatan menyatakan: “Untuk tahun ini, Insyaallah, program akan dilaksanakan selama lebih kurang 20 hari. Ada sedikit perbedaan konsep pembagian dibanding tahun sebelumnya yang hanya mengambil tempat di seputaran Taman Riyadhah Kota Lhoseumawe. Tahun ini, berbagi iftar akan dilakukan bergilir ke beberapa tempat (kecamatan atau desa di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara), seperti: Kota Lhokseumawe, Desa Blangtuphat, Desa Alue Awe, Geudong, kemudian berlanjut ke Krueng Guekueh, dan Lhoksukon Aceh Utara.
Sejauh pantauan Admin rangkangbelajar.com, program Berbagi Iftar Berbagi Bahagia bersama IKAPDA yang telah berlangsung tujuh hari, telah didistribusikan sebanyak (lebih kurang) 750 paket. Artinya, panitia harus mempunyai budget tidak kurang dari enam ratus ribu rupiah setiap harinya. Mengenai hal ini, Hend Rahmadi selaku bendahara kegiatan menyampaikan: “Alhamdulillah... dana untuk program ini terkumpul dari sumbangan anggota IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara dan beberapa donatur umum lainnya, antara lain: Syekh Fadhil Rahmi (Anggota DPD RI), Yuli Mayanti, M.H. (Jakarta), Ibu Cut (Satpol PP Lhokseumawe), Refky (PT. Dongjin Chemical-Banten), Azwar (Pimpinan Syahbandar Lhokseumawe), Herni (Bungkah), Mahdi (Puncak Hill Resto Gunung Salak), Fachrurrazi (Ka. SDN 1 Muara Dua), Khotijah (Guru SDN 9 Muara Dua), dll. Jika dihitung secara matematis, dari dana yang terkumpul hingga saat ini dengan taksasi pengeluaran tidaklah mencukupi. Namun kami sudah belajar dari pengalaman tahun lalu dan dengan keyakinan, bahwa untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan ini, kami yakin akan tercukupi min ḥaiṡu lā yaḥtasib (dari sumber yang tak terduga)”.
Yazid kembali menyampaikan: “Paket iftar yang dibagikan mungkin tidak seberapa, namun di dalamnya terkandung nilai-nilai, di mana kami, setidaknya, belajar berbagi rezeki dari apa yang kami dapat, kami belajar amanah terhadap titipan dari para donatur, dan kami juga berbahagia saat melihat yang menerima turut berbahagia sembari memanjatkan doa buat kami. Dan hanya rida Allah-lah yang hanya kami harap.
Bagi kaum muslimin dan siapa pun yang ingin menitipkan amanah dalam program Berbagi Iftar Berbagi Bahagia bersama IKAPDA di bulan Ramadan ini, insyallah panitia siap menjaga amanah para donatur. Untuk itu, panitia terus membuka tangan dan menerima donasi yang dapat dikirim melalui Rek. Bendahara (BSI nomor: 1053082749) an. Hend Rahmadi, imbau Yazid di akhir kegiatan hari ini. (Salabi)
Sub YouTube Channel
Ikuti Channel YouTube Rangkang Belajar untuk mendapatkan konten baru seputar Pendidikan:
Bangkang Belajar | Lhokseumawe - Bulan Ramadan dikenal dengan bulan penuh berkah, bulan yang spesial karena setiap kebaikan akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat dari Allah. Banyak cara untuk melakukan kebaikan di bulan Ramadan, di antaranya adalah saling berbagi yang sudah menjadi tradisi dan menjadi pemandangan yang sering dijumpai di bulan Ramadan. Seperti banyaknya orang-orang yang membagikan takjil di pinggir jalan menjelang magrib atau masjid-masjid yang ramai diisi dengan berbagai macam menu berbuka puasa.
Selain amalan berpuasa yang mendapatkan pahala berlipat, setiap muslim juga berkeyakinan, bahwa memberi makan orang yang berpuasa pun mendapatkan kedudukan yang istimewa, bahkan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa. Terlebih jika diberikan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.
Rasulullah Saw. pernah menyampaikan:“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. At-Tirmidzi) Dari Anas, dikatakan: "Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan'.” (HR At-Tirmidzi). Rasulullah Saw. adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan,” (HR Bukhari dan Muslim).
Para ulama menarik simpulan, bahwa berbagai hadis yang telah disebut merupakan anjuran kepada umat Islam untuk memperbanyak sedekah dan berbuat baik secara umum mengingat ganjaran kebaikan yang berlipat ganda pada bulan Ramadan. Seseorang dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada bulan Ramadan, terlebih lagi pada 10 hari terakhirnya,” (Syekh M Nawawi Banten, Nihāyatuz Zain, Bandung: Syirkah Al-Ma’ārif, tt., 183).
Orang berpuasa dianjurkan segera memperbanyak sedekah karena Rasulullah Saw. adalah orang paling murah hati di bulan Ramadan. Seseorang dapat melakukan kebaikan secara umum karena ganjaran amal kebaikan apapun bentuknya akan dilipatgandakan dibandingkan ganjaran amal kebaikan yang dilakukan di luar bulan Ramadan.” (Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 1999 M/1420 H, cet. Ke2, juz I, h. 562).
Berbuat kebaikan dengan berbagi selama bulan Ramadan ini memiliki manfaat yang banyak. Dan dilatari oleh prisnsip khair an-nās anfa’hum li an-nās (sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi banyak orang), Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Darularafah (IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe) membuat program Berbagi Takjil yang dimulai sejak Ramadan kedelapan (20 April 2021) sampai akhir Ramadan dengan mengambil lokasi kegiatan di depan Bank BI Kota Lhokseumawe (Taman Riyadhah Kota Lhokseumawe).
Bang Yazid selaku ketua pelaksana program menyampaikan: “Bagi sahabat IKAPDA atau siapa pun yang berniat untuk turut andil dalam kegiatan Berbagi Takjil ini, IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe Insyaallah dapat menyampaikan amanah tersebut kepada para sāimīn. Melalui program Berbagi Takjil, panitia menyediakan setiap harinya paket makanan/minuman (takjil) dan didistribusikan kepada para pengendara atau pejalan kaki di sekitar wilayah Kota Lhokseumawe yang melintas di kawasan Bank BI Kota Lhokseumawe (Taman Riyadhah Kota Lhokseumawe).
Partisipasi atau sumbangan dari donatur yang ingin berbagi rezeki dalam program Berbagi Takjil ini dapat menghubungi Bang Yazid melalui nomor HP/WA: 0821-6255-8686 atau menyerahkannya langsung kepada panitia dalam bentuk makanan/minuman (takjil) di lokasi. Adapun donasi dalam bentuk uang (yang kemudian akan jadikan paket takjil oleh panitia), dapat disalurkan melalui rekening Bank BRI Syariah: 1053082749 an. Hendramahdi, HP/WA: 0852-7735-4251.
Dengan semangat berbagi, Bang Yazid mengajak semua kita: “Yuuuk... mendulang pahala di bulan penuh kemuliaan dan berkah ini. (Admin)
Rangkang Belajar | Lhokseumawe - Bantuan pendidikan bagi anak yatim dari keluarga IKAPDA (Ikatan Keluarga Alumni Darulrafah Raya) merupakan program pemanfaatan dana sumbangan sukarela yang dihimpun melalui anggota IKAPDA dan donatur lain yang tidak mengikat.
Ketua IKAPDA Aceh, Tengku Iskandar yang lebih akrab disapa Bang Egem mengatakan, "Bantuan pendidikan bagi anak yatim yang saat ini masih dikhusukan untuk anak-anak alumni, menjadi salah satu semangat bersama dan kepedulian terhadap anak-anak para alumni Darularafah Raya yang orang tuanya telah berpulang ke Rahmatullah. Melalui program ini, anak-anak yatim dari keluarga alumni diharapkan dapat terus melanjutkan pendidikan."
Semangat program di IKAPDA Aceh, berupaya memastikan bahwa anak-anak alumni dapat melanjutkan pendidikan meski telah ditinggal wafat orang tuanya. Karenanya, sejumlah program kepedulian terhadap anak yatim dari keluarga alumni Darularafah Raya yang berada di berbagai kabupaten di Aceh telah dilakukan sepanjang tahun 2020-2021.
Dua di antara penerima santunan bulan ini adalah Azmi Hidayatullah dan Azimah Fillah, mereka anak-anak dari almarhum Sabaruddin Simbolon (Bang Toba, alumni IV) anggota IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe yang saat ini, keduanya sedang mengenyam pendidikan di Pesantren Modern Az-Zahrah Desa Beunyot Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Putra Karya Mansyah, Ketua IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe didampingi beberapa anggota Ikapda Aceh Utara-Lhokseumawe lainnya di kediaman almarhum dan diterima langsung oleh istri almarhum Bang Toba. “Alhamdullillah, setelah menyampaikan amanah bantuan pendidikan untuk anak-anak yatim dari keluarga alumni Darularafah Raya bulan lalu, malam ini (16/03/2021) kita dapat kembali menyampaikan amanah bantuan pendidikan dari DPW-IKAPDA Aceh berikut tambahan sumbangan donasi pendidikan salah satu anggota DPD-IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe. Semoga program ini menjadi penggerak dan stimulus bagi seluruh anggota IKAPDA lainnya dalam rangka melatih empati dan kepekaan sosial.” (Salabi)
Rangkang Belajar | Lhokseumawe - Menyahuti semangat literasi yang pernah digagas oleh Bang Toba, mulai kegiatan bedah buku "Berani Hidup Tak takut Mati", kemudian berlanjut dengan kegiatan pelatihan menulis untuk santri-santri Dayah Modern Arun (Damora) Lhokseumawe, maka sahabat-sahabat Bang Toba yang terhimpun dalam Ikatan Keluarga Alumni Darularafah Raya menggelar acara bedah buku dua.
Tanggal 10 September 2019, buku "Logika Kemuliaan Hidup: Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas" dibedah dan dipandu oleh para alumni Pesantren Darularafah Raya Deli Serdang. H. Ihsan Abbas, LC., M.A., (alumni XI) dan H. M. Fadhil Rahmi LC. (Alumni VI) bertindak sebagai narasumber pembedah, serta Wido Wahyudi, S.H.I. (Alumni V) sebagai pemandu acara.
Bersamaan dengan kegiatan bedah buku, dilakukan juga launching buku "Hijrah Together Ukhuwah Forever", ditulis oleh santri-santri Damora (hasil dari pelatihan menulis yang digagas oleh alm. Bang Toba. "Kami akan bantu editing dan membukukan tulisan para peserta", begitu janji Bang Toba kepada para santri Damora pada saat pelatihan menulis, Bersama sahabatnya yang kala itu sedang menempuh pendidikan di IAIN Jember, editing buku masih sempat terselesaikan. Sayang, Bang Toba tak sempat melihat hasil cetak buku yang beliau amanahkan kepada Afkari Publishing Banda Aceh, apalagi untuk menyaksikan peluncurannya, karena Bang Toba wafat tanggal 30 Agustus 2019, sebelas hari sebelum kegiatan launching dan bedah buku terlaksana.
Menyikapi semangat literasi Bang Toba, Ikatan Keluarga Alumni Darularafah Raya terus mendukung dan merealisasikan apa yang telah digagasnya. Semoga kegiatan Bedah Buku kedua dan kegiatan yang sejenis akan terus berkelanjutan sehingga dapat menjadi penyambung pahala jariah. (Salabi)
Dalam keseharian, manusia tidak pernah bisa hidup sendiri. Kita senantiasa membutuhkan orang lain—baik keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas—untuk menopang kehidupan. Karena itu, kesadaran sosial bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan. Kesadaran ini lahir dari kemampuan memahami situasi sosial, sehingga interaksi yang terjadi dipenuhi rasa saling menghormati, mengasihi, dan peduli. Dari sinilah tumbuh empati: kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain, lalu bergerak membantu semampunya.
Dalam kerangka pendidikan karakter yang pernah dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, kepedulian sosial menempati posisi penting. Ia didefinisikan sebagai sikap dan tindakan untuk selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian sosial menuntut kita untuk tidak berpaling dari masalah sekitar, tetapi justru memperhatikannya, sekecil apa pun itu.
IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara: Silaturahmi yang Berbuah Aksi
Ikatan Keluarga Alumni Darularafah Raya (IKAPDA) Aceh lahir dari semangat silaturahmi para alumni dan abituren Pesantren Darularafah Raya. Meski berwujud organisasi komunitas, IKAPDA lebih tepat disebut rumah kekeluargaan yang mempererat kembali persaudaraan lintas generasi alumni. Filosofinya sederhana namun mendalam: “Khoirunnās anfa‘uhum lin-nās”—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. IKAPDA Aceh dipimpin oleh Bang Egem (T. Iskandarsyah, alumni VII). Sebagai ketua terpilih periode April 2017-April 2021, beliau berharap organisasi silaturahmi ini dapat berfungsi sebagai tempat pembelajaran kerja baik dan benar (‘amal sāliḥ).
Dari semangat itu, IKAPDA tidak berhenti pada obrolan nostalgia atau temu kangen, melainkan menjadikannya energi untuk bergerak. Bagi mereka, silaturahmi bukan hanya memperpanjang umur dan melapangkan rezeki sebagaimana sabda Nabi, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan kerja-kerja nyata untuk orang lain. Melalui IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara yang dipimpin oleh Bang Putek (Putra Karya Mansyah, Alumni VI), ketua terpilih secara aklamasi (sejak Agustus 2019) ini mengajak setiap anggota untuk memahami kehidupan bermasyarakat dan peka, tidak hanya sebatas tahu kesusahan yang menimpa sekitar, tetapi mau melakukan hal sekecil apapun untuk membantu meringankan kesusahan orang lain.
Dari Takjil hingga Mushaf Al-Qur’an
Kepedulian sosial IKAPDA Aceh tampak dalam berbagai kegiatan sederhana namun bermakna. Pada Ramadan 2020, misalnya, IKAPDA Aceh Utara–Lhokseumawe membagikan takjil kepada remaja masjid. Mereka juga menggalang sumbangan untuk anak-anak yatim dari keluarga alumni yang ditinggalkan orang tua mereka.
Tak berhenti di sana, IKAPDA turut menyalurkan mushaf Al-Qur’an dan kurma (bantuan dari AMCF) kepada balai pengajian di Lhokseumawe. Bahkan, kepedulian itu juga diwujudkan dalam bentuk santunan pendidikan untuk anak almarhum anggota alumni. Gerakan ini mungkin terlihat kecil, tetapi di baliknya ada pesan kuat: peduli itu tidak harus menunggu kesempatan besar, cukup dimulai dari hal kecil, asal ikhlas dan konsisten.
17 Mei 2020 - IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara ‘Bagi-bagi Takjil’; memyerahkan takjil ke Remaja Masjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe.
22 Mei 2020 - IKAPDA Aceh ‘Peduli keluarga IKAPDA’; Sumbangan kepada anak-anak yatim dari keluarga IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe. “Amanah rakan-rakan berupa sumbangan untuk anak-anak alumni dan abituren yang telah meninggal telah disalurkan”.
19 Mei 2020 - Penyerahan Mushaf Alquran dan kurma (bantuan AMCF) yang dijembatani oleh DPW IKAPDA Aceh, dan disalurkan melalui DPD IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe kepada: (a) Pengurus Balai Pengajian Baitul Ulum Keurani Uma Meunasah Masjid Lhokseumawe, (b) Pengurus Balai Pegajian Almuhajirin Hagu Teungoh Lhokseumawe.
26 Februari 2021 - IKAPDA Aceh “Peduli keluarga IKAPDA”; Dana dari DPW IKAPDA Aceh diserahkan oleh Ketua IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe kepada keluarga/anak alm. Bang Toba sebagai santunan pendidikan.
Refleksi dan Pengingat
Jika ditilik, kegiatan sosial IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara memang belum banyak dan belum sempurna. Namun, mereka menjadikan catatan ini bukan sebagai keluhan, melainkan pengingat untuk lebih giat menebar manfaat. Sebab kepedulian sosial adalah proses yang terus ditumbuhkan, dimulai dari keluarga, kemudian meluas ke masyarakat, hingga akhirnya menyentuh kemanusiaan yang lebih universal.
Dalam bahasa ringan, Al-Qur’an pernah mengingatkan: “Wa ammā bini‘mati rabbika fa ḥaddiṣ” (QS. Aḍ-Ḍuḥā: 11), nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan. Jika diterjemahkan bebas, mungkin bisa kita pahami begini: “Kalau punya rezeki, ya berbagi dong!”
IKAPDA Lhokseumawe-Aceh Utara sudah menapaki jalan itu. Kini, tantangan ke depan adalah bagaimana terus menghidupkan budaya empati agar organisasi ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga motor peradaban kecil yang menumbuhkan kepekaan, menebar manfaat, dan melahirkan manusia-manusia yang benar-benar anfa‘uhum lin-nās.
Rangkang Belajar |Lhokseumawe -Semangat menggalakkan cinta menulis dan membaca di kalangan pelajar kali ini dilakukan di Dayah Modern Arun (Damora) Lhokseumawe. Kata menulis sengaja didahulukan, karena dengan menulis setiap orang pasti membaca. Sebaliknya, dengan membaca belum tentu orang akan menulis. Setidaknya kaliamat ini senada dengan makna literasi yang dikemukakan Harvey J. Graff. Menurut Graff, literasi merupakan kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca. Sepetinya ungkapan ini yang dijadikan alasan Bang Toba dan kawan-kaan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Darularafah Raya cabang Aceh Utara-Lhokseumawe untuk melakukan kegiatan sosial literasi sebagai bentuk kepedulian dan sumbangsih bagi dunia pendidikan.
Tanggal 15 Maret 2019 pelatihan (workshop) menulis di Damora diselenggarakan, dengan tema “Kepingin Nulis, tapi Gak Tau Mulai Dari mana”, dan dalam kegiatan ini Bang Toba (Sabaruddin Simbolon, M.H.I.) bertindak sebagai pemateri.
Kegiatan workshop menulis yang diselenggarakan di komplek Damora ini memproyeksikan terbitnya sebuah buku karya santri-santri Damora dan beberapa tenaga pengajarnya (asātiẓah) yang akan di-launching bersamaan dengan kegiatan bedah buku "Logika Kemuliann Hidup; Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas" yang tak sempat dihadiri oleh Bang Toba, karena Allah Swt. lebih dahulu memanggil beliau.
“Tafham, ta’mal, fayakūn (Anda paham, Anda kerjakan, maka jadilah). Setelah ini, terus beraksi! dan kami akan bantu mengedit serta menerbitkan tulisan Anda.” Begitulah ungkapan Bang Toba dalam rangka memotivasi dan menyemangati para peserta workshop (santri-santri Damora) agar terus bangkit semangat literasi mereka. (Salabi)
rangkangbelajar.com|Terbentuknya IKAPDA, Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Darularafah (sekarang Darularafah Raya) untuk wilayah Aceh, telah melahirkan IKAPDA di masing-masing kabupaten di wilayah Aceh, dan salah satu ikatan alumni Aceh adalah IKAPDA cabang Aceh Utara-Lhokseumawe.
Kegiatan IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe diawali dengan pelaksanaan Bedah Buku sebagai kontribusi dalam bidang pendidikan. Kegiatan ini diprakarsai oleh (alm.) Sabaruddin Simbolon yang biasa disapa dengan panggilan Bang Toba. Bang Toba telah mampu menginisiasi penulisan buku “Berani Hidup Tak Takut Mati: Potret Kehidupan Santri“ yang berperan sebagai kolektor tulisan-tulisan dalam bentuk pengalaman hidup dan testimoni beberapa alumni dari angkatan/lulusan I sampai dengan VI sekaligus sebagai penulis dan editor buku. Buku Berani Hidup Tak Takut Mati: Potret Kehidupan Santri di-launching pada event pemilihan Ketua IKAPDA Pusat di Gedung Asrama Haji Medan.
Keberhasilan merangkul para penulis dari lintas-alumni santri Darularafah Raya, semangat Bang Toba dalam jurnalistik semakin bergejolak, sehingga tercetus ide untuk mengakomodir tulisan-tulisan lain para santri, bilkhuṣūṣ alumni yang tergabung dalam IKAPDA Aceh sehingga terbitlah buku kedua dengan judul “Logika Kemuliaan Hidup; Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas.
Buku Logika Kemuliaan Hidup; Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas selanjutnya di-launching bersamaan dengan kegiatan Bedah Buku Berani Hidup Tak Takut Mati: Potret Kehidupan Santri di Aula komplek ex. PT. Arun LNG pada 30 April 2018 dengan narasumber sebagai pembedah buku: 1) Prof. Dr. Amroini Darajat, M.Ag., 2) Dr (HC). Hamdani Khalifah, M.A/Mudīr Dayah Misbahul Ulum Paloh Lhokseumawe, dan 3) Suadi Zainal, M.Si, Phd./alumni IV Darularafah dan Dosen Unimal Lhokseumawe. Adapun Dr. Zulham, M.Hum./alumni IV Darularafah dan Dosen UINSU sebagai moderator.
Acara Bedah Buku "Barani Hidup Tak Takut Mati" dan Launching Buku "Logika Kemuliaan Hidup"
Hasrat menularkan ‘peduli membaca dan menulis’ Bang Toba tidak berhenti dengan dua buku di atas, karena selanjutnya Bang Toba mengajak beberapa alumni IKAPDA Aceh Utara-Lhokseumawe untuk mengedukasi siswa dan santri di beberapa lembaga pendidikan untuk mau dan berani menulis. Dengan menjadi editor, terbit juga buku Kalung Pembawa Arti (ditulis oleh siswa-siswa SMP 6 Lhokseumawe), Hijrah Together Ukhuwah Forever (ditulis oleh santri-santri Dayah Modern Arun), Sang Motivator (ditulis oleh guru dan siswa SMAN 5 Lhokseumawe), dan beberapa buku lainnya. (Admin)
*Beberapa karya (alm.) Sabaruddin Simbolon (Bang Toba) 'Allah yarham': 1) “Maḥfūẓāt Memang Unik”, dalam buku Antologi Berani Hidup Tak Takut Mati; Potret Kehidupan Santri (Banda Aceh: Afkari, 2018), 2) “Gila Belum tentu Bodoh” dalam buku Logika Kemuliaan Hidup: Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas (Banda Aceh: Afkari, 2018), 3) Aḍ-ḍiyā’ al-Lāmi’: Majmū’ah min al-Khuṭbah al-‘Arabiyah, 4) Epistemologi Hukum Islam; Dari Masa Nabi Muhammad saw. sampai dengan Ulama Mutakallimin, 5) Metode Kritik Hadis; Suatu Pendekatan Baru.
Beliau juga sebagai penggagas sekaligus editor dalam beberapa buku karya santri dan siswa, seperti: Berani Hidup Tak Takut Mati; Potret Kehidupan Santri, Logika Kemuliaan Hidup: Menjaga Tradisi Mewarisi Modernitas, karya (IKatan Alumni Pesantren Darularafah/IKAPDA), Kalung Pembawa Arti karya siswa SMPN 6 Lhokseumawe, Sang Motivator karya siswa SMAN 5 Lhokseumawe, Hijrah Together Ukhuwah Forever karya santri Damora Lhokseumawe, dll.
*Kegiatan bedah buku ini juga didukung oleh: BDI PT. PAG Lhokseumawe, Ainiqua, Istiqoamah Lhokseumawe, dan IKAPDA Aceh